It’s Same Blue, Like Beginning I Meet You [Part 3]

Judul : It’s Same Blue, Like Beginning I Meet You (Sequel Blue, Color Of My Life)

Kategori : Romance

Cast :
Im Yoona

Lee Donghae

Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Jung Soo Yeon a.k.a Jessica

Setelah tiba dirumah Yoona melihat meja makan tetap rapi kecuali makanan diatasnya yang sudah habis. Donghae pasti langsung membersihkannya.

Yoona pun masuk kekamarnya, teringat kejadian dikantin tadi. Tidak menyangka kalau suaminya bisa memiliki ide konyol seperti itu. Tapi sepertinya itu ide yang sangat menyenangkan. Yoona dan Donghae memang tidak menjalani masa pacaran seperti kebanyakan pasangan lainnya.

Karena kelelahan Yoona pun akhirnya tertidur. Donghae yang baru pulang dari kampus menemukan rumah dalam keadaan sepi.

“Yoong.. Kemana sih nyonya Lee itu?” tanya Donghae pada dirinya sendiri.

Dilangkahkan kakinya menuju kamar mereka, setelah membuka pintu dilihatnya istrinya yang dari tadi dicarinya sedang terlelap.

“Aish.. Yeoja ini, dicari kesana kemari ternyata asyik tidur disini” kata Donghae.

Donghae benar-benar terkesima melihat wajah Yoona yang sedang terlelap, tanpa sadar dia sudah duduk ditepi ranjang mereka.

Dengan berhati-hati Donghae menelusuri setiap lekuk wajah Yoona. Sedikit ketakutan Yoona akan bangun, saat melihat Yoona tiba-tiba bergerak. Dan bodohnya selama Yoona bergerak, Donghae menahan nafasnya.

“Huft.. Aku hampir mati kehabisan nafas gara-gara yeoja manis ini, awas saja kalau kau bangun” ancam Donghae dengan berbisik.

Yoona PoV

Aku seperti bermimpi Donghae oppa sedang menatapku. Ya Tuhan, dalam mimpi saja dia masih bisa mengganggu.

Ku buka perlahan mataku, mengerjap tak percaya akan apa yang aku lihat. Mimpi ini sepertinya nyata. Donghae oppa berada didepanku.

“Hei putri tidur, apa kau mau aku cium dulu baru bangun?” tanya bayangan Donghae oppa itu.

“Oppa.. Kau ini tidak dikehidupan nyata atau mimpiku, selalu saja mengganggu. Menyebalkan” jawabku setengah sadar.

“Mwo.. Mimpi? Baiklah, coba katakan ini mimpi atau nyata?” kata bayangan Donghae oppa sambil menunduk dan mengecup bibirku.

Ciumannya pun terasa nyata.

“Ya!! Oppa, sakit” teriakku saat Donghae oppa mencium sambil mencubit pipiku.

“Makanya jangan bicara sembarangan. Cepat bangun, aku lapar” kata Donghae oppa.

Tanpa merasa bersalah dia berjalan kearah kamar mandi, meninggalkanku yang masih terdiam memandang kelakuan suamiku yang aneh. Tidak ingin membuatnya menunggu lama, aku segera turun dan menyiapkan makan siang untuk Donghae oppa.

“Wajahmu kenapa ditekuk seperti itu?” tanya Donghae oppa yang tiba-tiba sudah duduk diruang makan.

“Bawang ini membuat mataku perih” jawabku yang kesal karena tidak pernah berhasil memotong bawang tanpa ada kejadian seperti ini.

“Sini aku bersihkan” kata Donghae oppa yang sudah berdiri menatap mataku.

Dengan sabar dia mengusap mataku yang dari tadi mengeluarkan air mata.

“Bagaimana, sudah merasa nyaman?” tanyanya.

“Nde, gomawo oppa” jawabku sambil melanjutkan masak.

Sekitar 30 menit masakanku akhirnya selesai. Setelah mengaturnya diatas meja, kami pun segera menyantapnya.

***

Malam mulai beranjak, Donghae masih sibuk didepan kanvasnya. Yoona yang belum memiliki tugas apapun dari kampus hanya duduk tidak jauh dari Donghae sambil membaca majalah.

“Oppa.. Bolehkah aku bertanya?” kata Yoona ragu-ragu.

“Tentu saja, tanyakanlah” jawab Donghae masih fokus melukis.

“Mm.. Yeoja yang bersamamu tadi pagi itu, siapa?” tanya Yoona kembali.

“Yang mana? Sepertinya tadi pagi aku hanya bersama kau dan Seohyun” jawab Donghae santai.

“Aish.. Oppa, yeoja yang menggandeng tanganmu dilorong kelas. Kalau tidak salah namanya Jessica” kata Yoona mengingatkan.

“Oh.. Jessica. Dia itu mahasiswa jurusan musik. Memangnya kenapa?” kini Donghae giliran bertanya sambil membalikkan badan menghadap Yoona.

“Tadi saat aku dan Seohyun pulang, tidak sengaja aku menabraknya. Lalu dia sedikit mengancam aku, karena pernyataan cinta oppa dikantin itu” jawab Yoona jujur.

“Aish.. Yeoja itu. Tenanglah Yoong, kau jangan mencemaskan apapun. Fokus pada kuliahmu, yang lain serahkan padaku” kata Donghae menghibur Yoona.

“Gomawo oppa. Aku tidur duluan ya, besok aku ada kuliah pagi” kata Yoona lalu segera keluar dari studio melukis mereka.

“Nanti aku menyusul” kata Donghae lalu melanjutkan kembali melukis.

Setelah menyelesaikan lukisannya, Donghae pun segera kembali kekamar.

“Yoong, apakah kau sudah tidur?” tanya Donghae dengan usil.

“Belum, wae?” tanya Yoona balik.

“Mmm.. Itu apa kau tidak ingin memiliki anak-anak yang lucu seperti aku?” tanya Donghae malu-malu.

“Ya! Oppa, kau belajar yadong dari Eunhyuk oppa ya? Cepat hilangkan pikiran itu sekarang dan tidur, kalau tidak sebaiknya oppa tidur diluar saja” teriak Yoona sambil melempar bantal kearah Donghae.

“Aish.. Im Yoona! Apa kau tega membiarkan aku tidur diluar?” tanya Donghae kesal.

“Jadi maksud oppa, pikiran yadong oppa belum hilang? Kalau iya, tega atau tidak tega oppa harus tidur diluar” jawab Yoona tak kalah kesalnya.

Maklum saja pembicaraan tentang anak, sudah mereka bicarakan jauh-jauh hari bersama kedua orang tua masing-masing. Yoona minimal harus sudah semester 4 saat mereka berencana punya anak.

Bukan karena apa, namun kedua orang tua mereka merasa saat itu usia Yoona sudah siap untuk menjadi seorang ibu.

“Makanya kalau kau tidak mau aku berpikiran yadong, jangan tidur dengan pakaian terbuka begitu” teriak Donghae gugup saat menunjukkan pakaian Yoona yang sebenarnya tidak sengaja terbuka.

“Aish.. Mana aku tahu kalau kancingnya terbuka. Sudah cepat tidur, besok aku kuliah pagi” jawab Yoona sambil memperbaiki bajunya.

Donghae pun dengan enggan naik keatas ranjang. Sesekali menggoda Yoona.

“Yoong.. Kau yakin?” tanya Donghae sekali lagi.

“Oppa.. Kau mau mati?” tanya Yoona dengan nada mengancam.

“Kau mau menjadi janda, diusia muda?” tanya Donghae tak percaya.

“Bila perlu, tidak masalah” jawab Yoona kesal.

“Ya.. Nyonya lee” teriak Donghae kesal.

Yoona hanya tertawa melihat Donghae yang sudah kesal setengah mati. Apalagi Donghae memunggunginya.

“Aku yang tidak rela, kalau kau menjadi janda” gumam Donghae.

“Mwo, oppa bilang apa?” tanya Yoona.

“Anio.. Sudah tidur sana” jawab Donghae masih kesal.

“Oppa.. Tidak mau berhadapan denganku?” tanya Yoona menggoda Donghae.

“Ya! Im Yoona.. Sampai kapan kau akan membuat suamimu yang imut ini kesal?” teriak Donghae.

Tawa Yoona pun semakin tak terbendung lagi mendengar kata-kata Donghae tadi. Beberapa kali dia harus memegang perutnya yang kesakitan akibat tertawa.

“Jangan tertawa, itu tidak lucu” kata Donghae malu.

“Oppa.. Saranghae” kata Yoona tiba-tiba.

“Nado saranghae nyonya Lee. Baiklah, malam ini kau mendapat bonus. Mendekatlah” kata Donghae sambil menarik Yoona kedalam pelukannya.

Yoona dan Donghae tersenyum bahagia lalu tertidur dengan lelap.

Keesokan paginya..

Yoona dan Seohyun baru saja tiba dikampus, setelah cukup lama berdebat dengan Donghae yang memaksa mereka untuk berangkat bersama. Dan seperti yang bisa diduga kalau sekarang seluruh mahasiswa dikampus sedang menatap tajam kearah mereka.

“Yoong, aku ke studio dulu. Nanti kau cari saja aku disana” kata Donghae.

“Nde oppa” jawab Yoona.

“Seobaby.. Aku pergi dulu ya?! kata Eunhyuk tetap menebar senyuman mautnya kearah Seohyun.

“Aish.. Donghae oppa, bisakah kau bawa monyetmu sekarang juga. Aku geli setiap Hyuk oppa menatapku seperti itu” kata Seohyun yang sembunyi dibalik punggung Yoona.

“Ya! Eunhyuk.. Jangan membuatnya takut. Kelakuanmu tidak berubah juga. Kajja.. Ada banyak yang harus kita kerjakan” kata Donghae sambil menarik kerah baju Eunhyuk.

“Bye.. Seobabyku” kata Eunhyuk lagi sambil berusaha menyeimbangkan langkahnya.

“Aish.. Donghae oppa itu, apa tidak bisa dia mencari teman yang lain? Yang lebih tampan, misalnya?” kata Seohyun kesal.

“Seo.. Kau tahu, Eunhyuk oppa itu sangat baik. Kalau kau mengenalnya lebih dekat, aku yakin kau akan jatuh cinta padanya” kata Yoona sambil tertawa.

“Jinjja? Kenapa sampai sekarang aku belum merasakan kebaikannya?” tanya Seohyun polos.

“Kau saja yang tidak menyadarinya Seo.. Kajja, kita kekelas” ajak Yoona.

Yoona dan Seohyun pun segera berjalan menuju kekelas, pandangan dari yeoja-yeoja dikampus tidak dihiraukan lagi oleh mereka berdua.

“Oh Seo, ini kelas kita hari ini” kata Yoona setelah melihat ruangan yang dimaksud.

Saat akan masuk kedalam ruangan, tiba-tiba..

Byur..

“Omo.. Yoong, gwenchana?” tanya Seohyun yang kaget saat melihat ada ember berisi air kotor yang jatuh menimpa Yoona.

“Gwenchana Seo, bantu aku membersihkan diri” pinta Yoona dan segera menuju kamar mandi.

“Siapa yang melakukan ini? Apa salah kami kepada kalian?” teriak Seohyun kesal.

“Buat apa kami melakukannya? Kami saja diancam oleh sunbae-sunbae itu” jawab teman-teman sekelas Seohyun dan Yoona.

“Seo.. Kenapa kau masih berdiri disana. Kajja” teriak Yoona yang menyadari Seohyun sama sekali tidak mengikutinya.

Seohyun pun membantu Yoona membersihkan tubuh Yoona.

“Aish.. Tidak mungkin hari ini kau kuliah, kajja kita pulang” ajak Seohyun yang masih kesal atas kejadian tadi.

“Nde.. Kau benar. Aku pulang saja” jawab Yoona lemah.

“Kajja..” ajak Seohyun menarik lengan Yoona.

“Seo.. Kau kuliah saja, aku bisa pulang sendiri. Nanti kalau sudah selesai minta Donghae oppa mengantarmu pulang” kata Yoona mencegah Seohyun bolos.

“Tapi.. Aku tidak mungkin membiarkanmu pulang dalam keadaan seperti ini sendirian” kata Seohyun khawatir.

“Baiklah, aku akan pulang dengan Donghae oppa. Kau tetap kuliah. Arraso?” usul Yoona.

“Aish.. Arraso. Aku temani kau ketempat Donghae oppa” ajak Seohyun lagi.

Di studio..

“Oppa, jangan lupa mengantar pesanan lukisan dari appaku ya. Dan satu lagi, kali ini kau harus mau melukisku” kata seorang yeoja dengan manja.

“Aku akan mengantar lukisan pesanan appamu, tapi soal melukismu aku tidak bisa. Mianhae” jawab Donghae menolak secara halus.

“Kenapa kau tidak pernah mau melukisku? Padahal aku akan membayar lebih mahal dari harga lukisanmu yang lain” kata yeoja itu kesal.

“Jessica, apa kau pernah melihat aku melukis seorang yeoja? Jadi jangan cerewet lagi” kata Donghae sedikit kesal.

“Wae? Apa kau merasa aku tidak pantas menjadi modelmu? Atau jangan-jangan kau tidak tertarik dengan yeoja?” tanya Jessica kesal karena selalu saja diabaikan oleh Donghae.

“Kau bukan tidak pantas, tapi Donghae hanya akan melukis dua yeoja dalam hidupnya. Pertama ibunya dan kedua..” jawab Eunyuk yang langsung dipotong oleh Jessica.

“Kekasihnya.. Dan yang menjadi kekasihnya adalah mahasiswa baru itu” gumam Jessica semakin kesal.

“Im Yoona” kata Donghae.

“Mwo?” tanya Jessica tidak mengerti.

“Mahasiswa baru itu namanya Im Yoona. Oh ya, satu hal lagi aku dengar dari Yoona kemarin kau mengancamnya bukan?” tanya Donghae sambil menatap tajam Jessica.

“Ish.. Dasar pengadu” gumam Jessica pelan.

“Jadi benar?” tanya Donghae yang mendengar ucapan Jessica tadi.

“Anio.. Untuk apa aku melakukannya?” kata Jessica membela diri.

“Lalu ini apa?” kata Seohyun yang sudah masuk bersama Yoona kedalam studio tanpa ada yang menyadari kedatangan mereka.

“Omo.. Yoong, gwenchana? Uhh.. Bau sekali” tanya Donghae sambil menghampiri Yoona yang terlihat berantakan.

“Tanya pada barbie itu oppa, apa yang dia campur kedalam airnya” jawab Yoona kesal.

“Mwo? Kenapa kau menuduhku, aku sama sekali tidak tahu menahu tentang ini. Uwekk.. Kau bau sekali” kata Jessica sambil menutup hidungnya.

“Jangan berpura-pura yeoja barbie, kau kan kemarin mengancam kami. Jadi kalau bukan kau, siapa lagi?” bentak Seohyun.

“Ya! Apa kau punya bukti untuk menuduhku seperti itu?” teriak Jessica tak mau kalah.

“Cukup Jessica, jangan pernah kau membentak Seohyun seperti itu. Kalau kau mau wajahmu selamat dari cap 5 jariku ini, sebaiknya kau angkat kaki dari sini” ancam Eunhyuk.

Seohyun terkesima mendengar ucapan Eunhyuk tadi. Rasanya baru kali ini dia melihat sisi lain dari Eunhyuk.

“Kau mau menampar yeoja? Dasar banci!” kata Jessica sedikit ketakutan.

“Bila perlu.. Dan aku tidak peduli dibilang banci asal aku bisa melindungi Seobaby yang aku sayang” kata Eunhyuk

Langsung saja Seohyun merasa menyesal sudah memuji Eunhyuk tadi, geli rasanya mendengar Eunhyuk memanggilnya Seobaby.

“Bisakah kau keluar Jess, bukankah kau tidak mempunyai kepentingan apapun distudio ini” perintah Donghae keras.

“Tapi oppa, aku masih ada urusan denganmu” kata Jessica.

“Tenang saja, lukisan pesanan appamu sudah kusiapkan jadi jangan menunggu apapun disini. Atau kau mau membawanya sendiri?” Ancam Donghae.

Begitu mendengar kalimat terakhir dari Donghae, Jessica lalu beranjak keluar dari studio.

“Yoong, sebaiknya kita pulang saja. Tidak mungkin kau kuliah dengan keadaan seperti ini” kata Donghae cemas.

“Nde oppa.. Oh iya, Hyuk oppa aku titip Seohyun ya” pinta Yoona.

“Tanpa kau suruh pun dengan senang hati aku akan menjaganya” jawab Eunhyuk sambil tersenyum aneh.

“Aish.. Yoong, aku ini bukan anak kecil yang harus dititipkan seperti itu” protes Seohyun kesal.

Yoona hanya bisa tertawa mendengar protes Seohyun. Eunhyuk yang terlihat senang, baru saja akan mengatakan sesuatu namun sudah dipotong oleh Donghae.

“Hyukjae.. Kalau Seo sampai ketakutan karena ulahmu, kujamin besok pagi kau akan tamat” ancam Donghae dengan wajah serius.

“Ani.. Ani.. Aku jamin tidak akan membuatnya ketakutan” jawab Eunhyuk.

“Aish.. Oppa, bisa-bisanya kau mempercayai temanmu ini. Apa benar kau tidak memiliki teman selain Eunhyuk oppa?” tanya Seohyun dengan polosnya.

“Ya! Seohyun, apa yang kurang dariku?” tanya Eunhyuk memprotes perkataan Seohyun tadi.

“Kurang tampan” jawab Seohyun.

Yoona dan Donghae pun langsung tertawa mendengar ucapan polos dari Seohyun. Eunhyuk hanya bisa meringis mendengarnya.

“Baiklah Yoong, aku kembali kekelas dulu ya. Bye” kata Seohyun lalu segera berlari menuju kelasnya.

“Aku antar dia dulu” kata Eunhyuk dan segera menyusul Seohyun.

Dari jauh masih terlihat Seohyun yang keberatan diantar oleh Eunhyuk. Yoona dan Donghae pun hanya bisa tertawa melihat kedua sahabat mereka.

“Kajja, kita pulang” ajak Donghae sambil mengambil jaketnya yang langsung digunakan untuk menutupi tubuh istrinya.

“Nde..” jawab Yoona.

Sesampai dirumah..

Yoona langsung menuju kamar mandi dengan terburu-buru, tak tahan dengan badannya yang bau. Donghae hanya bisa tertawa melihat cara Yoona berjalan kekamar mandi, takut akan mengotori lantai rumah mereka.

“Aish.. Yeoja itu, sempat-sempatnya mengkhawatirkan lantai rumah” gumam Donghae saat melihat Yoona.

Tidak berapa lama terdengar suara teriakan Yoona dari atas.

“Oppa.. Oppa…” teriak Yoona.

“Nde.. Ada apa kau teriak-teriak?” jawab Donghae sambil menuju kamar tidur mereka.

“Mian oppa.. Aku lupa membawa baju handukku. Bisakah kau mengambilkannya dilemari?” tanya Yoona dari dalam kamar mandi.

Donghae segera mencari baju handuk yang dimaksud Yoona, setelah menemukannya segera dia berjalan menuju pintu kamar mandi. Namun dia mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar mandi itu.

“Oppa.. Apa kau sudah menemukannya?” tanya Yoona yang tidak sabaran.

“A.. Aku tidak menemukannya Yoong. memangnya kau taruh dimana?” tanya Donghae berbohong.

“Aku meletakkannya bersama handuk, carilah lagi” kata Yoona.

“Tapi aku benar-benar tidak menemukannya, disini hanya ada handuk. Kau mungkin lupa menaruhnya” kata Donghae sambil tertawa puas.

“Aish.. Sudahlah berikan saja handuknya. Aku sudah kedinginan” kata Yoona pasrah.

Dengan senyum kemenangan Donghae memberikan handuk kepada Yoona dan tak lupa menyembunyikan baju handuk milik Yoona. Yoona yang keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk terlihat begitu seksi, sehingga sejak tadi mata Donghae hanya terpaku menatap Yoona.

“Oppa.. Jangan menatapku seperti itu” kata Yoona merasa malu karena dilihat oleh Donghae.

“Kau ini, aku ini suamimu. Kenapa harus malu” kata Donghae lalu segera duduk diranjang.

Dilihatnya Yoona membongkar isi lemari, sibuk mencari-cari sesuatu.

“Apa yang kau cari?” tanya Donghae penasaran.

“Baju handukku, aku ingat kemarin menaruhnya disini bersama handuk-handuk ini. Kenapa sekarang tidak ada ya?” kata Yoona yang sangat yakin.

“Aish.. Kau tidak percaya padaku?” tanya Donghae berpura-pura kesal.

“Bukan tidak percaya oppa, hanya saja aku penasaran bagaimana bisa tidak ada. Karena seingatku saat menyeterika baju-baju kemarin aku sudah meletakkannya disini” kata Yoona yang masih penasaran.

“Sudah-sudah sebaiknya kau pakai baju saja, atau kau memang sengaja ingin menggodaku?” tanya Donghae menggoda Yoona.

“Ya!! Oppa.. kau jangan berpikiran macam-macam ya” teriak Yoona yang segera sadar masih memakai handuk saja untuk membalut tubuhnya.

“Sudah tanggung, jangan pakai sekalian” kata Donghae yang segera mendekat menuju Yoona.

“Mwo? Oppa.. Mau apa kau? Jangan maju lagi” kata Yoona yang sudah terdesak diantara lemari.

“Anak-anak yang lucu Yoong, ayolah” kata Donghae yang semakin membuat Yoona gugup.

“Oppa, tunggulah sampai aku sudah besar” jawab Yoona asal.

“Ya! Kau pikir aku ini ahjussi yang menikah dengan anak kecil, begitu?” tanya Donghae kesal.

“Nde, dan sekarang ahjussi itu mau berbuat mesum pada anak kecil itu” jawab Yoona sedikit berteriak untuk menyembunyikan jantungnya yang berdegup kencang.

Donghae hanya bisa tersenyum melihat wajah Yoona yang sudah terlihat memerah. Dan saat dia menyentuh pipi istrinya itu rasa panas menjalari tubuh keduanya.

Dan kali ini Donghae dengan sukses membuat anak-anak yang lucu sepertinya.

Yoona PoV

Aku membuka mataku perlahan, melihat Donghae oppa yang masih tidur dengan lelap disebelahku. Tangannya yang besar dengan manja melingkar dipinggangku.

Yah, beginilah kalau punya suami yang berteman dengan raja yadong. Dari awal menikah dia menginginkan memiliki anak. Walaupun kedua orang tua kami sudah sepakat, namun Donghae oppa tidak peduli sama sekali.

Setelah puas melihat wajah tampan suamiku, aku pun berusaha bangun dari tempat tidur. Perutku lapar, setelah pertempuran melelahkan tadi.

“Mau kemana?” tanya Donghae oppa dengan mata tertutup.

“Aku lapar oppa, jadi lepaskan tanganmu ini” kataku sambil berusaha melepaskan pelukannya yang semakin kencang.

“Tunggu sebentar lagi. Apa tidak cukup dengan memandang wajah tampan suamimu ini?” goda Donghae oppa yang ternyata sadar aku perhatikan.

“Ya! Oppa, jadi kau sudah bangun dari tadi?” tanyaku yang malu.

“Baiklah, ayo kita masak. Aku tidak mau calon anakku kelaparan didalam sana” kata Donghae oppa sambil mengelus-elus perutku.

“Oppa..” teriakku kesal melihatnya langsung kabur setelah mengatakan hal konyol tadi.

***

Sudah tiga minggu Yoona dan Seohyun menjalani masa perkuliahan mereka. Walaupun masih ada tatapan dan omongan dari teman-teman kampus, Yoona sudah tidak terlalu mempedulikannya. Kecuali satu orang, yaitu Jessica.

Setiap hari dia selalu rajin mengganggu Yoona dan menggoda Donghae. Yoona yang sama sekali tak terpancing semakin membuat Jessica kesal.

“Yoong, kekantin yuk?!” ajak Seohyun.

Yoona pun mengangguk dan mengikuti Seohyun keluar. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba Yoona merasa mual.

“Yoong, gwencana?” tanya Seohyun yang melihat Yoona seperti ingin muntah.

“Aku kekamar mandi dulu, Seo” jawab Yoona dan segera lari kekamar mandi.

Seohyun yang khawatir mengikutinya dari belakang. Disisi lain Jessica yang berada didekat mereka menjadi penasaran. Secara diam-diam dia pun mengikuti Yoona kekamar mandi.

“Huek.. Huek..”

“Yoong, wajahmu pucat. Apa kau sakit?” tanya Seohyun semakin khawatir.

“Ani.. Hanya merasa mual” jawab Yoona.

“Kita kerumah sakit saja, aku tidak mau kau kenapa-napa” ajak Seohyun.

“Tidak usah, kita kekantin saja. Mungkin ini karena aku belum sarapan saja. Kajja, Seo” kata Yoona segera menarik Seohyun kearah kantin.

Jessica yang sedari tadi mencuri dengar, langsung saja mengeluarkan senyum liciknya. Dilangkahkan kakinya segera dari tempatnya berdiri dengan penuh rencana jahat dikepalanya.

TBC

Advertisements

23 comments on “It’s Same Blue, Like Beginning I Meet You [Part 3]

  1. Wªkªkªkªkªkªkªkªkªkªkªk Haeppa jaiiill ßαπğètz siihh… Akhir’n sukses juga dy buat anak2 ϓ∂ηƍ lucu sama Yoona Нɑɑ˘°˘нɑɑ˘ °˘нɑɑ ..

    Lanjutan’n segera Ɣªªª author ϓ∂ηƍ cantik ^^ penasaran sica ♏ªªƱ ngapain and kenapa Yoona’n mual gitu.. Ato jgn2 dy hamil ƪäǥȉ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇

    • Iya, author bingung pas mau bikin ceritanya. Apa mesti ada NC ato gk, akhirnya alhamdulillah pas author nulis lagi puasa jd selamatlah ini ff dari per NC an hahaha..

      Author juga penasaran enaknya sica ngapain ya? *authorgaje*

  2. Ahahahaha,.. Pikiran yadong hwaee oppa lucu banget…

    Aduh, penasaran apa sih rencana evil si jesica.. updatenya ditunggu yah chingu,..
    Jangan lama-lama… Banyakin Yoonhae moment nya lagi..^^

  3. eonni, FFnya makin daebak aja..
    bikin Yoong eonni hamil yahh eonni!!
    penasaran sama sica eonni punya rencana jahat apa??
    tapi kalo misalnya sica eonni tau yoong eonni hamil, jgn sampe yahh eonni, sica eonni bakal nyoba ngerencanain hal buruk ke babynya haeppa..
    “GAKKK RELAAAAAAAAAAAAA” apalagi kalo sampe keguguran!! ahhhhhhhhhh..
    frustasi mikirinnya juga.. #reader ber-imajinasi kkkk~ 😛
    ditunggu next chap nya jgn lma2 yahh eooni..
    KEEP WRITING!! ^^
    mian commentnya panjang + GJ.. hehe *bow

  4. Lanjutt.. lanjuutt.. 😀
    Untung bukan NC.. 😀
    lanjut ya thor.. jangan bikin sica ngehancurin YoonHae..

  5. Wah,,,apakah yoona hamil,,,,,???
    Semoga sajah sica gak berbuat
    Yg aneh”sama yoong,,,,,,bagus banget
    Ceritanya,,,,part selanjutnya jangan
    Lama”yah,,,,,,

  6. Lanjut thor buat yoona eonni hamil ya..dan jess eonni awas macam2 sm yoona<hehehe
    pokoknya keep writing and hwaiting aouthor DAEBAK

  7. hahaha..poore unhyuk ditolak mentah2 ma seo
    lucu lg pas yoonhae bikin baby coba kalau ada NC nya tambh seru tuh hehe *readers mesum* haha

  8. wah jangan2 yoong hamil nih. aduh jessica jadi tokoh antagonis ya disini. jgn smp dia mencelakai yoong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s