It’s Same Blue, Like Beginning I Meet You [Part 4]

Judul : It’s Same Blue, Like Beginning I Meet You (Sequel Blue, Color Of My Life)

Kategori : Romance

Cast :

Im Yoona

Lee Donghae

Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Jung Soo Yeon a.k.a Jessica

Yoona dan Seohyun segera kekantin, memesan beberapa makanan lalu menuju meja kosong dipojok ruangan. Mereka berdua terlihat menikmati makan siang itu. Sementara ditempat lain yaitu studio lukis Donghae dan Eunhyuk sibuk menyelesaikan lukisan mereka. Terlihat baju dan tangan mereka kotor karena cat minyak.

“Annyeong oppa.. Apa kau sedang sibuk?” tanya Jessica yang tiba-tiba masuk kedalam studio bersama temannya.

“Ya!! Yeoja gila, kau tidak melihat Donghae sedang melukis? Dan siapa yang mengijinkanmu keluar masuk studio lukis seenaknya seperti ini?” tanya Eunhyuk kesal.

“Kau Lee Hyukjae, aku tidak bertanya padamu jadi sebaiknya jangan cerewet. Oh satu lagi, apa kau lupa kalau appaku adalah penyumbang terbesar dikampus ini? Apa perlu aku minta ijin untuk pergi ketempat mana saja dikampus yang bisa dibilang milikku sendiri ini?” tanya Jessica yang tidak mau kalah.

“Oh.. Mian Jessica, aku lupa kalau appamu orang kaya. Kalau begitu, kenapa kau tidak minta appamu untuk memindahkanmu kejurusan lukis saja dibanding musik? Setahuku, kau lebih sering menghabiskan waktu difakultas ini dibanding fakultasmu sendiri” sindir Eunhyuk kasar.

“Kau… Apa kau mau dikeluarkan dari kampus ini, Lee Hyukjae?” teriak Jessica semakin emosi.

“Sudah hentikan..” teriak Donghae kesal mendengar pertengkaran Jessica dan Eunhyuk.

Eunhyuk yang baru saja ingin membalas perkataan Jessica akhirnya mengurungkan niatnya, karena takut Donghae semakin marah.

“Oppa.. Temanmu itu menyebalkan” kata Jessica manja.

“Kau Jessica, bisakah sehari saja tidak menggangguku? Benar kata Eunhyuk, kau terlihat lebih sering berada disini dibanding kampusmu. Apa kau tidak punya kesibukan dijurusanmu? tanya Donghae kesal.

“Oppa.. Aku kesini untuk menjengukmu, kenapa kau selalu bersikap dingin padaku?” tanya Jessica masih dengan nada manjanya.

“Aku tidak sakit, jadi kau tidak perlu menjengukku. Lagi pula, apa kau lupa kalau aku ini sudah punya yeojachingu?” kata Donghae.

“Iya.. Aku ingat kau punya yeojachingu, tapi apapun bisa terjadi. Aku tulus menyayangimu oppa, bahkan sejak pertama kali masuk kuliah aku sudah menyukaimu. Bisakah kau sekali ini saja melihatku? tanya Jessica sedih.

“Mian.. Mungkin kebaikanku selama ini membuatmu salah paham. Tapi aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepadamu. Sejujurnya hati, pikiran, jiwa dan tubuhku ini sudah sepenuhnya dimiliki oleh Yoona. Kuharap kau tidak akan mengharapkanku lagi” kata Donghae lalu keluar dari studio lukis diikuti oleh Eunhyuk.

“Oppa… Aku pastikan kau akan menyesal telah menolak dan mempermalukan aku seperti ini. Lihat saja nanti, apa yang bisa aku lakukan terhadap yeojachingumu itu” gumam Jessica lalu keluar dari studio itu diikuti teman-temannya.

Eunhyuk yang tahu Donghae kesal tidak berani bertanya apapun, dia memilih untuk mengikuti Donghae dari belakang. Dilihatnya Donghae berjalan menuju kantin.

“Yoong, sepertinya Donghae oppa sedang kesal” kata Seohyun setelah melihat Donghae dan Eunhyuk berjalan kekantin.
Yoona pun segera mengalihkan pandangannya menuju arah yang ditunjuk Seohyun. Terlihat jelas wajah kesal Donghae.

“Mungkin ada yang mengganggunya saat sedang melukis” jawab Yoona sambil tetap melahap makanan didepannya.

“Ya! Kau ini.. Sudah tahu suaminya sedang kesal, masih bisa kau makan selahap itu?” tanya Seohyun heran melihat Yoona yang tidak berbuat apa-apa.

Sementara Yoona dan Seohyun masih saling berdebat, Eunhyuk yang melihat keberadaan Seohyun segera memberi isyarat kepada Donghae.

“Istrimu duduk disana” kata Eunhyuk berbisik.

Donghae pun segera berjalan menghampiri Yoona dan Seohyun.

“Kau mau aku bagaimana Seo? Biarkan saja dia kesal, sebentar lagi moodnya akan kembali baik” jawab Yoona yang tidak menyadari Donghae dan Eunhyuk sudah berdiri disamping mejanya.

“Nugu?” tanya Donghae yang mendengar percakapan Sohyun dan Yoona.

“Oh oppa.. Sejak kapan kau berdiri disini?” tanya Yoona yang kaget.

“Apakah makanan itu lebih menarik perhatianmu dibanding aku yang tampan ini?” tanya Donghae berpura-pura kesal.

“Mianhae oppa, aku sedang kelaparan” jawab Yoona kembali fokus dengan makanannya.

“Aish.. Dasar shiksin. Ayo duduk oppa” kata Seohyun mempersilakan Donghae untuk duduk.

Donghae pun segera duduk disamping Yoona yang masih fokus dengan makanannya.

“Seobaby.. Kenapa kau pilih kasih? Kau tidak menawari aku duduk?” tanya Eunhyuk merajuk.

“Ya! Eunhyuk oppa, kau itu kan tidak perlu aku tawari pasti langsung duduk seenaknya. Dan satu hal lagi, jangan memanggilku dengan sebutan Seobaby. Aku tidak suka” kata Seohyun kesal.

“Seobaby kau memang paling mengerti aku” jawab Eunhyuk sambil senyam-senyum tidak jelas.

“Aish.. Aku bilang jangan memanggilku Seobaby, kau mau aku pukul oppa?” kata Seohyun semakin kesal.

Eunhyuk hanya tertawa melihat Seohyun yang selalu bersikap galak padanya.

“Ya!! Yoong, makannya pelan-pelan saja” kata Donghae yang dari tadi memperhatikan istrinya makan.

“Mian oppa, aku kelaparan sekali” jawab Yoona dengan mulut penuh makanan.

“Hati-hati tersedak” kata Donghae lagi.

Dan benar saja, Yoona tersedak dan batuk-batuk. Seohyun dan Eunhyuk hanya bisa menggelengkan kepala melihat Yoona yang hari ini aneh. Sedangkan Donghae segera memberikan air minum kepada Yoona.

“Apa aku bilang, pelan-pelan saja makannya. Ada apa denganmu, setahuku walaupun kau shiksin tidak pernah aku melihat cara makanmu yang seperti ini” kata Donghae semakin penasaran.

“Entahlah oppa, nafsu makanku besar sekali hari ini. Sudah sepiring penuh aku makan, tapi rasanya masih tetap lapar” jawab Yoona.

Seohyun pun hanya mengangguk setelah melihat Donghae yang menatapnya seolah-olah bertanya apakah itu benar.

“Aku heran kenapa kau tidak bisa gemuk-gemuk Yoong?” tanya Eunhyuk masih terpana melihat cara makan Yoona.

“Aish.. Kau juga sama saja Hyuk. Sebanyak apapun kau makan, badanmu tetap terlihat kecil” ejek Donghae yang perlahan-lahan moodnya sudah membaik.

“Ya!! Lee Donghae, sudah bisa mengejekku rupanya. Cepat sekali mood mu berubah” protes Eunhyuk kesal.

“Memangnya Donghae oppa kenapa?” tanya Seohyun penasaran.

“Seperti biasa, siapa lagi yang bisa merusak mood seorang Lee Donghae kalau bukan karena Jung Jessica” jawab Eunhyuk santai.

“Aish.. Yeoja barbie itu, benar-benar muka tembok” kesal Seohyun.

Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Yoona dan Seohyun segera kembali kekelas sedangkan Donghae dan Eunhyuk kembali ke studio melanjutkan lukisan mereka yang belum selesai. Saat akan menuju kekelas, Seohyun dan Yoona melihat mahasiswa lainnya berkumpul didepan papan pengumuman kampus. Penasaran, mereka pun akhirnya ikut melihat isi pengumuman tersebut.

“Yoong, bukannya itu fotomu?” tanya Seohyun melihat kearah papan pengumuman.

“Mwo, fotoku?” kata Yoona yang heran.

Ternyata itu adalah foto saat Yoona muntah dikamar mandi dan makan dikantin. Dibawah foto itu tertulis jelas bahwa Yoona penderita Bulimia (Kelainan mental atau psikis yang ditandai kelainan perilaku makan. Penderita Bulimia akan makan sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat, namun setelah itu berusaha mengeluarkan kembali makanan yang telah dimakannya dengan cara dimuntahkan atau menggunakan obat pencahar).

“Oh.. Bukannya dia yeoja yang ada yang difoto itu? Pantas saja tubuhnya tetap kurus walaupun makan sebanyak itu” seru seorang mahasiswa yang diikuti oleh beberapa sindiran dari mahasiswa lainnya.

Yoona hanya bisa menangis melihat dirinya difitnah seperti itu, dan tidak percaya kalau ada orang yang tega melakukannya.

“Kalian semua tidak tahu apa-apa, jadi jangan asal percaya dengan gosip seperti ini” teriak Seohyun membela Yoona.

“Lalu apa bisa kau jelaskan foto diatas ini?” teriak mahasiswa lainnya.

“Temanku ini seorang shiksin, jadi makan sebanyak apapun dia tidak akan gemuk. Lagipula..” jelas Seohyun.

“Sudahlah kami semua tidak perlu penjelasanmu, menjadi penderita bulimia kami sama sekali tidak peduli. Tapi sayang saja, yeoja secantik dia rela terlihat lebih baik dengan cara tidak wajar seperti itu” kata mahasiswa memotong penjelasan Seohyun lalu meninggalkan mereka berdua.

Yoona sudah tidak dapat membendung air mata yang dari tadi mendesak untuk keluar.

“Sudahlah Yoong, jangan dipikirkan kata-kata mereka. Kita akan cari siapa orang dibalik ini semua” hibur Seohyun sambil merobek selebaran yang tertempel.

Yoona hanya bisa terdiam dan menyunggingkan senyuman pahit kearah sahabatnya Seohyun. Namun parahnya selebaran itu tidak hanya tertempel dipapan pengumuman tapi diseluruh koridor kampus. Dan Seohyun dengan sabarnya mengambil semua selebaran itu dan membuangnya ditempat sampah.

Donghae PoV

Aku dan Eunhyuk akhirnya kembali kestudio, setelah menghabiskan waktu makan siang kami bersama Yoona dan Seohyun. Saat perjalanan kearah studio, kulihat selebaran yang berisi foto Yoona. Penasaran, aku pun mengambilnya.

“Ya Tuhan.. Apa-apaan ini? Siapa yang tega melakukan ini kepada Yoona?” teriakku saat melihat isi selebaran tersebut.

“Bukankah itu foto Yoona saat dikantin tadi? Mwo.. Bulimia?” teriak Eunhyuk tak kalah kagetnya setelah membaca selebaran yang aku pegang tadi.

“Yoona.. Kajja Hyuk!!” ajakku saat sadar pasti Yoona sudah melihat selebaran ini.

Aku tahu sekarang dia pasti sedang menangis. Dengan setengah berlari aku menuju kelas Yoona. Namun saat sampai dikelasnya tidak terlihat sama sekali Yoona ataupun Seohyun. Kuharap Seohyun bisa menghiburnya sementara, sebelum aku datang.

“Mungkin mereka ditaman Hae..” teriak Eunhyuk sambil tetap mengikutiku dari belakang.

Aku pun segera menuju taman, setelah sedikit mencari kesana kemari kulihat yeoja yang sangat aku cintai sedang duduk menangis bersama Seohyun.

“Yoong..” panggilku dengan nafas yang masih terengah-engah.

“Oppa..” jawabnya dengan suara lemah.

Segera aku duduk didekatnya, memberikan pelukan hangatku untuknya.

“Siapa yang tega melakukan ini padaku?” tanyanya sambil membenamkan kepalanya didadaku.

“Aku pasti mencari orang itu Yoong, kau jangan khawatir” hiburku.

“Aku yakin orang ini tidak suka dengan Yoona, makanya dia memfitnah Yoona” kata Eunhyuk menganalisa.

“Tidak suka dengan Yoona? Yang aku tahu Yoona tidak punya musuh, kecuali…” kata Seohyun terhenti.

“Jung Jessica”

“Yeoja barbie”

Teriak Seohyun dan Eunhyuk bersamaan.

“Kalau memang dia orang dibalik selebaran-selebaran ini, aku pastikan bahkan orang tuanya pun tidak akan bisa menyelamatkan dia” kataku penuh emosi.

“Oppa.. Kumohon jangan berbuat macam-macam padanya” nasehat Yoona.

“Tenang saja Yoong, aku tidak akan berbuat macam-macam. Oh iya, foto dikamar mandi itu. Memangnya kau kenapa Yoong?” tanyaku penasaran sekaligus khawatir Yoona sakit.

“Tadi sebelum aku kekantin, tiba-tiba aku merasa mual. Setelah muntah, rasanya perutku lapar sekali makanya aku makan sebanyak yang oppa lihat tadi dikantin” jawab Yoona.

“Apa kau tidak enak badan?” tanyaku semakin khawatir.

“Entahlah, rasanya memang sedikit lemas” jawabnya.

“Baiklah pulang kuliah kita kerumah sakit, aku tidak mau kau sakit” kataku lalu mengantarnya kedalam kelas.

***

Setelah selesai kuliah Donghae dan Yoona kerumah sakit, sedangkan Seohyun diantar Eunhyuk pulang kerumah. Walaupun dengan usaha yang agak susah untuk membujuk Seohyun.

“Tuan dan Nyonya Lee, silakan masuk” panggil perawat setelah mendapat hasil dari lab.

Yoona dan Donghae lalu masuk keruangan dokter.

“Bagaimana dok? Istri saya sakit apa?” tanya Donghae masih dengan nada khawatir.

“Menurut hasil lab, semuanya bagus. Istri anda sama sekali tidak sakit” jawab dokter.

“Lalu, lemas dan muntah-muntah yang dialaminya?” tanya Donghae.

“Istri anda hamil Tuan Lee, chukae” kata dokter dengan tersenyum.

“Mwo.. Hamil? Benarkah itu dokter?” tanya Yoona dan Donghae tak percaya.

“Nde, usia kandungan anda baru jalan 2 minggu. Diusia ini kandungan anda masih rentan, jadi saya harap anda tidak melakukan kegiatan yang terlalu berat. Oh iya, satu hal lagi jangan stress” jelas dokter.

Yoona PoV

Aku dan Donghae oppa kaget mengetahui hasil pemeriksaanku hari ini. Bukan karena aku atau Donghae oppa tidak menginginkan kehamilan ini, hanya saja aku tidak menyangka Tuhan memberiku kepercayaan untuk menjadi seorang ibu secepat ini. Aku sangat senang, rasanya ingin menangis sekencang-kencangnya karena bahagia. Donghae oppa? Jangan ditanya, begitu mengetahui kehamilanku dia langsung menggandeng tanganku dan berjalan dengan hati-hati. Seolah-olah aku ini keramik rapuh yang akan hancur kalau pemiliknya tidak memegang dengan hati-hati.

“Oppa.. Aku ini bukannya sakit, bisakah kau membiarkan aku berjalan sendiri?” tanyaku yang kesal melihat sikap over protectif nya ini.

“Kau dengar yang tadi dokter bilang, usia kandunganmu ini rentan. Jadi aku harus membuatmu agar tidak lelah” jawab Donghae oppa cuek dan kembali melangkahkan kaki satu persatu kearah parkiran.

“Ya!! Lee Donghae.. Kau pikir jalan selambat ini tidak membuatku lelah?” teriakku protes.

“Aish.. Apa hamil membuatmu menjadi tidak sopan terhadapku? Baiklah, kau boleh jalan sendiri. Tapi ingat, tidak pakai lari seperti kebiasaanmu selama ini. Kau itu bukan hanya akan menjaga dirimu sendiri, tapi juga calon anak kita. Mengerti?” tanyanya dengan nada keras.

“Nde oppa.. Aku mengerti semuanya. Aku akan bersikap layaknya seorang calon ibu. Sekarang ayo pulang, aku lapar” jawabku lalu mendahuluinya menuju mobil.

“Ya!! Lee Yoona tunggu aku..” teriaknya menyusulku.

Sepanjang perjalanan menuju rumah, Donghae oppa tidak henti-hentinya mengeluarkan ide dikepalanya. Mulai dari kamar bayi, nama bayi kami sampai perlengkapan bayi yang akan kami beli. Aku hanya bisa tersenyum dan terkadang mengiyakan semua usulnya. Aku bahkan lupa akan kejadian yang aku alami dikampus tadi.

“Sudah sampai eomma.. Kajja” ajak Donghae oppa sambil membukakan aku pintu mobil.

“Gomawo appa..” jawabku.

“Mandilah dulu, biar aku yang siapkan makanan untukmu” kata Donghae oppa setelah kami dikamar.

Aku hanya bisa menuruti perintah Donghae oppa. Donghae oppa memang romantis, namun sepertinya sejak berita kehamilanku kadar keromantisannya 200% meningkat. Setelah selesai mandi, aku pun menuju ruang makan. Aku pun segera duduk bersiap menyantap masakan Donghae oppa yang sepertinya lezat.

“Makanlah yang banyak” kata Donghae oppa.

“Nde..” jawabku lalu mengambil lauk.

Namun belum juga makanan itu masuk kedalam mulutku, aku sudah merasa mual. Segera aku berlari menuju wastafel terdekat.

“Yoong.. Gwenchana?” tanya Donghae oppa khawatir.

“Aku tiba-tiba mual setelah mencium makanan itu oppa. Ah aku rasa predikat shiksinku akan segera hilang” jawabku dengan bercanda setelah melihat wajah cemas Donghae oppa.

“Ya!! Seperti ini pun kau masih bisa bercanda. Begini saja kita telpon omma dan menanyakan solusinya. Aku tidak mau karena rasa mualmu itu, kau jadi tidak bisa makan dengan layak” kata Donghae oppa.

Donghae oppa pun langsung menelpon kedua orang tua kami untuk datang kerumah. Setengah jam kemudian mereka datang hampir bersamaan.

“Donghae.. Ada apa kau menyuruh kami datang kesini? Apa ada yang terjadi pada kalian?” tanya eommaku saat tiba.

“Aku dan Yoona punya berita penting yang harus kami sampaikan kepada kalian semua” jawab Donghae oppa dengan tenang.

“Penting? Omo.. Jangan bilang kalian ingin bercerai?” tebak sieomoni.

Bagaimana bisa mereka berpikiran seperti itu.

“Anio.. Eomma, aku ini mencintai Yoona begitu pun sebaliknya. Sudah dengarkan aku bicara dulu” jawab Donghae oppa kesal.

“Arra.. Jelaskan maksudmu!” kata appaku menengahi.

“Tadi aku dan Yoona pergi kerumah sakit” kata Donghae oppa yang langsung ingin dipotong oleh orang tua kami. Namun kulihat Donghae oppa menatap mereka tajam, sehingga mereka berempat mengurungkan niat mereka untuk bertanya.

“Kata dokter Yoona hamil 2 minggu” lanjut Donghae oppa.

Syok.. Itulah yang terlihat diwajah mereka berempat.

“Ya!! Lee Donghae.. Bukankah kami semua sepakat menyuruhmu untuk menyentuh Yoona setelah semester 4. Dasar bocah yadong” teriak siaboeji kesal.

“Aish anak ini” kata eommaku kesal.

“Eomma, appa, siaboeji dan sieomoni.. Aku ini namja normal, bagaimana bisa aku tahan tidak menyentuh istriku selama 2 tahun. Dan orang tua mana yang tidak senang diberi cucu, kalian semua aneh” kata Donghae oppa yang sukses mendapat jitakan dari kedua orang tua kami.

“Yoong.. Apa kau merasa mual?” tanya eommaku.

“Nde eomma.. Karena itu Donghae oppa mengundang kalian semua kesini untuk memberikan aku nasehat” jawabku.

“Baiklah kalau begitu, eomma akan menginap disini. Biar eomma yang akan menjagamu selama masa kehamilan” kata sieomoni.

“Nde.. Eomma juga akan menginap disini. Aigo.. Sebentar lagi eomma memiliki cucu” kata eommaku sambil memelukku.

“Ya!! Eomma.. Aku meminta kalian kesini hanya untuk mengajari Yoona sedikit, bukan untuk menyuruh kalian menginap. Pokoknya tidak boleh, kalian harus pulang” teriak Donghae oppa protes.

“Memangnya kenapa kalau kami menginap disini? Apa kau mau melakukan hal yadong lagi terhadap istrimu yang sedang hamil?” tanya sieomoni.

“Aish.. Apa eomma tidak mempercayaiku? Yoona itu istriku, biarkan kami menikmati peran kami sebagai calon orang tua. Kalau ada yang tidak kami mengerti, kami akan menanyakan kepada kalian. Dan nanti setelah usia kandungan Yoona 9 bulan baru kalian semua boleh menginap disini” jawab Donghae oppa sedikit kesal melihat kelakuan orang tuanya dan orang tuaku yang kekanakan.

“Anakku sudah besar rupanya. Baiklah kami tidak akan menginap tapi kau tidak boleh melarang kami sering-sering berkunjung. Mengerti?” tawar sieomoni.

“Nde..” jawab Donghae oppa sedikit lega.

***

Setelah pertemuan keluarga yang heboh itu, Yoona segera menelpon Seohyun dan Donghae menelpon Eunhyuk untuk memberi tahu kabar kehamilan Yoona. Seohyun sangat senang sekali karena akan mendapatkan keponakan. Sedangkan Eunhyuk semakin frustasi karena sebentar lagi akan dipanggil ahjussi.
Paginya seperti biasa Donghae menjemput Seohyun dan Eunhyuk. Terlihat senyum mengembang diwajah Seohyun. Sedangkan Eunhyuk masih tidak terima akan segera menjadi ahjussi.

“Yoong.. Aku tidak menyangka kau hamil” kata Seohyun dengan gembiranya saat menuju kekampus.

“Nde.. Seo, aku juga tidak menyangka. Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah bayiku nanti. Apakah mirip aku atau Donghae oppa” kata Yoona tak kalah antusias.

“Ya!! Lee Hyukjae, apa kau akan tetap cemberut seperti itu hingga nanti anakku lahir?” tanya Donghae yang sedari tadi melihat Eunhyuk memajukan bibirnya.

“Oppa.. Apa kau tidak senang aku hamil?” tanya Yoona penasaran.

“Ani.. Aku senang Yoong, hanya saja..” jawab Eunhyuk ragu-ragu.

“Hanya apa?” tanya Seohyun yang ikut penasaran.

“Hanya saja, aku terlalu muda untuk dipanggil ahjussi” jawab Eunhyuk yang menyebabkan seluruh isi mobil tertawa.

“Ya!! Apanya yang lucu? Itu sama sekali tidak lucu. Aku ini masih muda, sedikit tampan dibanding Donghae, belum menikah dan aku akan dipanggil ahjussi. Sungguh tidak rela” protes Eunhyuk.

“Oppa.. Kau memang pantas dipanggil ahjussi. Sudah.. Hanya masalah kecil begitu saja kau protes. Lagipula anaknya Yoong tidak akan memanggilmu ahjussi setelah lahir. Itu semua butuh waktu beberapa tahun sampai anaknya Yoong bisa berbicara” jawab Seohyun.

“Benarkah? Syukurlah aku masih punya waktu untuk menikah sebelum dipanggil ahjussi” kata Eunhyuk menarik nafas lega.
Yoona dan Donghae tidak bisa menahan tawanya setelah mendengar kalimat Eunhyuk tadi. Sedangkan Seohyun mendengus jengkel namun ikut tertawa juga melihat kekonyolan Eunhyuk.

“Oh iya, memangnya kau sudah punya calon istri?” tanya Donghae meledek sahabatnya itu.

“Iya oppa, memangnya kau sudah punya calon? Yeojachingu saja aku tak pernah tahu” tambah Yoona.

“Tentu saja aku punya calon istri, kalian saja yang tidak pernah menyadarinya” jawab Eunhyuk sambil melirik Seohyun dikursi belakang melalui kaca spion.

Yoona dan Donghae yang menyadari arah tatapan Eunhyuk segera ikut-ikutan melirik Seohyun.

“Mwo… Aku? Ya!! Eunhyuk oppa.. Siapa yang bilang aku mau menjadi calon istrimu? Jadi calon yeojachingumu saja aku tidak mau” teriak Seohyun yang mengerti siapa yang dimaksud Eunhyuk.

Dengan segera Seohyun keluar dari dalam mobil yang kebetulan memang sudah sampai di area parkir kampus.

“Seobaby.. Ayolah, memangnya sampai kapan kau mau mengabaikan perasaan cintamu kepadaku?” teriak Eunhyuk yang segera berlari menyusul Seohyun kedalam kelas.

“Andwae.. Walaupun namja hanya tinggal oppa seorang, aku juga tidak mau” jawab Seohyun yang masih bisa terdengar oleh Yoona dan Donghae.

Yoona dan Donghae hanya bisa tertawa melihat kelakuan kedua sahabat mereka. Selalu saja bertengkar seperti anjing dan kucing. Yoona tahu sebenarnya Seohyun tidak sungguh-sungguh membenci Eunhyuk, hanya saja sifat pemalu Seohyun dan sifat agresif Eunhyuk yang membuat mereka selalu saja bertengkar kecil seperti sekarang.

“Kajja.. Aku antar kekelas” ajak Donghae.

Saat memasuki area kampus pandangan mata hampir seluruh mahasiswa kampus tertuju kearah Yoona dan Donghae. Tatapan tajam disertai bisik-bisik mereka sedikit menganggu Yoona. Donghae yang menyadari perubahan sikap Yoona segera menjadi tameng untuk melindungi istri dan calon anaknya kelak.

“Ya!! Apa yang kalian lihat? Sudah bubar sana!” teriak Donghae mengusir segerombolan mahasiswa yang tengah membicarakan Yoona.

“Sunbae.. Apa kau tahu berita terbaru yang menimpa yeojachingumu itu?” tanya salah seorang mahasiswa.

“Lalu apa urusannya dengan kalian? Mau ikut-ikutan menyebar fitnah seperti orang idiot kemarin?” teriak Donghae kesal.

Yoona berusaha menenangkan Donghae. Namun pertanyaan tadi membuat Donghae kehilangan kontrol.

“Oppa.. Sudahlah, kajja kita kekelas” ajak Yoona sambil menarik pergelangan tangan Donghae.

“Sepertinya itu bukan fitnah sunbae, bukti yang ada kemarin ditambah fakta bahwa yeojachingumu kurus sekali membuat berita itu terdengar memang benar. Bahwa yeojachingu sunbae menderita..” kata mahasiswa itu terpotong oleh tindakan Donghae yang secara mengejutkan memegang kerah baju mahasiswa itu.

“Bulimia.. Itukah maksudmu? Istriku Yoona tidak menderita penyakit apapun. Kalau sampai kalian memfitnahnya lagi, bukan hanya kerah bajumu ini yang kusut. Tapi kupastikan wajahmu lebih buruk dari bajumu ini” ancam Donghae lalu melepaskan mahasiswa itu dengan terlebih dulu meninju perutnya.

“Oppa.. Berhenti!! Jangan melakukan hal-hal kasar seperti ini. Kajja kita pergi. Kumohon oppa” kataku yang takut melihat kemarahan dimata Donghae oppa.

Donghae yang melihat Yoona yang hampir menangis segera mengikuti Yoona menuju kelas.

“Omo.. Apa aku tidak slah dengar? Sunbaenim mengatakan istrinya? Bukankah mereka pacaran?” masih terdengar jelas mahasiswa-mahasiswa itu mempertanyakan status Yoona dan Donghae.

Donghae PoV

Aku kesal mendengar kata-kata mahasiswa tadi. Dan entah setan apa yang merasuki tubuh dan pikiranku tadi sampai berbuat kasar seperti itu. kalau bukan karena Yoona, entahlah apa yang akan terjadi pada mahasiswa tadi.

“Oppa.. Gwenchana?” tanya Yoona mengagetkan aku.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Mianhae Yoong, aku tidak tahu kenapa aku sampai bisa melakukan hal tadi” jawabku dengan perasaan tenang setelah melihat wajah Yoona.

“Aku baik-baik saja. Jangan meminta maaf padaku oppa, yang kau lakukan tadi hanya untuk melindungiku dan calon anak kita. Tapi jangan diulangi lagi” kata Yoona mengingatkanku.

Yoona memang benar-benar istri sekaligus calon ibu yang baik. Aku yakin anakku nanti akan menuruti sifat baik dan wajah cantiknya itu. kalau namja aku harap dia hanya memiliki wajah tampanku saja bukan sifat cengeng dan kasarku.

“Aku janji tidak akan bersikap seperti itu lagi” janjiku pada Yoona.

“Aigo oppa.. Apa kau tidak sadar, tadi kau mengatakan aku ini istrimu didepan semua orang. Aish menyebalkan, belum selesai maslah yang satu timbul lagi masalah yang lainnya” kata Yoona terlihat kesal.

Dan ya, aku baru sadar kalau tadi aku mengatakan kalau Yoona adalah istriku. Tapi sudahlah lagipula mungkin dengan mengakui status kami yang sebenarnya, fitnah kemarin yang menimpa Yoona segera teratasi.

“Ya!! Memangnya kau tidak suka kalau aku mengatakan yang sebenarnya?” tanyaku dengan kesal.

“Ani.. Hanya saja, aku takut semuanya akan lebih buruk lagi” jawabnya dengan menunduk.

“Kau tenang saja, aku harap dengan mengakui hubungan kita fitnah itu akan hilang dengan sendirinya” kataku menenangkannya.

“Kuserahkan semua padamu oppa, baiklah aku masuk dulu” kata Yoona saat berada didepan kelasnya.

Aku harus menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. Mencari orang dibalik selebaran kemarin. Dan kalau benar yang melakukan itu adalah Jessica, aku pastikan ayahnya pun tak akan bisa menolongnya lagi.

TBC

Advertisements

36 comments on “It’s Same Blue, Like Beginning I Meet You [Part 4]

  1. wah,,
    yoonhae bkal jdi ortu,,
    ayo haeppa harus bsa nglindungi yoong unnie n janin.a,,
    sicca btul2 muka tembok dah,,
    lucu liat hyukseo,,
    next part jgn lma2 y thor,,
    plizzz,,.oea ff YH lain.a d t’gu..

  2. Akhirnya publis juga,,,,
    Hampir lumutan nunggu ff ini,,,,,
    Yah,,,,tp ko masalah menghampiri yoonhae
    Melulu,,,,,lanjutttt,,,,,

  3. akhirnya dipublish juga ni ff..
    dan akhirnya yoong unnie hamil..
    ditunggu next partnya..
    jangan lama” ya..

  4. Chukkae, YoonHae Bakal Punya Baby,^^
    Kasihan Yoong Di Fitnah Kyk Gt.. Semoga Cept Ketmu Deh Yg Fitnah..

  5. daebak author!!
    Keren bgt ceritanya.
    Emang ya si jessica harus diberi pelajaran hehe 😀
    Oh iya disini aku reader baru, salam kenal ^^
    Ditunggu kelanjutannya

  6. akhirnya dipublish juga lanjutannya ^^
    udah lama banget nungguinnya,
    dan ktika udh dipublish cmn satu kata thor DAEBAKK!! ^0^b
    lanjutannya jangan lama-lama ya thor,jebal 🙂

  7. akhirnya eonni, setelah berlama2 menunggu akhirnya FF ini dipumblish juga..
    daebakkkkkk eonni FFnya..
    ahh jgn sampe anaknya YH nanti keguguran eonni..
    terus kenapa sihh Sica eonni, ngeganggu hubungan YH terusss.
    ahhh pingin cepet2 baca next chap nya..
    jgn lama2 yahh eonii next chapnya!! ^^

  8. wah…keren bnget *0*
    d tgu part snjutny y chingu^^
    oy,yg im sorry to hurt u jngn lma2 y chingu..gx sbar pngen liat lnjutanny lagi T.T

  9. Ahhhh seruuu ye chukkae yoonhae punya anak….thor part 5 nya jgn lama2 ya…bikin donghae seceptnx tau bhw jessica yg nyebarin fitnah itu kshan donghae sm yoona nya apalagi yoona hamil lg!!!!

  10. eon mau tanya, ada gak sih girlband yg namanya glace sama felidis?
    kalo ada minta link MV nya dong …
    eh, FF nya daebbak eon, yoonhaenya makin lama makin keren, jessica antagonisnya keren, terus eunseo itu cast langka dan aku sua cast sugen yg langka tapi tetep yoonhae gak boleh diutak-atik (?) sama yg lain ….

    • Coba deh liat di menu announcement blog ini, author pernah nanya ttg girlband felidis. dan bisa author simpulkan itu girlband fiktif belaka. tapi salut sama author yang buat itu girlband berasa nyata banget dah. ada albumnya, list lagunya, biodata member girlbandnya sampe2 ada dibikinin gosip deket sama Donghae 😦
      thanks ya, udh mampir 😀

  11. thor maaf br comment, aku dah bolak-balik buka blog ini loh, tp kok part 5-nya ga di update2 sih, aku penasaran ma kelanjutannya, gmna akhirnya nanti. Pokoknya yoonhae hrs bersatu dan anaknya lahir dgn selamat 🙂 thor, dilanjut dg ff-nya pleaseeee…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s