I’m Really Sorry To Hurt You [Part 2]

Judul : I’m Really Sorry To Hurt You

Kategori : Romance

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Kim Taeyeon

Choi Sooyoung

Yoona PoV

Pagi ini Kyuhyun oppa tidak menjemputku lagi. Semalam dia memang menelpon hanya untuk mengatakan kalau dia sangat sibuk jadi tidak akan bisa bertemu.

Apakah cinta bisa membuat seseorang jadi berubah? Kalau benar, aku tidak akan jatuh cinta.

“Yoong..” teriak Taeyeon unnie saat aku akan masuk kekelas.

“Oh unnie, annyeong” sapaku.

“Kau kenapa? Lemas sekali. Oh ya, kau melihat Kyuhyun oppa? Dari kemarin aku mencarinya” tanya Taeyeon unnie.

“Unnie.. Kau itu aneh. Bukannya Kyuhyun oppa itu sepupumu, kenapa kau tidak tahu harus mencarinya kemana” godaku.

“Aish.. Kau kan tahu, dia hanya dekat denganmu. Aku lebih sering dicuekin dan dijahili olehnya. Jadi, dimana dia?” tanya Taeyeon unnie lagi.

“Molla.. Aku pun tidak bertemu dengannya dari kemarin” jawabku berbohong.

“Jinjja? Wah benar-benar luar biasa” kata Taeyeon sambil tersenyum.

“Mwo? Luar biasa apanya?” tanyaku tak mengerti.

“Tentu saja luar biasa, kau dan Kyuhyun oppa itu seperti anak kembar dempet yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Baru kali ini aku mendengar kau tidak tahu dimana Kyuhyun oppa” jawab Taeyeon unnie bingung.

“Mungkin sudah waktunya” gumamku sambil melamun.

“Mwo?” tanya Taeyeon unnie.

“Anio..” jawabku.

***

Sudah seminggu lebih ini Yoona dan Kyuhyun tidak bertemu. Sebenarnya Yoona sering tidak sengaja bertemu Kyuhyun yang tidak sendirian. Dia selalu bersama yeoja yang dulu pernah Yoona lihat ditoko buku.

Kring.. Kring..

“Yeoboseyo” sapa Yoona tanpa melihat siapa penelponnya.

“Yoong.. Bogoshipo” suara diseberang sana.

“Nugu? Ya! Oppa.. Kemana saja kau selama ini?” tanya Yoona setelah melihat nama yang tertera dilayar handphonenya.

“Keluarlah, aku ada dibawah” kata Kyuhyun.

Yoona segera berlari kearah jendela kamarnya. Dilihatnya sosok namja yang dia rindukan selama ini. Diambilnya jaket yang tergantung dikamarnya. Menuruni tangga dengan tergesa-gesa.

“Yoong.. Mau kemana kau malam-malam begini?” tanya tuan Im saat melihat Yoona akan keluar.

“Menemui Kyuhyun oppa, aku pergi dulu appa” teriak Yoona.

“Yoong.. Aish anak itu” gumam tuan Im.

Kyuhyun PoV

Seminggu lebih aku tidak bertemu Yoona, entah kenapa rasanya ada sesuatu yang hilang dalam diriku. Walaupun kini ada sosok Sooyoung disampingku, tetap saja rasa hampa itu terasa kuat mencengkeram hatiku.

Flashback.

“Sooyoung, apakah kau mau menjadi yeojachinguku?” tanyaku pada yeoja yang berhasil merebut hatiku.

“Kyu.. Nde, aku mau” jawab Sooyoung sambil tersenyum.

Entahlah sejak pertama kali melihatnya masuk sebagai mahasiwa pindahan hatiku berdesir. Tidak pernah sekalipun aku merasakan hal ini bahkan dengan mantan-mantan pacarku terdahulu. Sebenarnya Yoona juga membuatku merasakan hal ini, tapi karena dia dongsaengku dia tidak termasuk hitungan.

“Kyu, kau mau menelpon siapa?” tanya Sooyoung saat aku sibuk dengan handphoneku.

“Oh, aku mau menelpon Yoona. Dia harus ikut merayakan hari jadi kita” jawabku dan kembali fokus pada handphoneku.

“Kyu.. Aku tidak suka” kata Sooyoung tiba-tiba.

“Mwo? Wae?” tanyaku bingung.

Aku sudah menceritakan semuanya kepada Sooyoung. Bagaimana kedekatanku pada Yoona, apa saja yang kami bagi selama ini.

“Bisakah mulai hari ini kau jangan terlalu dekat dengannya? Dibanding aku yang sekarang berstatus yeojachingumu, tapi sepertinya dia yeoja yang paling mengerti dirimu. Aku cemburu. Kumohon, bersandarlah hanya padaku?” pinta Sooyoung.

Hal yang mengejutkan itu terlontar begitu saja dari mulut Sooyoung. Aku tidak pernah menyangka kedekatanku dengan Yoona bisa membuat orang lain tidak suka. Dan orang itu adalah Sooyoung, yeojachinguku sendiri. Bahkan bertemu dengan Yoona saja dia belum pernah.

Flasback End.

“Oppa.. Kemana saja kau selama ini?” tanya Yoona yang entah kapan sudah berdiri didepanku.

Tak satupun kata yang dapat keluar dari mulutku, lidahku kelu. Aku merengkuhnya kedalam dekapanku, memeluknya erat seakan-akan dia tidak akan pernah aku lihat lagi.

“Oppa.. Sesak” katanya berusaha melepaskan pelukanku.

“Sebentar saja Yoong, biarkan sebentar saja seperti ini” kataku menenangkannya.

“Oppa.. Kau kenapa, sikapmu aneh?” tanya Yoona dibalik pelukanku.

“Mianhae.. Aku menghilang dari sisimu selama ini” jawabku.

“Aish.. Oppa cuma seminggu saja tidak bertemu denganku pelukanmu sekencang ini. Bagaimana kalau bertahun-tahun” kata Yoona sambil bercanda.

Yeoja ini selalu saja bisa membuat hatiku terhibur. Kulepaskan pelukanku, berganti menggenggam erat tangannya. Mengajaknya berjalan menyusuri malam. Malam ini saja aku ingin bersamanya.

“Oppa.. Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?” tanya Yoona sambil melirikku.

“Apa?” tanyaku mencoba untuk membuatnya terus berbicara.

“Aish.. Oppa, kau menghilang lebih dari seminggu. Kau juga tidak menemaniku ketoko buku. Apa benar kau tidak ingin mengatakan sesuatu kepadaku?” teriak Yoona kesal.

“Aku sudah menelponmu kalau aku tidak bisa, apa itu tidak cukup?” tanyaku bersikap seolah-olah aku tidak bersalah pada Yoona.

“Tidak.. Aku kecewa padamu oppa” kali ini kata-kata Yoona sukses membuatku kaget.

Dia melepaskan genggaman tanganku dan menatap tajam kearahku. Bisa kulihat sorot mata kecewa darinya.

“Wae? Aku minta maaf, tapi aku benar-benar sibuk saat itu Yoong” jawabku.

“Sibuk bersama seorang yeoja?” tanyanya sambil tetap menatapku tajam.

“Mwo.. Darimana kau tahu?” tanyaku balik.

“Aku melihatnya ditoko buku, direstoran dan danau. Apakah yeoja itu sangat spesial sampai kau tidak bisa melakukan kebiasaan rutin kita tiap bulan? Yeojachingumu yang sebelum-belumnya tidak membuatmu seperti ini” terdengar nada kecewa dalam setiap kata-katanya.

“Mianhae.. Aku hanya ingin menjaga perasaan Sooyoung. Dia merasa tidak sebanding denganmu yang mengenalku dari kecil. Aku hanya ingin membuatnya merasa istimewa Yoong” jawabku tak berani menatap matanya.

Niatku ingin melindungi yeojachinguku namun kini aku mengorbankan perasaan seorang yeoja yang selama ini selalu bersamaku.

“Jadi, itu alasan oppa menghindariku? Kenapa tidak mengatakannya lebih awal, aku kan tidak perlu cemas” kata Yoona sambil mencoba tersenyum ceria.

“Mianhae.. Aku akan mencoba memberi Sooyoung pengertian jadi..” kataku yang langsung dipotong oleh Yoona.

“Tidak perlu oppa, suatu saat cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Kau menemukan yeoja yang tepat, begitupun aku. Jangan terlalu bergantung padaku, dan jangan membuatku bergantung pada oppa. Aku doakan kau bahagia selalu oppa. Bye” kata Yoona yang langsung berlari.

“Yoong..” teriakku memanggilnya.

Aku tahu saat ini dia pasti sedang menangis, walaupun kata-katanya tadi terdengar tegar namun sebenarnya dia sosok yang rapuh.

***

Yoona PoV

Jadi itu alasanmu oppa. Kau memang sudah berubah dan itu semua karena cinta. Aku berlari kedalam kamarku, lagi-lagi melewati appa yang sepertinya sedang menungguku.

“Yoong.. Kau kenapa?” tanya appa.

Tak kupedulikan panggilan khawatir dari appa. Hatiku sakit, orang yang kusayangi setelah appa meninggalkanku.

Tok..tok..

“Yoong.. Boleh appa masuk?” tanya appa didepan pintu kamarku.

“Nde..” jawabku.

Aku tidak ingin appa khawatir tentang aku. Setelah kepergian omma dan sekarang Kyuhyun oppa hanya appa yang aku miliki.

“Kau kenapa Yoong? Apa ada yang bisa appa bantu?” tanya appa lembut.

“Gwenchana appa. Mianhae membuatmu cemas” jawabku.

“Yoong, appa mau memberitahumu sesuatu. Mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi appa takut nanti terlambat” kata appa yang sedikit membuatku takut.

“Maksud appa?” tanyaku.

“Yoong, appa sakit. Selama ini appa sudah melakukan pengobatan, namun penyakit appa lebih kuat. Bisa dikatakan appa sekarat” kata appa begitu mengejutkan.

“Itu tidak mungkin.. Appa sehat, appa tidak mungkin sakit” kataku tak percaya.

Tangisku pecah saat appa hanya diam mengusap-usap kepalaku. Tak ada sedikit pun kebohongan dimatanya. Ya Tuhan, appa memang sakit.

“Mianhae Yoong” kata appa.

“Kenapa baru sekarang appa menceritakannya padaku?” tanyaku sambil menangis.

“Agar kau siap bila terjadi sesuatu pada appa. Kalau appa tidak ada, appa akan tenang karena Kyuhyun akan menjagamu” jawab appa.

Appa.. Kau tidak tahu, Kyuhyun oppa tidak mungkin bisa menjagaku lagi. Dia sudah memiliki yeoja yang akan dijaganya seumur hidup.

“Tenanglah appa, kita akan berusaha bersama. Kau harus sembuh, agar bisa menggandeng tanganku menuju altar” kataku mencoba ikhlas menerima semuanya.

Aku tidak ingin appa memikirkanku. Kini aku tahu ini adalah jalan yang digariskan padaku, kehilanganmu agar aku bisa memberikan kasih sayangku pada appa.

TBC

Advertisements

16 comments on “I’m Really Sorry To Hurt You [Part 2]

  1. Kyaaaa,, part 2nya kenapa pendek ßαπğètz thorrr ??? Makin nyesek ajj baca part ini
    ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Yoooonggg uljimaaaa…
    Klo kyuhyun ƍάк suka sama yoona mending part selanjut’n munculin donghae oppa ajj thor! Biar tαƱ rasa s kyuhyun!!

  2. Aku pngen nagis….hihihi….ya ampun kasian yoona..
    Kyupa ninggalin, appanya sakit.
    Jadi penasaran kelanjutannyaa!
    Lnjut thor jagan lama2

  3. Kyu hyun harus dibuat cemburu nih.. mudah-mudahan ada namja lain yg bisa ngehibur Yoong unnie.. Biar si kyu juga cemburu ke yoong..
    Yoong tetap semangat yah… Kebahagiaanmu pasti akan datang unnie///^^

    Part selanjutnya ditunggu yah chingu.. jangan kelamaan.. Fighting^^

    • Ayo kasi saran dong, siapa kira2 namja yg kerennya melebihi Kyuhyun trs bisa bwt Yoona jatuh cinta?
      Author lagi pusing mikirin org ketiga bwt KyuNa 😀

      • eonni boleh aku kasih saran?
        kalo kata aku sih siwon aja eonni..
        jadi kan siwon oppa itu sempurna..
        tapi di akhir KyuNa nya jgn pisah terus siwonppa nya juga jg jgn dibikin menderita dibikin semuanya happy end.. hehehe *mian malah jadi ikut2an nimbrung (?) eonni..

  4. haaa (T▽T) nyesek bener baca part ini.
    kasian Yoona, ditinggal ibu, Kyuhyun dan sekarang… ayahnya sakit keras 😦
    Kyuhyun, tega banget kamu *nunjuk Kyuhyun*

    author, semangattttt ^^

  5. Yup org ketiga yg sempurnanya diatas satu tingkat dari si evil adalah abang Siwon, tungguin lanjutannya ya.
    Smua akan indah pada waktunya *halah* 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s