It’s Same Blue Like Beginning, I Meet You [Part 5] End

Judul : It’s Same Blue, Like Beginning I Meet You (Sequel Blue, Color Of My Life)

Kategori : Romance

Cast :

Im Yoona

Lee Donghae

Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Jung Soo Yeon a.k.a Jessica

“Mwo? Donghae oppa bilang, Im Yoona itu istrinya? Ani.. Aku tidak bisa mempercayainya sebelum mendengar sendiri dari mulut Donghae oppa” kata Jessica saat mendengar rumor yang beredar mengenai status hubungan Lee Donghae dan Im Yoona.

Jessica segera berlari kegedung sebelah mencari Donghae. Disepanjang koridor mahasiswa berbisik-bisik tentang hubungan Donghae dan Yoona. Tak berapa lama, Jessica pun tiba didepan studio. Namun kali ini suasana studio sangat ramai, karena dipergunakan untuk latihan mahasiswa-mahasiswa seni lukis.

Dengan sedikit ragu, Jessica melangkah kedalam studio. Diedarkan pandangannya keseluruh studio mencari sosok Donghae. Mahasiswa-mahasiswa yang sedang sibuk melukis akhirnya terpecah konsentrasinya demi melihat sesosok yeoja yang sekarang terlihat seperti singa kelaparan.

Disudut studio Donghae yang sedang sibuk mengajarkan Yoona teknik melukis pun tak sadar kalau Jessica berjalan menghampiri mereka.

“Oppa.. Apa demi membela yeoja ini kau sanggup menghancurkan reputasimu?” teriak Jessica menatap tajam kearah Yoona.

“Jessica.. Apa yang kau bicarakan?” tanya Donghae yang sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Jessica.

“Dasar yeoja murahan..” teriak Jessica sambil menyiram wajah Yoona dengan air pembersih kuas yang ada didekatnya.

“Jessica.. Cukup, kau sudah keterlaluan!” teriak Donghae sambil mencengkeram tangan Jessica keras.

“Oppa.. Yeoja ini tidak pantas kau bela. Apa kau tidak dengar, seluruh kampus membicarakanmu, mereka bilang kalau kau adalah suami dari yeoja murahan ini” jawab Jessica.

“Kau tidak sepantasnya menyebut dia yeoja murahan, kau pikir kelakuanmu selama ini tidak lebih murahan?” tanya Donghae yang semakin mengeratkan cengkeraman tangannya ditangan Jessica.

“Op pa.. Sakit! Lepaskan tanganmu” teriak Jessica sambil meringis.

Donghae sama sekali tidak melepaskan tangan Jessica, semua mahasiswa seni lukis yang ada distudio kaget melihat sikap Donghae ini. Mata Donghae yang selalu teduh terlihat memerah seperti orang kesetanan. Jessica semakin takut melihat sosok Donghae yang sangat berbeda dari biasanya.

“Oppa..” panggil Yoona sambil memegang bahu Donghae.

Donghae yang tersadar setelah melihat Yoona disampingnya pun segera melepaskan cengkeraman tangannya.

“Mian..” kata Donghae pada Jessica.

“Donghae oppa, kau kenapa berubah seperti ini? Apakah yeoja murahan ini yang membuatmu seperti tadi?” tanya Jessica dengan suara yang agak bergetar.

“Sudah kubilang dia bukan yeoja murahan. Im Yoona, yang berdiri disampingku ini adalah istriku. Jadi kau jangan pernah memfitnah atau pun berencana untuk menyakitinya, karena aku akan berbuat hal yang lebih buruk padamu. Kau mengerti?” teriak Donghae kesal.

“Aku tidak percaya, kau hanya ingin membuat aku sakit hati kan oppa?” tanya Jessica yang masih susah menerima kenyataan ini.

“Terserah kau percaya atau tidak. Yang jelas mulai hari ini kalau ada sesuatu yang terjadi kepada Yoona, aku tahu siapa yang harus aku cari untuk meminta pertanggung jawaban” ancam Donghae.

Eunhyuk, Seohyun, Jessica bahkan Yoona sekali pun sangat kaget dengan reaksi Donghae. Mereka baru tahu sisi lain dari Donghae yang terkenal sangat ramah dan hangat itu.

“Jadi untuk apa lagi kau masih ada disini, yeoja barbie?” tanya Seohyun dengan nada sarkatisnya.

Jessica pun kesal melihat semua orang memandangnya dengan pandangan yang sangat sulit untuk diartikan. Dengan sedikit berlari, Jessica pun meninggalkan studio dengan diringi teriakan dari mahasiswa-mahasiswa disana.

“Jadi Im Yoona ini benar-benar istrimu?” tanya salah satu teman sekelas Yoona yang mewakili mahasiswa lainnya.

“Nde.. Dia istriku. Kami menikah setelah Yoona lulus sekolah, tapi kami sepakat untuk menyembunyikan dulu status kami. Tapi ternyata hal itulah yang menjadi masalah, jadi terpaksa aku harus membongkar semuanya” terang Donghae yang disambut anggukan dari mahasiswa-mahasiswa tadi.

“Lalu soal bulimia itu?” tanya mahasiswa itu sedikit berhati-hati.

“Ani.. Itu semua fitnah. Yang sebenarnya adalah..”

“Yoona hamil, dan aku akan jadi ahjussi diusia semuda ini” potong Eunhyuk dengan lantang dan wajah yang sedih.

“Ya!! Oppa.. Kau masih memikirkan hal itu? Terima saja kenyataannya bahwa kau itu memang sudah tua” teriak Seohyun kesal melihat tingkah Eunhyuk.

Yoona dan Donghae hanya bisa tertawa melihat kedua sahabatnya terlihat akur (?). Mahasiswa-mahasiswa itu pun menghampiri Yoona.

“Chukae Yoona..” kata teman-teman Yoona.

“Gomawo..” jawab Yoona terharu karena masalahnya bisa terselesaikan dengan baik kecuali dengan Jessica.

“Jadi mulai hari ini, aku harap kalian membantuku menjaga Yoona dan calon bayi kami” kata Donghae sambil membungkukkan badannya kearah teman-teman Yoona.

“Tidak perlu khawatir sunbae, kami tidak akan terpancing fitnah lagi” jawab salah satu dari mereka yang disetujui oleh yang lainnya.

Yoona PoV

Setelah selesai melukis badanku rasanya sakit semua, mungkin karena terlalu banyak duduk membuat pinggangku rasanya seperti mau patah. Perutku juga lapar, tapi aku harus mencuci wajahku terlebih dahulu. Air yang disiram kewajahku tadi pasti meninggalkan bekas.

“Yoong, kau mau kemana?” tanya Donghae oppa.

“Aku mau kekamar mandi oppa, wajahku pasti kotor karena air tadi” jawabku sambil membereskan peralatan melukisku.

“Biar aku saja, pergilah bersama Seohyun. Nanti aku menyusul kalian” kata Donghae oppa sambil mengambil kuas yang aku pegang.

“Gomawo oppa. Kajja, Seo..” kataku menarik Seohyun keluar dari studio.

Sepanjang jalan Seohyun menceritakan kekesalannya terhadap Eunhyuk oppa, yang membuat aku tertawa terbahak-bahak.

“Yoong.. Aku sedang kesal, kenapa kau malah tertawa?” tanya Seohyun sambil memanyunkan bibirnya.

“Seo.. Kau tahu, kau akan bercerita sepanjang hari tentang sesuatu hal kalau hal itu sangat-sangat kau sukai. Apa kau yakin, kalau kau tidak menyukai Eunhyuk oppa?” tanyaku menggodanya.

“A..Ani.. Kau itu sembarangan sekali menebak. Aku sama sekali tidak menyukai Eunhyuk oppa. Dia itu orang paling menyebalkan, cerewet, tidak tahu diri, yadong, pokoknya semua yang jelek-jelek ada pada dirinya. Oh iya satu lagi, dia itu ahjussi yang tidak tampan sedikit pun” jawab Seohyun membabi buta.

“Seo.. Kau benar-benar menyukainya” kataku langsung masuk kedalam toilet.

“Ya!! Yoong.. Kau itu, sudah kubilang aku tidak menyukainya sama sekali” teriak Seohyun dari luar.

“Apa terlihat jelas”

“Tentu saja Seo, kau ingat saat pertama kali kau menyukai keroro? Kau membicarakannya sepanjang hari. Lalu saat pertama kali kau tertarik dengan seni lukis dibanding balet, aku sampai bosan mendengar ceritamu. Saat..”

“Cukup.. Cukup.. Iya aku memang menyukainya, sedikit” jawab Seohyun dengan wajah merah seperti tomat.

“Ah.. Akhirnya, kau mengakui perasaanmu juga. Kau tahu, Eunhyuk oppa itu memang seperti itu. Tapi sebenarnya dia adalah namja yang baik dan bertanggung jawab. Aku senang akhirnya sahabatku bisa mendapatkan seseorang yang baik seperti Eunhyuk oppa” kataku sambil memeluk Seohyun.

“Tapi aku tidak yakin Yoong..” kata Seohyun terlihat khawatir.

“Apa maksudmu Seo?” tanyaku sambil memandang wajahnya yang terlihat sedih.

“Aku tidak yakin apakah Eunhyuk oppa juga mencintaiku atau tidak” jawab Seohyun.

“Seo.. Bukankah Eunhyuk oppa sering sekali menyatakan perasaannya terhadapmu? Yah, walaupun tidak secara langsung” kataku.

“Mmm.. Tapi?”

“Kajja.. Aku lapar, nanti setelah makan kita cari bersama solusi percintaan kalian”

“Ya!! Lee Yoona.. Jangan lari kau” teriak Seohyun kesal.

Aku pun berlari kecil menuju kantin, selain karena lapar aku juga tiba-tiba merindukan suamiku Donghae oppa. Mungkin karena hamil atau aku memang yang terlalu mencintai suamiku itu.

“Ahhh….” erangku saat kurasakan badanku menempel pada lantai dingin.

“Yoong.. Gwenchana?” tanya Seohyun khawatir saat melihatku jatuh.

“Perutku Seo, perutku sakit” teriakku sambil merasakan cairan keluar dari belahan kakiku.

“Omo.. Yoong, darah. Tolong.. Kumohon tolong aku” teriak Seohyun.

***

Beberapa mahasiswa akhirnya menolong Yoona dan ada yang pergi mencari Donghae.

“Sunbae.. Sunbae.. Itu..” kata seorang mahasiswa panik.

“Ya! Bicaralah yang jelas” kata Donghae kesal.

“Itu.. Yoona.. Yoona..” jawab mahasiswa itu masih panik.

“Mwo.. Yoona, kenapa dengan Yoona? Cepat katakan!” teriak Donghae semakin tak sabar.

“Yoona jatuh” kata mahasiswa itu.

“Jatuh.. Apa yang terjadi, dimana dia sekarang?” teriak Donghae panik sambil mencengkeram baju mahasiswa tadi.

“Seohyun dibantu yang lainnya membawa dia kerumah sakit” jawab mahasiswa itu.

“Donghae, kajja..” teriak Eunhyuk sambil menarik Donghae yang terlihat syok dengan berita tadi.

Donghae dan Eunhyuk segera berlari menuju tempat parkir. Eunhyuk berusaha menelpon Seohyun karena dia yakin sahabatnya kini tidak bisa berpikir dengan tenang.

“Seohyun dimana kalian sekarang?” tanya Eunhyuk melalui telpon.

“Kami dirumah sakit Seoul oppa. Hiks..hiks..”

“Seo.. Tenang, jangan menangis sebentar lagi kami kesana”

“Yoona.. Oppa, tadi saat jatuh dia mengeluarkan darah. Aku takut oppa, terjadi sesuatu padanya dan calon bayinya. Hiks..hiks..”

“Aku yakin Yoona kuat, sekarang kau juga harus tenang. Dan kumohon jangan menangis”

Eunhyuk langsung mengambil kunci yang ada ditangan Donghae, dia takut dalam keadaan panik seperti ini Donghae tidak bisa berpikir secara jernih. Dia memikirkan nyawanya dan juga nyawa Donghae.

“Hyuk.. Bisakah kau lebih cepat lagi?” teriak Donghae.

“Ini sudah sangat cepat Hae, tenanglah kau jangan panik seperti itu. Kau harus kuat untuk Yoona dan calon anak kalian” jawab Eunhyuk.

“Kau benar. Aku hanya takut terjadi sesuatu dengan mereka berdua” kata Donghae.

Beberapa menit kemudian..

Donghae berlari kearah emergency room, disana terlihat Seohyun dengan tampang kusutnya dan tampak sedang menangis.

“Seo..” panggil Eunhyuk saat melihat Seohyun.

“Oppa.. Yoong, oppa..” jawab Seohyun sambil berlari memeluk Eunhyuk tanpa sadar.

“Gwenchana.. Yoona itu yeoja yang kuat” jawab Eunhyuk masih kaget melihat reaksi Seohyun saat melihatnya.

“Oppa.. Mianhae, ini semua salahku” kata Seohyun sambil beralih melihat Donghae yang terduduk lemas dilantai.

“Maksudmu apa, Seo? Memangnya dia jatuh dimana?” tanya Donghae menatap Seohyun.

“Saat dikamar mandi, aku dan Yoona sedang bercanda. Yoona berlari kecil menghindariku, tapi tiba-tiba dia terpeleset. Teman-teman yang tadi datang mengatakan ada minyak yang sengaja ditumpah disana, entahlah aku benar-benar tidak mengerti” jawab Seohyun.

“Kau tidak salah, Yoona memang seperti itu. Lincah, keras kepala. Berlari tidak akan membuatnya jatuh, kecuali…”

“Ke..Kecuali apa, oppa?”

“Ada yang sengaja ingin mencelakainya”

“Mwo.. Sia.. Shit!! Yeoja barbie itu!!” teriak Seohyun marah.

Tak berapa lama dokter keluar dan membuat mereka serempak mendekati pintu tempat dokter itu berdiri.

“Bagaimana istri saya dokter?” tanya Donghae

“Nyonya Lee baik-baik saja. Bersyukur dia cepat dibawa kesini. Pendarahannya tidak berakibat fatal pada janinnya. Ini benar-benar keajaiban melihat pendarahan yang terjadi pada istri anda. Setelah istri anda kami pindahkan keruang perawatan, kalian boleh menjenguknya. Saya permisi dulu” kata dokter itu sambil berlalu dari mereka bertiga.

“Kamsamhamnida dokter” jawab Seohyun.

Tidak berapa lama terlihat suster yang ingin membawa Yoona keruang perawatan. Donghae, Seohyun dan Eunhyuk mengikuti dari belakang. Wajah Yoona yang terlihat pucat tidak menghilangkan garis kecantikan diwajahnya.

‘Mianhae Yoong, kau pasti kesakitan. Mian, aku tidak ada disampingmu’ batin Donghae melihat wajah pucat Yoona.

Setelah sampai diruang perawatan, Donghae segera duduk disamping tempat tidur Yoona sambil memegang tangan Yoona erat.

“Mian, aku tidak ada disampingmu saat kau mengalami kejadian ini. Aku janji akan berada terus disampingmu dalam kondisi apapun. Aku benar-benar berjanji ini untuk yang terakhir kalinya, aku tidak disampingmu” kata Donghae sambil menangis.

“Donghae, Yoona yeoja yang kuat. Kau dengar sendiri tadi, apa kata dokter. Jadi jangan menangis lagi fishy..” canda Eunhyuk berharap sahabatnya tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa Yoona.

“Iya oppa.. Tersenyumlah, Yoona bahkan aku pun menyukai senyum manismu itu” kata Seohyun ikut menggoda Donghae.

“Ya!! Seo.. Kenapa kau memuji Donghae? Kau.. bagaimana bisa kau menyimpan perasaan pada suami sahabatmu, hah?” teriak Eunhyuk kesal mendengar Seohyun memuji Donghae.

“Mwo.. Oppa, kau mau mati? Bagaimana bisa kau bilang aku menyukai Donghae oppa, dasar namja bodoh! Tidak punya perasaan!!” teriak Seohyun tak kalah kesalnya mendengar tuduhan Eunhyuk padanya.

Seohyun pun segera berlari meninggalkan Donghae dan Eunhyuk yang masih kaget karena untuk pertama kalinya mereka melihat Seohyun bereaksi semarah itu menanggapi kata-kata Eunhyuk.

“Ke..Kenapa dia? Biasanya dia tidak pernah semarah itu, saat aku menggodanya?” tanya Eunhyuk kaget.

“Mungkin kali ini kau keterlaluan Hyuk. Kau tahu bagaimana sayangnya dia pada Yoona, begitu pun sebaliknya. Kau malah menuduhnya menyukaiku” jawab Donghae.

“Tapi…”

“Itu karena dia menyukaimu, Eunhyuk oppa” jawab Yoona yang tiba-tiba sudah sadar.

“Yoong..”

“Mwo..”

“Syukurlah kau sudah sadar, apa karena kami terlalu berisik hingga kau sadar?” tanya Donghae khawatir.

“Anio.. Oppa, jangan khawatir aku baik-baik saja. Bayi kita..”

“Tidak apa-apa. Tuhan masih memberi kita kepercayaan untuk menjaganya. Rahimmu sangat kuat” jawab Donghae.

“Mian, aku memotong suasana romantis kalian. Yoong, bisakah kau menjelaskan ucapanmu tadi? Aku masih menunggu” tanya Eunhyuk dengan tampang polosnya.

“Hahaha.. Mian oppa. Sebenarnya sebelum aku jatuh tadi, aku menggoda Seohyun dan berencana untuk membantunya menyakinkan sesuatu..”

“Menyakinkan apa? Dan apa hubungannya dengan kata-katamu setelah kau sadar tadi?” tanya Eunhyuk memotong penjelasan Yoona.

“Ya!! Kenapa memukul kepalaku?” teriak Eunhyuk kesal.

“Jangan memotong ucapan istriku” ancam Donghae dengan tangan hendak ingin memukul kepala Eunhyuk lagi.

“Hentikan oppa. Begini Eunhyuk oppa, Seohyun menyukaimu. Tapi dia tidak yakin, apa kau juga menyukainya atau tidak. Jadi sebelum kecelakaan tadi, aku ingin membantu Seohyun agar dia yakin bahwa kau benar-benar menyukainya” jelas Yoona.

“Mwo.. Jadi Seohyun menyukaiku? Ta.. Tapi, kenapa dia harus tidak yakin kalau aku menyukainya? Bukankah selama ini aku selalu saja memberikan dia perhatian, aku bahkan mengira kalau dia memang tidak menyukaiku” tanya Eunhyuk masih bingung.

“Karena sikap tidak romantismu itu, makanya Seohyun mengira kalau kau hanya ingin mengganggunya saja” jawab Donghae cuek.

“Benarkah?” tanya Eunhyuk masih dengan kepolosannya.

“Hahaha.. Oppa..Oppa.. Sudahlah, sekarang cepat kau susul Seohyun. Aku yakin sekarang dia pasti sedang menangis” kata Yoona.

“Tapi tadi dia kemana?” tanya Eunhyuk.

“Aish.. Monkey, kau mau mati ya? Cepat cari sana! Apa semuanya harus diberitahu oleh Yoona, hah?” teriak Donghae kesal sambil bersiap memukul kepala Eunhyuk untuk kedua kalinya.

“Ya! Sahabat macam apa kau ini” teriak Eunhyuk segera berlari menghindar.

“Coba cari ditaman oppa..” teriak Yoona membantu Eunhyuk.

“Gomawo, Yoong ah. Kau terbaik. Saranghae” teriak Eunhyuk dengan gummy smile nya.

“Ya! Apa-apaan dia itu. Mengatakan cinta padamu begitu mudahnya. tapi dengan Seohyun sampai sekarang tidak bisa” kata Donghae melihat kelakuan sahabatnya tadi.

“Oppa.. Kau ini cemburu dengan Eunhyuk oppa? Benar-benar tidak bisa dipercaya” kata Yoona menggoda Donghae.

“Kau.. Dengar, aku akan cemburu dengan siapapun tidak terkecuali dengan monkey itu” jawab Donghae sambil tertawa karena tahu Yoona hanya menggodanya.

“Kuharap saat mereka kembali, kita mendengar berita baik” kata Yoona.

“Kuharap juga begitu. Tapi apa kau yakin, Seo menyukai Eunhyuk?” tanya Donghae masih tak percaya yeoja secantik Seohyun jatuh cinta dengan sahabatnya yang bertampang biasa-biasa saja.

“Oppa, kalau kau menanyakan hal itu karena berpikir Eunhyuk oppa tidak tampan aku benar-benar akan marah padamu” kata Yoona apa yang ada dipikiran Donghae.

“Hahaha.. Mian. Aku hanya bercanda Yoong” rajuk Donghae.

“Aish.. Sahabat macam apa kau ini, oppa” kesal Yoona.

“Kalau Eunhyuk terpilih sebagai kandidat apapun, aku yakin kau akan mendaftar sebagai orang pertama yang mendukungnya. Aku tidak percaya cintamu lebih besar kepada Eunhyuk dibanding suamimu sendiri” goda Donghae.

“Tentu saja aku akan mendukung Eunhyuk oppa. Tapi jangan khawatir, cintaku lebih besar padamu dibanding Eunhyuk oppa” jawab Yoona.

Seohyun PoV

“Aish.. Dasar namja jelek, seenaknya saja menuduhku yang bukan-bukan. Monkey sialan.. Apa harus aku melempar kepalanya yang yadong itu agar dia sadar? Hiks..hiks..” teriakku kesal sambil menangis mengingat ucapan Eunhyuk oppa tadi.

“Aku bersedia kau lempar, kalau itu bisa membuatmu memaafkanku” entah tahu darimana tiba-tiba Eunhyuk oppa sudah ada dibelakangku.

“Mau apa kau kesini? Pergi, aku tidak ingin diganggu” jawabku.

“Seobaby.. Mianhae..” jawab Eunhyuk oppa.

“Jangan memanggilku Seobaby, kau tahu aku paling tidak suka mendengar nama itu” kataku kesal.

“Tapi aku menyukainya. Ani.. Aku mencintaimu Seobaby” jawab Eunhyuk oppa dengan wajah serius.

“Mwo.. Oppa, jangan mempermainkan aku” kataku tak percaya.

“Ani.. Aku tidak mempermainkanmu. Mianhae Seo, tadi aku hanya cemburu karena kau memuji Donghae. Jadi tanpa sadar kata-kata itulah yang keluar dari mulut ini” katanya sambil memukul mulutnya.

“Ya!! Apa yang oppa lakukan? Sudah hentikan” kataku menahan tangan Eunhyuk oppa agar tak memukul mulutnya lagi.

“Aku tidak akan menghentikan memukul mulut ini, sampai kau mau memaafkan aku Seo” jawabnya berusaha memukul lagi dengan tangan sebelah.

“Aish.. Namja jelek, wajahmu akan semakin jelek oppa” kataku kesal lalu menghempaskan tangannya yang aku tahan.

“Mwo.. Jelek kau bilang? Lalu kenapa kau malah jatuh cinta pada namja jelek ini, hah?” godanya mengeluarkan gummy smilenya.

“Si.. Sia..pa yang bilang aku mencintaimu oppa?” tanyaku mengalihkan pandanganku kearah lain.

“Ah.. Entahlah, aku rasa Yoona atau siapa ya?” jawabnya santai.

“Dasar shiksin tidak bisa dipercaya” kesalku.

“Jadi benar, kau mencintaiku?” teriaknya sambil menggenggam tanganku erat.

“Ani.. Kau terlalu percaya diri sekali oppa” jawabku masih tak berani menatap matanya.

“Kau yakin, kalau kau tak mencintaiku? Ah.. Sayang sekali, padahal hatiku sudah tak bisa berpindah kelain hati lagi. Mungkin akan membutuhkan waktu yang lama agar sakit hati ini bisa sembuh” katanya dengan pandangan sedih.

“Aish.. Oppa.. Jangan mempermainkan aku lagi. Baiklah, aku memang mencintaimu namja jelek. Sangat mencintaimu, sampai-sampai aku bodoh tidak mencari namja lain yang lebih tampan, lebih…”

Chu..

Ciuman pertamaku, beginikah rasanya? Ciuman yang terasa lembut, penuh cinta.

“Itu cukup.. Saranghae Seobaby” kata Eunhyuk oppa setelah menciumku.

“Nado.. “ jawabku sambil tersenyum kearahnya.

***

Eunhyuk dan Seohyun kembali keruang perawatan Yoona dengan berpegangan tangan. Wajah keduanya tak lepas dari senyuman kebahagiaan.

“Mmmm… Sepertinya ada yang sedang berbahagia?” sindir Yoona saat mereka masuk.

“Yoong…” kata Seohyun sambil berlari memeluk Yoona.

Donghae pun menghampiri sahabatnya yang tengah berdiri didepan pintu sambil tersenyum malu-malu mengusap-usap tengkuknya.

“Chukae Hyuk..” kata Donghae lalu memeluk Eunhyuk erat.

“Gomawo Hae, terutama kau Yoong. Mungkin kalau tidak ada kau, sampai sekarang kami belum bersatu” jawab Eunhyuk malu.

“Aku senang oppa, akhirnya sahabatku yang cantik ini mendapatkan kebahagiaannya” kata Yoona sambil memeluk Seohyun.

“Ah.. Baiklah setelah Yoona pulang baru kita rayakan kebahagiaan ini, setuju?” tanya Donghae.

“Setuju…” jawab mereka bertiga kompak.

“Seo.. Bisakah kau menjaga Yoona untukku? Aku mau pergi sebentar, ada masalah yang harus aku selesaikan terlebih dahulu” kata Donghae.

“Tenang saja oppa, aku memang tak berniat kemana-mana. Tapi memangnya urusan apa, oppa?” tanya Seohyun penasaran.

“Itu.. Hanya masalah lukisan saja. Aku pergi dulu Yoong..” kata Donghae setelah mencium kening Yoona.

“Oppa.. Hati-hati” kata Yoona yang mengetahui suaminya berbohong.

“Nde.. Kajja Hyuk!!” ajak Donghae menyeret Eunhyuk yang terlihat masih ingin menempel terus pada Seohyun.

Seohyun hanya bisa tertawa geli melihat tingkah namjachingunya itu.

“Ya!! Aku tahu kalau kalian sedang dimabuk cinta, tapi aku mohon jangan tertawa terus seperti itu Seo. Aku tak mau sahabatku jadi gila” kata Yoona menggoda Seohyun.

“Aish.. mengganggu orang saja” jawab Seohyun memanyunkan bibirnya.

“Hahaha.. Seo, jangan melakukan hal itu didepan Eunhyuk oppa” kata Yoona.

Seohyun yang mengerti maksud arah pembicaraan Yoona pun akhirnya hanya bisa tertawa.

Sementara ditempat parkir.

“Ya!! Sebenarnya kita mau kemana? Bukankah tidak ada pesanan lukisan yang harus kita buat atau antar?” tanya Eunhyuk protes karena seenaknya saja Donghae menyeretnya.

“Memang bukan, aku hanya tak ingin mereka berdua khawatir” jawab Donghae lalu masuk kedalam mobilnya.

“Lalu urusan apa, hingga kau harus berbohong?” tanya Eunhyuk lagi.

“Jessica.. Dia harus diberi pelajaran” jawab Donghae lalu melajukan mobilnya menjauh dari rumah sakit.

Eunhyuk benar-benar tak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Kemarahan tampak jelas dimata Donghae. Dan dia hafal betul bagaimana sifat Donghae saat ini.

Setelah setengah jam, akhirnya mereka pun sampai didepan rumah Jessica. Pelayan dirumah itu masih ingat dengan Donghae karena memang Donghae dan Eunhyuk sering mengantar lukisan pesanan ayahnya Jessica. Tak berapa lama menunggu, orang yang ditunggu pun akhirnya datang dengan wajah yang sumringah.

“Donghae oppa.. Kau datang kesini untuk meminta maaf bukan? Aku yakin sikapmu dikampus tadi hanya berpura-pura, agar aku cemburu bukan?” tanya Jessica dengan bergelayut manja ditangan Donghae.

“Lepaskan tanganmu, Jessica Jung!!” teriak Donghae sambil melepaskan tangan Jessica.

“Oppa.. Kau ini kenapa?” tanya Jessica.

“Jangan berpura-pura baik Jessica. Bukankah kau yang mencoba mencelakai Yoona didepan kamar mandi?” tanya Donghae menahan emosinya.

“A.. Apa maksudmu oppa, aku sama sekali tak mengerti?” tanya Jessica gugup.

“Akui saja perbuatanmu itu, kalau tidak aku bisa melaporkan hal ini kepada tuan Jung. Dan aku yakin tuan Jung pasti tidak mengira kalau putri satu-satunya ini hanyalah seorang yeoja bemuka dua” kata Donghae.

“Perbuatan apa yang akan kau laporkan padaku Lee Donghae?” tiba-tiba tuan Jung masuk mengagetkan mereka bertiga.

“Appa.. Donghae hanya bercanda. Ti..”

“Aku mau bilang kalau putri tuan, telah mencelakai istriku” jawab Donghae memotong pembelaan Jessica.

“Mwo.. Istrimu?” kaget tuan Jung.

“Nde.. Istriku berkali-kali dicelakai oleh Jessica” jawab Donghae tegas.

“Anio.. Itu tidak benar appa” bela Jessica.

“Apa alasanmu menuduh putriku, Lee Donghae?” tanya tuan Jung dengan sikap tenangnya.

“Sejak awal Jessica mengetahui aku berhubungan dengan istriku, dia sudah mengintimidasi istriku. Hingga puncaknya tadi saat dia datang kestudio lukisku untuk menghina istriku. Aku sudah menjelaskan semuanya, tapi ternyata putri tuan keras kepala sekali. Hingga dia tega menyiram lantai yang akan dilewati istriku dengan minyak hingga istriku terpeleset. Tapi aku tidak akan semarah ini kalau ini tidak menyangkut dua nyawa sekaligus, istri dan calon anakku” jawab Donghae masih dengan emosi yang memuncak mengingat kejadian yang hampir menghilangkan nyawa orang-orang yang disayanginya.

“Anak.. Oppa, maksudmu yeoja itu hamil? Apa kau yakin itu adalah anakmu? Bisa saja..”

“Cukup Jessica.. Jangan pernah sembarangan menghina istriku” teriak Donghae kesal karena Jessica tetap saja menghina istrinya.

“Ta..”

“Jessica Jung.. Benar itu adalah perbuatanmu?” tanya tuan Jung dengan nada sedikit membentak.

“Appa.. Aku.. Aku tidak tahu kalau yeoja itu hamil. Aku hanya..”

“Hanya ingin mencelakai istri Lee Donghae, begitu maksudmu?” tanya tuan Jung kecewa dengan kelakuan putrinya.

“Appa.. Mianhae” jawab Jessica menunduk takut.

“Harusnya kau meminta maaf pada Lee Donghae beserta istrinya. Dan sebenarnya apa yang kau lakukan di kampus seni lukis?” tanya tuan Jung menyelidik.

“Putri anda setiap hari berada dikampus kami tuan. Mungkin dia ingin pindah jurusan” kali ini Eunhyuk yang menjawab dengan nada mengejek.

“Benarkah itu Sica?” tanya tuan Jung memastikan.

“Ani.. Appa. Aku suka menyanyi, dan aku tidak ingin pindah kemana pun” jawab Jessica.

“Lalu untuk apa kau dikampus Lee Donghae? Kau tahu selama ini appa, mendapat laporan bahwa kau sering disana dibanding kampusmu sendiri. Kau yakin masih ingin melanjutkan semuanya ini? Kau tahu kan, perjanjian kita diawal kau masuk kuliah?” tanya tuan Jung sambil memandang wajah putrinya.

“Nde. Appa. Aku berjanji kali ini tidak akan kesana lagi untuk mengganggu Donghae oppa dan istrinya. Tapi aku berani bersumpah appa, aku tidak bermaksud untuk mencelakai calon anak mereka. Aku tidak tahu kalau yeoja itu hamil” kata Jessica benar-benar menyesal.

“Lee Donghae, kau sudah dengar perkataan putriku bukan? Jadi bagaimana, apa kau mau menuntutnya? Tak peduli dia putriku, kalau dia memang salah aku ijinkan kau nya melaporkannya ke polisi” kata tuan Jung membuat Jessica dan Eunhyuk kaget.

“Appa..” protes Jessica.

“Kukira itu tidak perlu tuan, selama anda menjamin putri anda tidak akan melakukan hal berbahaya lagi pada istriku. Lagipula aku yakin, istriku tidak akan setuju kalau aku melaporkan putri tuan ke kantor polisi” jawab Donghae yakin.

“Mmm.. Kini aku tahu kenapa putriku sangat menyukaimu” kata tuan Jung sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

“Oh iya… Sejak kapan kau menikah, kenapa aku tidak tahu?” tanya tuan Jung penasaran.

“Kami menikah setelah Yoona lulus sekolah” jawab Donghae.

“Omo.. Aku salut padamu Lee Donghae” kata tuan Jung tidak menyangka diusia muda Donghae sudah berani untuk membina keluarga.

“Kamsamhamnida tuan” jawab Donghae.

“Sampaikan salamku pada istrimu, dan juga permintaan maafku atas kelakuan putriku ini” ucap tuan Jung.

“Ani appa, aku akan meminta maaf secara langsung pada Yoona. Kalau tidak aku tidak akan tenang” kata Jessica mantap.

“Itu terserah pada Donghae, apakah dia mengijinkan kau mendekati istrinya atau tidak” jawab tuan Jung meminta persetujuan dari Donghae.

“Kau boleh menemuinya Jessica. Dia pasti akan senang” kata Donghae diiringi senyum tulus.

“Apakah dia akan memaafkan aku?” tanya Jessica sedikit ragu dan takut.

“Tentu saja. Baiklah aku harus kembali kerumah sakit” jawab Donghae sekalian berpamitan pada tuan Jung.

“Appa.. Aku juga akan kesana, aku pergi dulu” pamit Jessica juga.

“Hati-hati” kata tuan Jung sambi tersenyum bangga melihat putrinya mau dan bersedia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Donghae dan Eunhyuk kembali kerumah sakit diikuti Jessica dibelakang.

“Ternyata, Jessica Jung itu takut dengan ayahnya” kata Eunhyuk membuka percakapan didalam mobil.

“Nde.. Aku pernah dengar cerita dari tuan Jung, kalau dia ingin putrinya kuliah bisnis untuk melanjutkan bisnis keluarga. Tapi Jessica yang memiliki minat pada bidang seni memaksa tuan Jung untuk memasukkannya ke fakultas seni dengan satu syarat, kalau Jessica terlihat tidak fokus maka tuan Jung berhak mengatur hidupnya” jawab Donghae.

“Wow.. Aku baru tahu, yeoja manja itu bisa mempertahankan yang diinginkannya” kata Eunhyuk.

“Dia sebenarnya yeoja yang baik, hanya saja karena semua keinginannya sudah terbiasa dipenuhi jadi dia berpikir aku juga bisa dia dapatkan” kata Donghae mengingat cerita dari tuan Jung.

“Aku yakin kalau kau bertemu lebih dulu dengannya, maka sekarang kau menjadi suami dari Jessica Jung” kata Eunhyuk menggoda sahabatnya.

“Ani.. Itu tidak akan pernah terjadi, aku yakin jodohku tetap Im Yoona. Bagaimana pun nantinya kami akan dipertemukan, jodohku pasti Im Yoona” kata Donghae sombong.

“Ya!! Kau ini selalu saja percaya diri” teriak Eunhyuk sambil mendorong badan Donghae sedikit.

“Kau akan tahu dia jodohmu atau bukan saat kau melewati semua kesulitan didepan agar bisa bersatu dengannya” jawab Donghae bijak.

“Dan aku yakin Seohyun adalah jodohku” jawab Eunhyuk dengan penuh percaya diri.

“Amin…” seru mereka berdua lalu tersenyum.

Sudah hampir satu setengah jam Donghae dan Eunhyuk oppa pergi, sebenarnya urusan apa yang sedang mereka kerjakan. Yoona takut Donghae oppa berbuat yang aneh-aneh. Apalagi ini menyangkut nyawa mereka berdua, dua orang yang sangat dia sayangi.

“Yoong.. Kau sedang memikirkan apa?” tanya Seohyun tiba-tiba keluar dari kamar mandi.

“Ani.. Aku tidak memikirkan apa pun” jawab Yoona berbohong.

“Yoong, aku tahu kau sedang berbohong. Katakan yang sebenarnya” kata Seohyun yang tahu kapan Yoona berbohong atau tidak.

“Aku hanya penasaran Donghae dan Eunhyuk oppa sedang dimana” jawab Yoona akhirnya.

“Bukankah tadi Donghae oppa bilang dia ingin menyelesaikan urusan lukisan?” tanya Seohyun tak mengerti.

“Nde.. Aku lupa” kata Yoona lalu tersenyum.

“Benarkah? Atau ada yang kau sembunyikan dariku Yoong?” selidik Seohyun sekali lagi.

“Seo.. Aku hanya rindu pada Donghae oppa” rajuk Yoona.

“Aish.. Dasar ibu hamil” kata Seohyun sedikit kesal melihat Yoona kembali manja.

Beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu.

“Sebentar.. Oh oppa, Ya! Mau apa yeoja barbie ini disini?” kata Seohyun refleks saat melihat Jessica datang bersama Donghae dan Eunhyuk

“Seo, kita masuk dulu” jawab Eunhyuk.

“Ani.. Aku tidak mau kalau yeoja ini masuk dan dekat-dekat dengan Yoona” protes Seohyun masih tidak ingin membukakan pintu.

“Seo.. Kami akan jelaskan semuanya didalam. Biarkan Jessica bertemu dengan Yoona” kata Donghae akhirnya.

“Aish.. Kalau sampai..”

“Tidak akan” jamin Donghae.

“Seo, siapa yang datang? Apa itu Donghae oppa?” tanya Yoona.

“Istriku merindukanku?” jawab Donghae lalu menghampiri Yoona dan mengecup keningnya.

“Oppa, gwenchana?” tanya Yoona khawatir.

“Mmm.. Ada yang ingin bicara padamu” kata Donghae pelan.

“Siapa? Jessica..? Mau apa lagi dia kesini, oppa?” tanya Yoona yang kaget melihat Jessica Jung ada dihadapannya.

“Yoona.. Aku minta maaf atas semua perbuatanku selama ini. Mulai dari mengancammu, menyebarkan fitnah hingga yang paling fatal hari ini. Tapi aku berani bersumpah, aku tidak berniat mencelakai calon anak kalian. Aku bahkan tidak tahu kalau kau hamil. Aku iri padamu, karena kau mendapatkan Donghae oppa. Dari pertama kali aku melihat Donghae oppa, aku sudah jatuh cinta padanya. Namun tidak pernah sedikit pun dia membalas perasaanku, aku sakit hati” kata Jessica terlihat menyesal.

“Lalu kenapa tiba-tiba kau mengakui semuanya ini? Aku yakin kau punya harga diri yang tinggi, yeoja bar.. Mianhae Jessica” kata Yoona merasa tidak enak masih memanggil Jessica dengan sebutan yeoja barbie.

“Gwenchana, kau boleh memanggilku dengan sebutan yeoja barbie. Aku rasa itu suatu kehormatan bagiku” kata Jessica sambil tersenyum.

“Aish.. Kau ini masih saja sombong” celetuk Seohyun yang masih kesal.

“Seo..” protes Yoona.

“Aku melakukan ini karena tidak ingin dikeluarkan appaku dari kuliahku yang sekarang. Bagaimanapun aku lebih memilih kuliah dijurusan seni musik dibanding Donghae oppa. Cita-citaku ingin menjadi penyanyi, bukan pebisnis. Karena itu, aku rela tidak mendapatkan Donghae oppa daripada harus kehilangan impianku” jawab Jessica penuh keyakinan.

“Aku benar-benar salut padamu” kata Yoona tulus.

“Ani.. Aku yang benar-benar salut padamu, diusia muda kau sudah memiliki tanggung jawab sebagai istri. Aku tahu itu bukan pekerjaan yang mudah, apalagi ditambah kau juga kuliah. Maukah kau menjadi temanku?” kali ini permintaan Jessica membuat semua yang ada diruangan terkejut.

“Tent..”

“Anio.. Aku tidak yakin kau benar-benar tulus” potong Seohyun.

“Tentu saja aku mau, dan Seo juga senang memiliki teman selain aku. Benarkan Seo?” tanya Yoona sambil tersenyum memandang sahabatnya yang pasti setuju tapi berpura-pura jual mahal.

“Yoong..” rajuk Seohyun.

“Dan aku rasa, aku harus memanggilmu dengan sebutan unnie karena usiamu lebih tua dibanding kami berdua” usul Yoona tanpa mempedulikan rajukan manja dari Seohyun.

“Benarkah? Gomawo Yoona, Seohyun..” kata Jessica sambil memeluk Seohyun erat.

“Ya.. Ya.. Lepaskan aku, jangan sembarangan memelukku” teriak Seohyun mencoba melepaskan pelukan Jessica.

“Hahaha.. Seo, kau tidak suka dipeluk Jessica karena kau mengharapkan pelukan dariku bukan?” goda Eunhyuk gemas melihat kelakuan yeojachingunya.

“Mwo.. Aish, aku baru ingat kalau namja didepanku ini yadong. Minggir, jangan dekat-dekat denganku” kata Seohyun yang kali ini berusaha menghindar dari Eunhyuk.

“Seobaby… Saranghae” teriak Eunhyuk sambil terus berusaha memeluk Seohyun

“Ya!! Oppa…” teriak Seohyun kesal saat Eunhyuk berhasil memeluknya.

Mereka berlima pun akhirnya tertawa bersama. Tawa penuh kebahagiaan. Moment yang akan selalu mereka ingat sepanjang hidup mereka. Indahnya persahabatan.

Beberapa bulan kemudian Yoona melahirkan anak laki-laki yang sehat. Setelah usia anak mereka 2 bulan, Eunhyuk dan Seohyun menikah dengan pesta yang meriah. Jessica mewujudkan mimpinya sebagai penyanyi. Seohyun pun dengan khusus meminta Jessica menyanyi diacara pernikahannya. Pengorbanan yang setimpal untuk sebuah kebahagiaan sejati.

THE END

Advertisements

42 comments on “It’s Same Blue Like Beginning, I Meet You [Part 5] End

  1. Akhirnya part ini muncul jgaa. .

    Kyaaa knpa critnyaa slsaaii,
    tp keren kok thor

    bkin ff yoonhae lainnya yah 🙂

    • Mian lama, soalnya author sibuk bgt dikantor. Jd suka gk ada waktu bwt nulis ff 😦

      Kenapa selesai? Ya, biar author punya waktu luang bwt lanjutin ff KyuNa nya. Kasian bwt Musketeers yg udh nungguin, ff OTP mrk dilanjutin 😀

  2. DAEBAK …
    Bagus author senang lihat YoonHae bermesraan… Hehe akhirnya permusuhan digantikan dngn persahabatan … And Happy and Like this FF gomawo author udah bikin ff yh

    dan ditggu FF YH lainnya 😀

  3. DAEBAK …
    Bagus author senang lihat YoonHae bermesraan… Hehe akhirnya permusuhan digantikan dngn persahabatan … And Happy end Like this FF gomawo author udah bikin ff yh

    dan ditggu FF YH lainnya 😀

  4. Finally,,, di post jg ff yg udah lama aku tgg2 happyend for Yoonhae… Thor aku plg suka klmt donghae yg blg ‘kl dia yakin jodohnya itu yoona , bgmanapun nantinya mrka di pertemukan Donghae tetap yakin kl jdhnya adalah Im Yoona (Amiiien smoga Tuhan mendengarkan)… 🙂 Dan kau akan tau dia jodohmu atau bukan saat kau melewati semua kesulitan di dpn agar bs bersatu dgnnya’ #so sweet bgt# ^^ Gomawo ya thor, di tggu ff yoonhae yg lain & ff yg blm di post di tggu lanjutannya 😉 🙂

  5. happy for all…
    Ending.a kren thor…
    Setelah sekian lma menunggu akhir,a ne ff muncul jga…
    D t’gu ff lain.a…

  6. pngen sequel yoonhae sma ankny,trus seohyuk dgn ankny jg..psti seru haha
    but kren kok endingny..cma krng sdkiiit aj,cba ad mslah bru yaitu cwo yg ska yoona slain hae tp krna gx trblas akhirny mndah k sica..so,psti mkin seru.. hehe mian bnyak coment..^^
    but,kereeen yg pnting hehe

  7. akhirnya setelah sekian lama aku menunggu klanjutannya dpost juga ffnya…….keren thor …….happy ending……. dtunggu ff yoonhae berikutnya…..

  8. Baguss!!! xDD
    Author bikin FF lagi ea?? Please… *PuppyEyes
    END nya keren 🙂
    Padahal belum ngarep END xD Soalnya FF nya bagus dan bikin lumutan nunggunya 😀
    10 jempol buat Auhor #TapiJempolSayaCuman4 #JadiSayaPinjamJempolTetangga

  9. Akhirnya….. Keluar juga setelah sekian lama….
    Over all…. Kereeennnn….’Acungin 2 jeempol’…..
    Di tunggu ff yang lain terutama Kyuna…. Hehehehehe….

  10. akhirnya..penantian ku terhadap ff ni terbalas juga..
    dan Akhirnya Happy Ending.. ^^
    ditunggu ff yoonhae lainnya..
    .

  11. akhirnya part ini muncul juga!
    dan akhirnya yoonhae bisa hidup dengan bahagia!

    buat ff yoonhae lagi ya!

  12. Ehmm.. Endingnya bagus eonnie.. Happy ending semua..
    Oiya eonnie FF yang I’m really sorry to hurt you lanjutin dong eonnie.. Aku penasaran sama kelanjutannya.. Oke eonnie? ‘-‘)9

  13. aku baru sempet coment di part ini,, wawww feel ff’n dapet banget, ditunggu deh ff yang lainnya^^

  14. bagus thor… , tapi aku kurang suka pairing nya , knp Seo sama Hyuk?, mestinya seo kan ama kyu ._.
    YoonHae and SeoKyu jjang ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s