I Love You, Mr. Shim [Part 1]

Judul : I Love You, Mr. Shim

Kategori : Romance

Cast :

Im Yoona

Shim Changmin

Kim Taeyeon a.k.a Im Taeyeon

Choi Sooyoung

Lee Jun Ki a.k.a Onew

“Yoong.. Ingat pulang sekolah kau harus langsung pulang, jangan mampir kemana-mana” teriak Taeyeon mengingatkan Yoona saat dia mengantar adiknya kesekolah.

“Aku ingat unnie.. Bye-bye” teriak Yoona tak kalah kencangnya sambil terus berlari memasuki gerbang sekolahnya.

Yoona memasuki sekolahnya dengan terburu-buru, hari ini dia telat bangun akibat mengerjakan tugas hingga larut malam. Taeyeon sang kakak sudah membangunkannya lebih dari sepuluh kali, namun semuanya sia-sia. Alhasil Yoona sekarang terlambat kesekolah.

Sesampai didepan kelas ternyata Kim songsaenim sudah sibuk memberikan pelajaran hari ini. Dengan mengendap-endap, Yoona memasuki kelasnya.

“Im Yoona.. Hari ini apa alasanmu terlambat?” tanya Kim songsaenim mengagetkannya.

“Itu.. Aku.. Terlambat bangun karena mengerjakan tugas hingga larut malam?” tanya Yoona balik.

“Kau pikir aku percaya?” tanya Kim songsaenim kembali.

“Baiklah aku menyerah Songsaenim, aku benar-benar tidak menyiapkan alasan untuk kuberikan pada songsaenim sepanjang perjalanan tadi. Jadi aku menjelaskan hal yang sebenarnya” jawab Yoona santai.

“Im Yoona…. Besok unniemu harus kesekolah, aku tidak mau tahu” teriak Kim songsaenim kesal.

“Aish.. Arasso songsaenim, aku akan membawa unnieku kemari. Jadi jangan berteriak-teriak seperti itu” jawab Yoona dengan cueknya dan duduk dibangkunya.

“Ya!! Bocah ini selalu saja membuatku kesal setengah mati. Aku harap saat dia menikah, suaminya akan mengubah sikapnya menjadi lebih dewasa” gumam Kim songsaenim melihat kelakuan siswa kesayangannya itu.

Setelah pelajaran selesai, Yoona segera menuju kekantin dengan terburu-buru karena tidak sempat sarapan dirumah.

“Yoong..” panggil Sooyoung saat melihat sahabatnya Yoona berjalan kearah yang sama dengannya. Mereka berdua terkenal shiksin, sehingga satu sekolah tidak akan heran lagi kalau setiap jam istirahat mereka akan duduk dikantin hingga jam pelajaran berikutnya dimulai.

Yoona menoleh melihat Sooyoung yang datang menghampirinya. Tanpa basa-basi, Yoona kembali melangkahkan kakinya kekantin.

“Terlambat lagi?” tanya Sooyoung yang sudah sangat hafal dengan kebiasaan Yoona.

“Begitulah” jawab Yoona sekedarnya.

“Kali ini karena apa?” tanya Sooyoung penasaran.

“Mengerjakan tugas Park songsaenim hingga larut malam” jawab Yoona yang sudah bersiap untuk menyantap makanannya yang tadi dipesannya.

“Alasanmu?” tanya Sooyoung kembali.

“Aku hari ini jujur” jawab Yoona lalu memasukkan sesendok penuh makanan kedalam mulutnya.

“Dan aku yakin, Kim songsaenim tetap memintamu datang besok bersama Taeyeon unnie?” tanya Sooyoung yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Yoona.

Yoona masih asyik berkutat dengan makanannya hingga seseorang namja aneh menghampiri mereka.

“Yoong.. Bogoshipo!” teriak namja itu sambil memeluk Yoona dengan erat.

“Ya!! Oppa.. Kau hanya merindukan Yoona saja?” teriak Sooyoung protes.

“Oh.. Mian Soo, aku tidak melihatmu” jawab namja tadi tanpa rasa bersalah dan langsung mengambil posisi disebelah Sooyoung menatap Yoona yang duduk didepannya.

“Mwo? Sebesar ini kau tidak melihatku? Oppa.. Berhenti menatap Yoona seakan-akan kau ini pacarnya” teriak Sooyoung makin kesal.

“Aish.. Sooyoung berhentilah berteriak. Dan kau Onew oppa, berhenti berpura-pura tidak memperhatikan Soo. Kenapa kalian tidak pernah akur sekali saja” teriak Yoona kesal karena melihat kelakuan dua sahabatnya itu.

“Kenapa, terlambat lagi? Apa kau tidak bosan?” tanya namja bernama Onew itu sambil sekali-kali mengambil makanan dipiring Yoona.

“Entahlah, rasanya aku sudah mencoba untuk tidak terlambat. Tapi setiap Taeyeon unnie membangunkanku, mata ini semakin protes” jawab Yoona asal, karena sibuk menyelamatkan piringnya dari tangan Onew.

“Kau memang cocok jadi penulis. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu rasanya manis” sindir Sooyoung sambil tertawa.

“Aku kali ini setuju dengan Soo, kau harus jadi penulis Yoong” kata Onew yang langsung saja mendapat tatapan membunuh dari Yoona.

“Oppa.. Bisakah kau tidak mengurangi jatah makan siangku? Aku heran, kenapa kau senang sekali ikut makan dipiring yang sama denganku” teriak Yoona kesal melihat Onew yang dari tadi tidak henti-hentinya ikut membantu Yoona menghabiskan makan siangnya.

“Aku mencintaimu Im Yoona, makan sepiring denganmu membuat cintaku padamu semakin bertambah” teriak Onew sambil berlari meninggalkan Sooyoung dan Yoona yang hanya bisa menatap aneh sahabatnya itu.

“Sepertinya kita harus membawanya ke psikiater” usul Sooyoung.

“Kau saja, aku sibuk. Bye Soo..” teriak Yoona meninggalkan Sooyoung yang masih bengong melihat kedua sahabatnya mempunyai kelakuan yang mirip.

“Pantas saja mereka jadi sahabat” gumam Sooyoung meninggalkan kantin menuju kelasnya.

Yoona PoV

Begitu kelas bubar, aku segera melangkahkan kaki menuju halte bis. Aku tidak mau Taeyeon unnie memarahiku gara-gara terlambat pulang.

“Yoong.. Kau mau pulang?” teriak Onew oppa.

“Nde.. Taeyeon unnie menyuruhku cepat pulang. Kalian mau kemana?” tanyaku saat melihat ternyata ada Sooyoung disebelah Onew oppa.

“Onew oppa ingin mentraktir kita, tadi kami mencarimu kekelas tapi ternyata kau tidak ada” jelas Sooyoung.

“Ayolah Yoong.. Setelah makan akan ku antar pulang” ajak Onew oppa.

“Mianhae.. Lain kali saja aku ikut dengan kalian. Hari ini aku benar-benar harus pulang tepat waktu” tolakku secara halus.

“Tumben sekali Taeyeon unnie menyuruhmu cepat pulang, memangnya ada apa?” tanya Sooyoung penasaran.

“Entahlah, aku juga tidak tahu. Sejak pagi dia mengingatkanku agar pulang tepat waktu” jawabku yang sebenarnya juga penasaran.

“Kalau begitu, biar aku antar saja” kata Onew oppa.

“Tidak perlu oppa, bis ku sudah datang. Kalian pergi makan saja, kasihan Soo pasti dari tadi sudah kelaparan” teriakku sambil masuk kedalam bis.

“Ya!! Yoong, tidak perlu mengejekku juga” teriak Sooyoung tak kalah hebohnya.

Aku hanya bisa tertawa mendengar perkataan Sooyoung tadi. Iya juga, kalau dipikir-pikir ada apa Taeyeon unnie menyuruhku cepat pulang?

***

“Aku pulang..” teriak Yoona setelah masuk kedalam rumah.

“Yoong, jangan berteriak seperti itu. Cepat kau mandi dan pakai gaun yang telah unnie siapkan untukmu. Dandanlah secantik mungkin tapi jangan berlebihan, unnie akan mengecekmu setengah jam lagi. Dan satu hal lagi, mulai detik ini bersikaplah sebagai yeoja. Mengerti?” Taeyeon dengan wajah serius.

“Mwo..? Ya!! Unnie ini apa-apaan sih, aku baru datang dan kau sudah menyuruhku ini dan itu. Lagipula untuk apa aku harus berdandan dan memakai gaun, kita mau kemana?” tanya Yoona penasaran, tapi langsung berlari kekamarnya yang berada dilantai atas setelah mendapat tatapan tajam dari Taeyeon.

Yoona pun melihat gaun yang dimaksud Taeyeon. Sebuah gaun selutut berwarna putih, dan jelas itu bukan selera Yoona. Mengingat perkataan Taeyeon tadi, Yoona segera mengambil handuknya dan mandi.

Beberapa menit kemudian Yoona sudah selesai memakai gaunnya, namun karena tidak pernah sekalipun memakai make up jadi Yoona hanya bisa menatap alat-alat make up milik Taeyeon itu.

“Yoong, kau sudah selesai?” tanya Taeyeon yang tiba-tiba masuk kekamarnya.

“Unnie.. Kau mau mengerjaiku ya? Akan ku apakan kosmetik-kosmetikmu ini? Kalau ini makanan, mungkin sudah dari tadi aku menghabiskannya” tanya Yoona kebingungan.

“Hahaha.. Mianhae Yoong. Karena itu aku kesini. Akan kubantu kau untuk berdandan, kemarilah” ajak Taeyeon menyuruh Yoona duduk di meja rias.

“Unnie, memangnya ada acara apa? Sepenting apapun acara yang diadakan keluarga kita, aku pun tidak pernah disuruh untuk berdandan. Katakan padaku unnie” rengek Yoona penasaran.

“Aish.. Kau ini. Diam saja dan ikuti apa yang unnie suruh. Sebentar lagi rasa penasaranmu akan hilang” jawab Taeyeon sambil mulai memberikan riasan tipis diwajah Yoona.

“Selesai.. Oh Yoong, kau benar-benar cantik. Mulai besok belajarlah berdandan seperti ini. Itu harus” kata Taeyeon takjub melihat adiknya semakin cantik setelah di make over.

“Unnie.. Kau ini kenapa sih? Kau hari ini sangat-sangat aneh. Apa kau salah makan, atau tadi kau minum obat sembarangan?” tanya Yoona yang kesal dengan sikap kakaknya.

“Ya!! Kau ini cerewet sekali persis seperti ahjumma-ahjumma. Dan hentikan aegyo mu itu. Kali ini aegyo mu itu tidak akan berhasil mempengaruhiku. Ayo.. Kita berangkat, gara-gara kau kita terlambat setengah jam” ajak Taeyeon lalu meninggalkan Yoona yang sedari tadi bengong.

Yoona tidak pernah membantah perkataan Taeyeon. Karena dia sangat menyayangi kakak satu-satunya itu dan bagi Yoona, Taeyeon sudah seperti pengganti orang tuanya. Yoona dan Taeyeon memang memutuskan tinggal di Korea saat Taeyeon lulus sekolah dan memilih kuliah di Korea. Sedangkan orang tua mereka tinggal di Jepang. Tidak ingin kakaknya kesepian, akhirnya Yoona pun memutuskan untuk bersekolah di Korea juga.

Yoona PoV

Sepanjang perjalanan kulihat Taeyeon unnie sangat senang sekali. Dasar aneh. Apa susahnya unnie menceritakan maksud semua ini dan kemana kita akan pergi. Senang sekali membuatku penasaran.

“Ya!! Kenapa wajahmu kau tekuk terus?” teriak Taeyeon unnie mengagetkanku.

“Aku kesal padamu unnie. Jadi jangan berbicara denganku sampai kau menceritakan semuanya” jawabku berpura-pura kesal.

“Lakukan apapun mau mu Yoong.. Hari ini semuanya tidak akan mempengaruhiku” jawab Taeyeon unnie sambil memeletkan lidahnya padaku.

“Aish.. Unnie.. Aku membencimu” teriakku kesal.

“Ani.. Sebaliknya, kau sangat mencintaiku Yoong” jawab Taeyeon unnie masih fokus menyetir.

“Aish.. Percaya diri sekali unnie ini” jawabku.

“Tentu saja, kalau kau benar-benar membenciku aku sangat yakin kau sudah kabur saat aku menyuruhmu memakai gaun itu” jawab Taeyeon unnie dengan santai.

Tepat.. Taeyeon unnie memang sangat mengenalku. Dan aku tahu sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa membohonginya.

Setelah setengah jam, kami tiba disebuah hotel mewah. Taeyeon unnie hanya memerintahkan aku keluar dengan pandangan matanya yang tajam. Dengan sangat terpaksa aku pun keluar dan ikut melangkah kedalam restoran hotel itu. Apa Taeyeon unnie ingin mengajakku makan siang dan karena tempatnya yang mewah ini, jadi dia menyuruhku menggunakan gaun? Oh.. Unnieku memang baik.

“Unnie.. Jadi karena kita akan makan siang direstoran mewah makanya unnie menyuruhku berdandan? Gomawo unnie.. Seharusnya kau cukup membawaku ke restoran langganan kita saja, aku sudah sangat senang” kataku sambil memeluk lengannya.

“Ya!! Siapa bilang aku akan mentraktirmu makan? Makan ditempat biasa saja kau sudah mampu menghabiskan uangku sebulan, bagaimana kalau ditempat seperti ini. Untuk makan satu piringmu saja uangku langsung habis” protes Taeyeon unnie yang membuatku langsung cemberut.

“Dasar pelit. Lalu kalau takut uang unnie habis, mengapa masih tetap mengajakku kesini?” tanyaku kesal.

“Makan siang, tapi bukan aku yang akan membayarnya. Jadi diamlah dan bersikap seperti yeoja” kata Taeyeon unnie lalu berjalan cepat mengikuti pelayan.

Kami tiba disebuah ruangan yang cukup besar. Disana terlihat sepasang suami istri yang sepertinya menunggu kami.

“Oh kalian sudah datang” sapa ahjumma itu pada Taeyeon unnie.

“Mianhae ahjumma, kami datang terlambat. Aku menunggu Yoona pulang sekolah dulu” jawab Taeyeon unnie yang terlihat sudah cukup akrab dengan kedua pasang suami istri didepanku.

“Gwenchana.. Lagipula Changmin juga belum datang. Tiba-tiba ada meeting mendadak dikantornya. Duduklah dulu, dan silakan pesan makanan. Pasti Yoona belum sempat makan siang” tawar ahjumma itu ramah.

Aku benar-benar seperti orang bodoh yang tidak mengerti siapa mereka, kenapa Taeyeon unnie bisa akrab dengan mereka, siapa itu Changmin, apakah dia pacar Taeyeon unnie?

Setelah pesanan makanan kami tiba, aku mulai menyantapnya dengan lahap. Tak kuhiraukan pandangan takjub dari tuan dan nyonya yang ada didepanku yang ternyata kuketahui bermarga Shim. Taeyeon unnie dari tadi menyuruhku untuk makan pelan-pelan saja, namun rasa penasaran tentang kejadian hari ini membuatku balas dendam pada Taeyeon unnie. Biar saja Taeyeon unnie malu dengan keluarga namjachingunya.

“Yoong.. Berhentilah makan dengan cara barbar” kata Taeyeon unnie berbisik.

“Aku lapar dan juga kesal padamu unnie” jawabku sambil terus menyuap makanan itu kedalam mulutku.

“Mwo.. Kesal padaku? Kenapa, apa aku berbuat salah padamu?” tanya Taeyeon unnie dengan polosnya. Benar-benar seperti anak kecil.

“Jelaskan padaku kenapa kita ada disini dan siapa mereka, setelah itu aku tidak akan membuatmu malu seperti ini” jawabku asal.

“Ya!! Jadi ini semua gara-gara itu? Terserah kau saja, aku senang membuatmu mati penasaran. Dan satu hal lagi, bukan aku yang harus malu, tapi justru kau Im Yoona” jawab Taeyeon unnie dengan senyuman kemenangan yang sukses membuatku menghentikan suapan terakhir.

“Maksud unnie apa? Aish.. Menyebalkan” kataku lalu membuang muka kearah lain.

Tuan dan nyonya Shim ternyata memperhatikan tingkahku bersama Taeyeon unnie dan kini mereka menahan tawa mereka. Aku merasa malu dibuatnya. Dan tadi kenapa Taeyeon unnie bilang aku yang akan malu? Bukankah ini keluarga namjachingunya, harusnya Taeyeon unnie yang malu.

“Mian aku terlambat” kata seorang namja yang tiba-tiba muncul dipintu.

“Oh.. Changmin, kemarilah sayang” jawab nyonya Shim.

“Apa kalian sudah menunggu lama?” tanya namja bernama Changmin ini.

“Lama sekali hingga Yoona sudah menghabiskan semua makan siangnya” jawab nyonya Shim yang sukses membuat namja ini melihat kearahku.

Aku benar-benar malu kali ini, ternyata yang dikatakan Taeyeon unnie benar. Mian appa, umma anakmu ini sudah membuat malu nama keluarga kita.

“Ternyata dia yang bernama Yoona” kata Changmin sambil Taeyeon unnie.

“Nde oppa.. Cantik bukan? Tapi aku harap kau tidak akan tertipu penampilannya hari ini. Karena sebenarnya dia ini tomboy, shiksin dan juga kekanak-kanakan”

“Unnie…”

“Kuharap kau bisa bersabar menghadapinya”

“Unnie…”

“Semoga aku bisa memenuhi permintaanmu Taeyeon”

Apa-apaan mereka ini? Aku benar-benar bisa gila melihat tingkah mereka semua. Dan kenapa namja ini harus bersabar menghadapi sifatku? Kalaupun dia menjadi kakak iparku nanti, aku pasti tidak akan menyusahkannya. Belum jadi kakak ipar saja, sudah menyebalkan.

“Kakak ipar, tenang saja aku tidak akan menyusahkanmu” kataku kesal.

“Mwo…” kata mereka berempat dengan serempak. Dan tak lupa semburan nasi dengan sukses mengotori wajahku karena ulah calon kakak ipar menyebalkan yang duduk tepat didepanku ini.

“Ya!! Kakak ipar, kau jorok sekali” teriakku yang sukses membuat mereka sadar dan tertawa terbahak-bahak.

“Taeyeon.. Kau tidak memberitahu Yoona tentang tujuan kita hari ini?” tanya tuan Shim.
“Anio.. Aku ingin membuat kejutan untuknya, tapi ternyata kita yang terkejut” jawab Taeyeon unnie yang membuatku semakin bingung.

“Memangnya ada yang salah dengan ucapanku?” tanyaku yang sudah tidak dapat mengontrol rasa penasaranku.
“Sebenarnya..”

“Omma.. Biar aku yang menjelaskannya. Jadi permisi semua” kata namja bernama Changmin ini sambil menarik tanganku keluar dari ruangan ini.

“Ya!! Lepaskan.. Mau dibawa kemana, aku ini” teriakku kesal.

“Ssst…” tiba-tiba namja ini berbalik menghadapku dan menatap tajam.

Seakan terhipnotis, kini aku menurut saja saat namja tinggi ini menyeretku hingga menuju tempat parkir. Dengan tatapan matanya dia menyuruhku untuk masuk kedalam mobil. Dan lagi-lagi aku menurut.

“Kita mau kemana?” tanyaku setengah berteriak.

“Kau bisa diam?” tanyanya kesal.

“Katakan dulu kita mau kemana, baru aku diam” jawabku tak mau kalah.

“Pasang sabuk pengamanmu.. Atau kau mau aku yang memasangkan?” tanyanya saat aku tak menuruti kata-katanya.

Tiba-tiba dia mendekat kearahku, wajahnya terlihat sangat dekat sehingga membuat jantungku seakan ingin melompat keluar.

“Bi..ar.. Biar aku saja” jawabku langsung memasang sabuk pengaman.

Sepanjang perjalanan namja disampingku ini hanya fokus pada jalan didepannya. Aku juga tak berani untuk bertanya lagi. Entah mengapa setiap menatap mata namja ini jantungku seakan berdetak 2 kali lipat dari biasanya. Kata orang-orang kalau kita jatuh cinta maka jantung akan berdetak kencang seperti itu. Tapi apa benar aku jatuh cinta pada namjachingu unnieku sendiri?

‘Tidak.. Ini tidak boleh terjadi’ batinku sambil menggeleng kepalaku keras.

“Gwenchana?” tanyanya saat melihatku beberapa kali menggelengkan kepalaku.

“Kenapa kalian semua senang membuat orang penasaran? Pertama unnie, sekarang anda. Dengar tuan Shim, aku akan setuju dan tidak akan membuat masalah selama kau membahagiakan unnieku. Lagipula kau harusnya minta..”

Chu..

Ciuman pertamaku…

Bibirnya begitu lembut dan hangat. Namun segera kesadaranku datang, dengan sedikit mengeluarkan tenaga aku mendorong tubuh namja ini.

“Bagaimana bisa anda mencium adik dari yeojachingu anda sendiri? Aku akan memberitahu Taeyeon unnie kalau..”

“Kalau kau masih banyak bicara aku akan menciummu lagi” katanya mendekatkan wajahnya kembali padaku.

“Aish.. Menyebalkan” teriakku kesal.

Namja ini pun segera melajukan mobilnya kesebuah bukit kecil. Setelah sampai dia langsung turun begitu saja tanpa mengatakan apa-apa padaku. Akhirnya aku pun ikut turun dan berdiri disampingnya. Pemandangan kota Seoul dimalam hari terlihat jelas dan sangat indah diatas ini.

Pertama kalinya aku melihat dan hal ini membuatku takjub. Tanpa sadar ada sepasang mata yang memandang kearahku. Dan orang itu adalah Shim Changmin.

“Mengapa menatapku begitu?” tanyaku kesal mengingat kembali kejadian sewaktu dimobil tadi.

“Ani.. Aku hanya sedang mengagumi kecantikanmu” jawabnya jujur.

“Mwo.. Kini kau terang-terangan memujiku? Aku tak percaya unnieku jatuh cinta pada namja playboy sepertimu” kataku kesal sekaligus menutupi rasa deg-degan saat dia menatapku.

“Apa kau masih menganggap aku ini namjachingu, unniemu?” tanyanya dengan nada menyelidik.

“Tentu saja, itu sudah jelas” jawabku.

“Meskipun tadi aku menciummu?” tanyanya lagi.

“Aish.. Kau namja yadong. Jangan pikir kau akan selamat, nanti aku akan mengadu pada Taeyeon unnie kalau kau namja yang tidak baik” ancamku.

“Adukan saja, aku ingin mendengar dan melihat reaksi Taeyeon saat kau menceritakan bahwa aku sudah merebut ciuman pertamamu” jawabnya santai sambil mengeluarkan evil smirk nya.

“Ciuman pertama? I..Itu bukan ciuman pertamaku. Kau tahu aku sudah sering melakukannya dengan namjachinguku” kataku berbohong.

“Kau mempunyai namjachingu?” tanyanya terlihat kaget.

“Nde.. Aku sudah pacaran selama 3 tahun dengannya” kataku semakin bersemangat setelah melihat reaksinya.

“Tapi Taeyeon tidak pernah mengatakan apapun soal itu” katanya sedikit pelan tapi masih bisa terdengar olehku.

“Mwo.. Apa saja yang Taeyeon unnie ceritakan padamu?” tanyaku semakin bingung, kenapa Taeyeon unnie harus menceritakan tentang dirinya pada orang lain.

“Kalau begitu kenalkan aku dengan namjachingumu, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi. Setuju?” kata Changmin memberikan penawaran.

“Ya!! Memangnya kau siapa, aku harus mengenalkan namjachinguku padamu? Dan kau memang sudah seharusnya tidak menggangguku” teriakku kesal.

“Kalau kau tidak bisa mengenalkannya padaku, aku anggap kalau kau tidak memiliki namjachingu. Jadi tidak akan ada masalah kalau aku mendekatimu” jawabnya santai lalu masuk kedalam mobil.

‘Sial.. Siapa namja yang akan kuperkenalkan padanya? Aish.. Hanya Onew oppa jalan keluar satu-satunya’ batinku.

“Hei.. Kenapa kau mau mendekatiku? Sebenarnya kau dan Taeyeon unnie itu pacaran atau tidak?” tanyaku setelah duduk didalam mobilnya.

“Kalau aku bilang tidak, memangnya kau akan percaya? Jadi kapan kau akan memperkenalkan aku dengan namjachingumu itu?” tanyanya sambil memandang lurus kedepan.

“Aish.. Aku bisa gila. Punya unnie yang kelakuannya aneh sekarang ditambah dengan calon kakak ipar yang playboy” jawabku mengacak-acak rambutku sendiri.

“Bagaimana kalau besok?” tanyanya yang jelas-jelas tidak terpengaruh dengan sikapku.
“Tidak bisa, aku sibuk” jawabku ketus.

“Bukankah kau masih kelas 2, kenapa kau lebih sibuk dari seorang direktur perusahaan besar sepertiku?” tanyanya sambil menyombongkan diri.

“Ya!! Itu terserah aku, lagi pula untuk apa terburu-buru mengenalkan namjachinguku padamu?” tanyaku tak habis pikir dengan sikap namja ini.

“Kau tahu semakin cepat aku tahu kau tidak memiliki namjachingu, semakin cepat pula kita akan menikah” jawabnya yang membuatku kaget.

“Mwo.. Kita.. Menikah? Kau tidak salah bicara?” tanyaku kaget sekaligus bingung.

“Aish.. Jadi besok pulang sekolah aku akan menjemputmu” katanya.

“Tapi..”

“Pasang sabuk pengamanmu, atau mau aku yang memasangkan nona Im?” tanyanya mulai mendekatkan wajahnya padaku.

Sial.. Namja ini benar-benar mengetahui kelemahanku. Hanya melihat tatapan matanya yang tajam sudah bisa membuat jantungku berdegup tak karuan. Ditambah mukaku yang memanas dan pasti merah.

Dengan sedikit terburu-buru aku memasang sabuk pengaman, setelah selesai dia lalu menjalankan kembali mobil menuju kerumahku.

“Darimana kau tahu rumahku?” tanyaku penasaran.

“Taeyeon.. Cepatlah masuk, aku berjanji pada Taeyeon akan mengantarmu pulang tepat jam 10. Aku tidak mau sampai melanggar janjiku sendiri” katanya.

Kulihat jam tanganku menunjukkan jam 10 kurang 5 menit. Namja ini benar-benar menepati janjinya. Tapi kapan dia berjanji pada unnie?

“Kenapa?” tanyanya saat melihatku ingin menanyakan sesuatu.

“Ani.. Kamshamhamnida” jawabku segera keluar dari mobilnya.

“Ingat.. Besok pulang sekolah, aku akan menjemputmu. Jangan mencoba kabur” teriaknya saat aku akan membuka pintu rumah.

“Aish.. Tenang saja, aku bukan orang yang akan lari dari tanggung jawab” jawabku asal lalu.

Kulihat mobilnya perlahan meninggalkan halaman depan rumah.

“Ya!! Im Yoona.. Kenapa kau mengintip seperti itu? Memangnya ada siapa diluar?” tanya Taeyeon unnie mengagetkanku.

“Aish.. Unnie.. Kau mengagetkanku saja. Tidak ada apa-apa, aku mau tidur dulu” dengan segera aku berlari menuju atas.

“Bagaimana kencanmu dengan Changmin oppa?” tanya Taeyeon unnie sambil tersenyum.

“Mwo.. Unnie, kau ini aneh sekali. Dia itu namjachingumu kenapa kau bisa sesantai itu?” tanyaku balik merasa aneh dengan tingkahnya hari ini.

“Ceritakan padaku, kalian tadi kemana saja dan apa yang kalian bicarakan?” tanyanya tak mau mengalah sedikit pun.

“Tidak ada unnie, sudah aku mau tidur” jawabku dengan kesal dan segera berlari kedalam kamar.

“Ya!! Im Yoona.. Baiklah, tapi besok pagi kau harus menceritakan padaku. Mimpi yang indah, Yoongie..” teriaknya sambil tertawa kencang.

Apa-apaan unnie itu, bagaimana bisa dia sebahagia itu melihat namjachingunya bersama yeoja lain. Atau jangan-jangan? Ani.. Ani.. Tidak mungkin.

***

Pagi ini Yoona terlambat lagi, sepanjang malam dia tidak bisa tidur memikirkan tingkah Shim Changmin dan juga cara agar Onew mau mengikuti permainannya.

“Im Yoona.. Terlambat lagi? Dan mana unnie mu, kenapa tidak datang bersamamu?” tiba-tiba Kim songsaenim mengagetkan Yoona yang sedang mengendap-endap kedalam kelas.

‘Oh Tuhan.. Aku lupa memberitahu Taeyeon unnie’ batin Yoona.

“Mianhae Kim songsaenim, aku lupa memberitahu Taeyeon unnie kalau kau rindu ingin bertemu dengannya” jawab Yoona sambil tertawa melihat reaksi Kim songsaenim.

“Im Yoona.. Kau.. Sudah masuk kelas sana, aku lelah menghadapimu” katanya kesal sambil memegang tengkuk, ciri khas ahjussi/ahjumma.

“Kamsamhamnida Kim songsaenim” jawab Yoona sambil terkekeh melihat songsaenim kesayangannya itu.

Yoona segera masuk kedalam kelas, namun pikirannya tidak benar-benar fokus pada pelajaran hari ini. Kalau ini jam pelajarannya Kim songsaenim, mungkin sudah dari tadi dia mendapat hukuman karena melamun.

Bunyi bel nyaring itu membuat Yoona segera berlari keluar kelas, bukan karena ingin segera mengisi perut kosongnya tapi untuk segera bertemu dengan dewa penyelamatnya.

“Onew oppa..” teriak Yoona yang kini sudah berdiri di pintu kelas Onew.

“Yoong.. Ada apa? Biasanya kau menungguku dikantin, pasti ada hal penting. Cepat katakan?” tanya Onew yang sudah hafal kebiasaan sahabatnya itu.

“Itu.. Itu..” kata Yoona gugup.

“Ya!! Cepat katakan! Dan tumben sekali kau gugup seperti itu?” bentak Onew penasaran.

“Jadilah namjachinguku” tembak Yoona cepat.

“Mwo..” Onew pun kaget mendengarnya.

“Itu.. Jadilah namjachingu bohongan untukku” kata Yoona akhirnya.

“Memangnya ada apa?” tanya Onew sedikit lebih tenang.

Yoona pun segera menceritakan kejadian yang terjadi kemarin. Onew pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.

“Oppa.. Jawab aku” tanya Yoona yang masih menunggu jawaban Onew.

“Arasso.. Aku mau jadi namjachingumu” jawab Onew akhirnya sambil membuang nafas kasar.

Ternyata Sooyoung mendengar setengah pembicaraan Yoona dan Onew, terlihat wajahnya sedih dan matanya pun tak dapat membendung air mata yang sedari tadi mendesak untuk keluar. Sooyoung segera berlari meninggalkan Yoona dan Onew dengan perasaan hancur.

“Mian..” kata Sooyoung saat tak sengaja menabrak seseorang.

“Soo..” bisik Onew pelan saat melihat Sooyoung berlari menjauh dari tempat mereka duduk.

“Sooyoung tunggu..” teriak Yoona.

“Aish.. Bagaimana ini, sepertinya Sooyoung salah paham” kata Onew dengan perasaan cemas.

“Kajja oppa, kita cari Sooyoung. Aku tak mau hubungan kalian rusak hanya karena aku” kata Yoona sambil menarik tangan Onew untuk mencari Sooyoung.

Yoona dan Onew pun pergi ke taman belakang yang memang sudah menjadi tempat favorit mereka bertiga.

“Soo..” panggil Onew ketika melihat Sooyoung sedang menangis.

“Pergi kalian, dasar pengkhianat” teriak Sooyoung masih dengan linangan air matanya.

“Mwo.. Siapa yang kau bilang pengkhianat?” tanya Onew polos.

“Kalian berdua.. Sahabat yang dengan tega menyukai namjachingu sahabatnya sendiri dan namjachingu yang tak setia sepertimu” teriak Sooyoung lebih keras lagi menumpahkan semua kekesalannya.

“Hahaha…” tawa Yoona pun pecah mendengar pengakuan sahabatnya itu.

“Ya!! Kenapa kau tertawa? Aish.. Aku tak akan menolongmu” Onew pun kesal melihat tingkah Yoona.

“Mian oppa.. Kumohon tolong aku kali ini saja” mohon Yoona dengan sambil mengeluarkan jurus andalannya puppy eyes.

“Aish.. Kalian bicara apa? Jangan membuatku bingung” kata Sooyoung yang merasa diabaikan oleh sepasang sahabat didepannya kini.

“Soo.. Sebenarnya aku meminta Onew oppa berpura-pura menjadi namjachinguku. Mana mungkin aku akan mengkhianati sahabat sebaik dirimu Sooyoung” terang Yoona akhirnya setelah berhasil mengontrol tawanya tadi.

“Berpura-pura? Untuk apa?” tanya Sooyoung tak mengerti.

Yoona pun menceritakan semuanya sama persis seperti yang dia ceritakan pada Onew.

“Jadi aku salah paham?” tanya Sooyoung sekali lagi yang dijawab anggukan kepala oleh Yoona dan Onew.

“Nde Sooyoungku sayang. Tapi setidaknya sekarang aku tahu seberapa besar kau mencintaiku” goda Onew.

“Ya!! Oppa..” teriak Sooyoung pura-pura kesal.

“Aish.. Cukup bermesraannya. Bagaimana Soo, apa kau mengijinkan aku meminjam Onew oppa mu ini?” tanya Yoona yang kesal melihat kemesraan sepasang kekasih dihadapannya.

“Kau boleh meminjamnya kapan pun juga Yoong..” jawab Sooyoung dengan tersenyum.

Kesalah pahaman yang selalu berakhir dengan indah bila kejujuran itu tiba. Yoona merasa senang memiliki sahabat seperti Sooyoung dan Onew. Walaupun terkadang Onew akan membuatnya kesal dengan tingkah lakunya, berpura-pura bahwa dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Sooyoung dan secara terang-terangan menggoda Yoona. Tapi itulah keunikan persahabatan mereka.

Yoona PoV

Lega rasanya masalah satu selesai, tinggal membereskan namja bernama Shim Changmin yang sebentar lagi akan muncul.

“Tapi, bukankah Taeyeon noona tahu kalau aku ini namjachingunya Sooyoung?” tanya Onew membuat kesadaranku kembali.

“Omo… Aku lupa, lalu bagaimana?” tanyaku panik.

Aku lupa kalau selama ini Taeyeon unnie bagian dari persahabatan antara aku, Sooyoung dan Onew oppa. Bahkan saat Onew oppa mengungkapkan perasaannya kepada Sooyoung, Taeyeon unnie yang membantu.

“Kalau namja bernama Shim Changmin itu tidak bertanya pada Taeyeon unnie, mungkin kau tak akan ketahuan” jawab Sooyoung santai.

“Aku tidak yakin Soo..” kataku pasrah.

“Apa maksudmu?” tanya Onew oppa.

“Taeyeon unnie menceritakan segalanya tentangku kepada namja bernama Shim Changmin itu, lalu saat dia membawaku dari restoran dia meminta ijin kepada Taeyeon unnie. Bagaimana ini?” kata-kata putus asa keluar begitu saja dari mulutku.

“Apa kau tak curiga dengan semua kejadian ini Yoong?” tanya Onew oppa kembali.

“Maksudmu apa oppa?” tanya Sooyoung kini.

Aku melihat Onew oppa yang terdiam seperti memikirkan sesuatu.

“Oppa..” panggilku.

“Begini.. Taeyeon noona menceritakan tentangmu kepada namja bernama Shim Changmin itu, lalu saat kau bilang bahwa namja itu adalah kakak iparmu mereka malah terkejut dan terakhir kalau dia memang namjachingu Taeyeon noona tidak mungkin Taeyeon noona mengijinkan namjachingunya bersama yeoja lain. Dan kenapa Taeyeon noona harus penasaran dengan ceritamu bersama namja itu?” kata Onew oppa serius.

“Point dari semua itu apa?” tanyaku tak mengerti.

“Ya!! Kau ini…” teriak Onew kesal ingin memukul kepalaku.

“Omo.. Aku mengerti, aku mengerti maksudmu oppa” teriak Sooyoung tiba-tiba.

“Apa..?” tanyaku sambil melihat bingung kedua sahabat didepanku sekarang yang sedang menatap tajam kearahku.

“Kau dijodohkan dengan Shim Changmin..” teriak Sooyoung sambil memukul kepalaku.

“Aish.. Mwo? Dijodohkan..? Ani.. Ani.. Kalian bercanda bukan?” tanyaku tak percaya mereka berdua kompak menarik kesimpulan yang sama.

“Ya!! Pabo.. Untuk apa juga kau harus bertemu dengan keluarga namja itu kalau bukan untuk dijodohkan?” tanya Sooyoung dengan membabi buta.

“Benarkah? Ya Tuhan.. Jangan sampai itu benar. Aku ini masih sekolah, kenapa harus aku yang dijodohkan? Kenapa bukan Taeyeon unnie?” tanyaku merengek.

“Kalau itu kami tak tahu jawabannya, kau harus bertanya langsung kepada Taeyeon noona, orang tuamu atau namja bernama Shim Changmin itu” jawab Onew.

“Jadi.. Rencanamu memperkenalkan Onew oppa sebagai namjachingumu bagaimana?” tanya Sooyoung mengingatkan.

“Tentu saja jadi, aku yakin Shim Changmin itu tidak tahu apa-apa soal ini. Kalau pun nanti ketahuan, aku pasrah” jawabku sambil menghela nafas panjang.

Ah.. Aku benar-benar gila dibuat oleh Taeyeon unnie dan Shim Changmin itu. Semoga saja dugaan Onew oppa dan Sooyoung salah.

Ring……..

Bel yang tidak kuharapkan kali ini. Rasanya menyayat hati. Tuhan selamatkan aku.

***

“Yoong… Ya!! Yoong..” teriak Sooyoung mengagetkan Yoona.

“Jangan berteriak Soo, suaramu jelek” jawab Yoona asal yang mendapat jitakan mesra dikepalanya.

“Ya!! Im Yoona… Aku baru saja memukul kepalamu, bisakah kau berteriak kesakitan?” tanya Sooyoung.

“Awww..” teriak Yoona datar.

“Mwo.. Oppa, kau harus membuat Yoonaku normal kembali. Kumohon padamu” pinta Sooyoung pada Onew.

Yoona pun berjalan keluar sekolah tanpa menyadari tatapan khawatir dari kedua sahabatnya itu.

“Kau lihat oppa? Yoong ku menjadi gila” teriak Sooyoung.

“Aish.. Soo, kau terlalu berlebihan. Biarkan saja dia, mungkin dia sedang gugup karena sebentar lagi harus bertemu dengan namja aneh bernama Shim Changmin” jawab Onew sambil berjalan kearah pintu gerbang sekolah mereka.

Tiba-tiba Yoona berhenti dan terdiam didepan gerbang dengan tatapan mata lurus kedepan. Sooyoung dan Onew yang penasaran pun mengikuti arah pandangan Yoona. Seorang namja tinggi terlihat tampan dengan setelan jas hitamnya sedang berdiri didepan sebuah mobil mewah tersenyum sangat manis kearah Yoona.

“Aku yakin dia Shim Changmin yang dimaksud Yoona” terka Sooyoung masih fokus memperhatikan namja tampan itu yang kini perlahan berjalan mendekat kearah mereka bertiga.

“Hai.. Bagaimana tidurmu semalam nona Im?” tanya Changmin mengagetkan Yoona dari lamunannya.

“Bukan urusanmu” tanya Yoona kesal.

“Tentu saja itu urusanku, bagaimana pun juga tidurmu jadi tak nyenyak karena aku” jawab Changmin dengan percaya diri.

Sooyoung dan Onew hanya bisa tertawa melihat reaksi Yoona yang kaget mendengar jawaban Changmin.

“Ya!! Tuan Shim, sejak kapan aku memikirkanmu?” jawab Yoona semakin kesal.

“Sejak ciuman pertamamu kuambil” jawab Changmin.

“Mwo.. Yoong, jadi dia..”

“Kenapa bagian itu tidak kau ceritakan padaku?” teriak Sooyoung memotong perkataan Onew.

“Kalian siapa?” tanya Changmin melihat kearah Sooyoung dan Onew.

“Oh perkenalkan aku Sooyoung sahabat Yoona” jawab Sooyoung langsung mengulurkan tangannya ke Changmin.

“Dan aku..”

“Namjachinguku” teriak Yoona cepat.

“Ah.. Nde, aku Onew namjachingunya Yoona” kata Onew mengulurkan tangannya kearah Changmin.

“Benarkah? Bukankah kau namjachingunya Sooyoung?” tanya Changmin tenang.
“Mwo.. Bagai..”

“Ya!! Kau menuduhku berbohong?” protes Yoona sambil menutup mulut Sooyoung.

“Kalau begitu buktikan” perintah Changmin.

“Mwo..” kaget Sooyoung, Yoona dan Onew.

“Kalau dia memang namjachingumu seharusnya tadi dia langsung memukulku saat kukatakan aku menciummu. Tapi dia tidak melakukannya jadi aku yakin nona Im, kau sedang berbohong padaku. Tapi kalau kau merasa tidak berbohong, buktikan kalau kalian pacaran” kata Changmin dengan senyum mautnya.

Yoona yang semakin kesal melihat sikap Changmin mencoba untuk membuktikan pada namja didepannya ini, setidaknya Sooyoung sudah mengijinkan dia meminjam Onew. Saat Yoona mendekat kearah Onew hendak menciumnya, Sooyoung yang berdiri disamping Onew menahan nafas.

Dan tiba-tiba…

“Aku tidak bisa melakukannya..”

“Aku tidak rela melihatnya..”

“Aku tidak mau..”

Teriak mereka bertiga serempak yang menyebabkan Changmin tertawa keras melihat kelakuan tiga orang didepannya. Yoona, Sooyoung dan Onew pun otomatis saling menoleh satu sama lain.

“Ya!! Hentikan tawamu itu tuan Shim” teriak Yoona kesal.

“Jadi kau mau mengaku?” tanya Changmin menghentikan tawanya.

“Nde.. Aku mengaku. Onew oppa bukan namjachinguku melainkan namjachingunya Sooyoung. Kau puas, tuan Shim?” jawab Yoona.

“Puas.. Kau ingat perjanjian kita semalam?” tanya Changmin sambil mendekatkan wajahnya kewajah Yoona.

“Mwo.. Per.. Perjanjian apa?” tanya Yoona menutupi rasa gugupnya setiap Changmin menatap matanya.

“Kita akan menikah” kata Changmin sambil berjalan kearah mobilnya membukakan pintu untuk Yoona.

“Mwo.. Menikah?” kaget Yoona.

“Ya!! Im Yoona, apa kubilang kalau dia itu calon suamimu” kata Onew yang kini tertawa puas setelah terbukti analisanya benar.

“Chukae Yoong.. Chukae Changmin oppa..” teriak Sooyoung sambil berhigh five dengan Onew.

“Kalian.. Kalian mau mati, hah?!” teriak Yoona tak kalah kerasnya melihat sepasang sahabatnya kini sudah berlari menghindari amukannya.

“Gomawo Onew dan Sooyoung. Kalian harus ikut mempersiapkan pernikahan kami” kata Changmin sambil menjabat tangan Sooyoung dan Onew.

“Tentu saja hyung..” jawab Onew mantap.

“Jaga Yoong kami dengan baik oppa” kata Sooyoung langsung masuk kedalam mobil Onew.

Yoona benar-benar kaget dengan tingkah kedua sahabatnya itu yang secepat itu menjadi akrab dengan Changmin.

“Nona Im.. Kau mau terus berdiri disana?” tanya Changmin menyadarkan Yoona.

Dengan perasaan kesal dan terpaksa karena penasaran akhirnya Yoona melangkah kearah mobil Changmin dan langsung duduk didalam mobil. Changmin yang melihat hanya bisa tersenyum geli melihat calon istrinya itu.

“Jadi.. Kau bukan namjachingunya Taeyeon unnie?” tanya Yoona membuka percakapan.

“Nde..” jawab Changmin singkat.

“Sejak kapan kita dijodohkan?” tanya Yoona lagi.

“Sejak kau lahir” jawab Changmin.

TBC

Advertisements

47 comments on “I Love You, Mr. Shim [Part 1]

  1. wuah da ff baru,,
    kren thor,,
    sempat bingung di awal.a…
    Phy akhir.a ngeria jga,,
    next part asap ya thor,,
    d t’gu ff lain.a…

  2. seru,,,lucu,,,gemes,,, aku br baca ff pairingnya changyoon, lanjut bkn penasaran 🙂 aku jg suka ama yoona siapa pun yg di pairing ama yoona aku suka, tp aku tetep lebih suka kl yoona ama donghae (Yoonhae) #no bash# thor bkn ff yoonhae lg dg, gomawo 🙂 😉

  3. Waaaaa.. Astaga.. Daebak eonnie! Ceritanya bikin greget dan bikin aku ketawa ketawa sendiri.. Wkwkwk XD
    Aku sih agak aneh sama pairingnya Yoona-Changmin, soalnya aku belom nemu FFnya.. (‘-‘?)
    Tapi ceritanya mah keren eonnie.. Next chapternya asap ne eon.. Fighting!’O’)9

  4. wwawwwawahhhh DAEBAK Thor ffnya …
    heheheh Lcu bnget Yoong Unnie sma Changmin Oppa ….
    Di tnggu yha kLanjuyannya and jngan Lma” !!! 🙂

  5. wkwkwk..
    gemes bacanya, kadang bikin ketawa juga..
    terakhir baca FF yg pairingnya changyoon itu 5 bulan yg lalu, skrg ada lagi, #kyaaa kangennn.. soalnya mereka sama-sama lucu, meskipun feel nya sedikit rada gak dapet (?) #lirik YoonHae >,<
    ditungguu yahh eonn, next chapnya ^^

  6. Whahaaaa .. Lucu yoona sm changmin ko lg berkelahi , lanjut thor .. Penasaran ni ma kelanjutannya 😀

  7. Keren, haha. Lucu sama kelakuan Yoona di ff ini. Chagminnya juga lagi ngegodain Yoona terus.
    Senyum sambil ketawa-ketawa sendiri baca ff ini.
    Next part-nya di tunngguu ya author !! 🙂

  8. Annyeonghaseo author.. Aku readers baru disini.. Salam kenal ^^)/ wah ff nya keren,, changmin sama yoona i like it.. Next partny jangan lama-lama ya.. Hwaiting ^.^)~

  9. anyeong.. aq reader baru disini….
    ceritanya lucu….
    aq penasaran sama kelanjutannya…

    ditunggu next part nya …

  10. salam kenal aku pembaca baru.. Wah keren, jalan ceritanya bagus… Jd makin penasaran kelanjutannya nie, makasih ya thor, ditunggu kelanjutannya n_n

  11. kyaaaa changyoon <3<3<3
    suka banget sama pairing n ceritanyaaa ditunggu kelanjutannya yah author … fighting.

  12. Bru tau da FF ini.. Sumpah kocak bngtt.. Antar 3 sekawan.. Terus Yoona ma taeyeon dan yoonA ma changmin heheh kocak bikin perut sakit.. Dan tumben dan couple yoonA-changmin.. FF nya bnr fresh g bikin tegang.. Lanjutnya jngn lama2 yaa chingu

  13. Omo.. Beneran kan ini changyoon?
    Waauuw.. Seneng gak keabisan (?).
    Nemu ff changyoon yg biasa aku temukan di aff skrg ada disini..
    Aku jatuh cinta sm couple ini stelah bc ff badai di aff,, *curhat*
    .
    Whhooo, cpet publish thor, gentle changminnya itu bkin greget. Jangan diilangin. Dan always chidlish Yoona.
    Pnasaran sm perjodohan mreka, gmana bakal jadi nya, pasti sgt sweet, kocak, dan cute.
    .
    Plus, ff I’m sorry to hurt you jga. Slh stu ff yg aku tuggu. Publish juga thor. Bkin mreka bahagia, sweet end.
    .Gomawo..:)

  14. Insyaallah ff yang tbc mau dilanjutin. Kerjaan dikantor author udah gak terlalu banyak seperti kmaren2. Kangen banget pengen nulis ff lagi. Semoga author bisa posting dalam waktu dekat.

    Buat yang sudah rajin ngunjungi blog ini makasi banyak. Author tau kok rasanya nungguin ff yang tbc itu. Terima kasih sudah bersabar 😀

  15. hahaha ,,
    lucu x liat dubu ku jd kyak gtu , yoona juga ksian amat nasib.a d ff nie..
    lanjutin thor ,-

  16. halo author..slm knal aq reader baru
    ijin baca ffx..
    wach aq baru nemuin ff yoona changmin
    seru crrita nya..
    thor dlnjutin ga ffx?sayng bgt law ga dlnjutin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s