Beautiful Summer

Judul : Beautiful Summer

Kategori : Romance

Cast :

Cho Kyuhyun

Im Yoona

Choi Siwon

 

Kereta api itu pun tiba di Busan. Dua orang yeoja keluar dari dalamnya. Terlihat yeoja berkulit coklat itu sangat gembira, sedangkan yeoja berkulit putih tampak kurang bersemangat.

“Yoong, cepatlah. Temanku sudah menunggu direstoran sana” kata yeoja berkulit coklat itu sambil menunjuk kearah restoran yang tidak jauh dari stasiun.

“Yul.. Pelan-pelan saja, aku masih lelah nih” jawab yeoja yang bernama Yoona itu.

“Dengar kita sudah terlambat 10 menit dari waktu janjian kita. Aku benar-benar tidak enak dengan temanku” kata yeoja bernama Yuri dengan kesal.

“Baiklah, kau kesana duluan. Aku akan menyusul” jawab Yoona masih dengan tidak bersemangat.

Yuri mengajak Yoona untuk menghabiskan masa liburan musim panas mereka di Busan. Awalnya Yoona menolak, namun karena bujukan Yuri selama seminggu akhirnya Yoona yang tidak tahan mengiyakan kemauan Yuri.

Dan disinilah mereka sekarang, kota Busan.

Yoona menyusul Yuri kedalam restoran yang tadi ditunjuk Yuri. Dicarinya keberadaan yeoja itu. Sampai akhirnya Yoona melihat disalah satu meja, Yuri duduk dengan seorang namja. Dari jauh terlihat mereka sangat akrab, namun Yoona tidak bisa melihat namja itu karena posisinya yang membelakangi Yoona.

“Yoong.. Disini” teriak Yuri sambil melambaikan tangan kearah Yoona.

Yoona pun mendekati meja mereka. Dilihatnya sosok namja yang tidak dikenalnya itu.

“Oh.. Yoong, kenalkan ini Minho. Minho, ini Yoona sahabatku” kata Yuri yang mengerti tatapan mata Yoona yang bingung dengan namja didepannya itu.

“Jadi ini yang namanya Yoona, Yuri sering bercerita tentangmu. Terimakasih, mau menemani Yuri kesini. Kalau tidak ada kau, pasti sekarang kami tidak bisa bertemu” kata Minho panjang lebar. Yoona sama sekali tidak mengerti dengan kata-kata Minho tadi. Pandangan matanya pun dialihkan ke sahabatnya Yuri.

“Aish.. Minho kau ini. Sebenarnya Yoona tidak tahu apa-apa” jawab Yuri panik.

“Maksudmu apa Yul? Apa yang aku tidak tahu? Ada apa sih sebenarnya ini?” tanya Yoona semakin tidak mengerti.

Yuri dan Minho terlihat saling berpandangan satu sama lainnya.

“Begini Yoong.. Minho ini namjachinguku. Jadi sebenarnya aku ingin ke Busan untuk menemuinya. Tapi kau tahu kan orang tuaku, mereka tidak akan mengijinkan aku untuk pergi sejauh ini. Makanya aku membujukmu untuk ikut, karena orangtuaku percaya padamu” jelas Yuri panjang lebar.

“Mwo.. Jadi kau memanfaatkan aku? Tega-teganya kau Yul” kataku masih tak percaya.

Yoona melihat Minho dan Yuri saling berpandangan sekali lagi.

“Ada lagi yang kalian sembunyikan? Cepat ceritakan sekarang juga, sebelum kalian ketahuan lagi” tanya Yoona kesal melihat gerak-gerik mencurigakan dari pasangan kekasih ini.

“Itu.. Kami ingin jalan-jalan berdua saja. Jadi apa kau tidak keberatan, kalau kami meninggalkanmu sendiri?” tanya Yuri sambil berlari keluar bersama Minho.

“Ya!! Yul.. Apa-apan kau itu, kau tidak bisa meninggalkan aku sendiri disini. Yul.. Kembali kau!!” teriak Yoona memanggil sahabatnya dan kekasihnya yang sudah menghilang dari pandangannya.

Yoona PoV

“Aish.. Sial, kenapa aku mau dibohongi oleh Yuri. Sekarang aku harus bagaimana? Aku sama sekali tidak pernah ke Busan. Apa aku telpon kerumah saja? Ani.. Tidak mungkin aku akan bilang pada appa, kalau Yuri menipuku. Bisa-bisa orang tua Yuri juga akan tahu” gerutuku kesal.

Argh…

“Lihat yeoja aneh itu, dia pasti stres berat sampai berteriak seperti itu” bisik-bisik orang dijalanan yang aku lalui.

Dengan wajah malu, aku pun segera berlalu dari tempat itu. aku tidak mau semua orang menganggapku gila.

Baiklah, karena sudah ada disini aku akan wisata kuliner saja. Sayang perjalanan sejauh ini tidak aku manfaatkan dengan bersenang-senang. Biar nanti setelah di Seoul aku memarahi Yuri sepuasnya.

Aku pun berkeliling kota Busan, menikmati suasana musim panas yang indah dan juga menyantap makanan yang ada disepanjang jalan.

Saat aku sedang duduk-duduk disebuah taman, kulihat ada dua orang namja bertubuh tinggi dengan wajah tampan sedang memperhatikanku. Apakah mereka tahu kalau aku ini adalah pendatang? Apa mereka ingin menculikku?

Aku sangat ketakutan, hingga tanpa sadar aku sudah berlari untuk menghindar dari dua orang aneh itu. Setelah merasa aman, aku berhenti untuk mengatur nafasku yang sudah tidak beraturan. Efek karena aku malas berolahraga.

***

“Yeoja itu..” kata Kyuhyun terputus melihat seorang yeoja yang sedang duduk disalah satu bangku taman.

“Nugu?” tanya Siwon yang sedang menoleh kesana kemari mencari yeoja yang dimaksud Kyuhyun.

“Itu hyung” jawab Kyuhyun sambil menunjuk kearah yang dimaksud.

“Oh my God.. Dia benar-benar..” kata Siwon yang melihat yeoja yang ditunjuk Kyuhyun.

Tiba-tiba yeoja yang mereka maksud berlari menghindar dari mereka berdua.

“Hyung.. Kenapa dia lari?” tanya Kyuhyun bingung.

“Aish.. Pasti dia pikir kita ini orang jahat. Kau sih melihat dia seperti ingin memangsanya saja” kata Siwon kesal sambil mengejar yeoja tadi.

“Ya!! Hyung, jangan menyalahkan aku. Kau juga melihatnya dengan wajah yadong begitu” teriak Kyuhyun protes.

Pletak..

“Aku ini Siwon, si anak Tuhan. Enak saja menyebutku yadong, kau pikir aku ini Eunhyuk hyung” protes Siwon sambil memukul kepala Kyuhyun.

“Ya!! Hyung sakit..” kata Kyuhyun.

“Aish.. Mana yeoja itu? Kau ini sih protes saja, kita jadi kehilangan jejaknya” protes Siwon lagi.

“Sudahlah hyung, jangan mengejarnya. Tidak mungkin itu dia” kata Kyuhyun dengan dingin.

“Ya, kau benar. Itu tidak mungkin. Baiklah kita pulang sekarang” ajak Siwon sambil melangkah didepan Kyuhyun. Kyuhyun dan Siwon pun pergi dari tempat itu.

Sore hari..

Dalam perjalanan pulang Siwon dan Kyuhyun mendengar suara yeoja yang terdengar sangat menyeramkan.

“Hyung.. Apa kau dengar itu?” kata Kyuhyun menghentikan langkah mereka berdua.

“Mmm.. Seperti suara yeoja menangis” jawab Siwon sambil terus menajamkan telinganya.

“Argh.. Huhuhu…” suara yeoja itu semakin membuat bulu kuduk merinding.

“Hyung.. Seperti suara hantu” kata Kyuhyun ketakutan sambil memeluk tangan kekar Siwon.

“Tenang Kyu.. Aku membawa alkitabku. Sebentar, aku akan membacanya” jawab Siwon sambil mengeluarkan alkitab yang selalu dibawanya kemana-mana.

“Hyung tidak sempat, hantunya sudah ada disana” suara Kyuhyun setengah terdengar.

“Argh.. Sakit” teriak suara itu semakin jelas kalau dia adalah yeoja bukan hantu.

“Kyu.. Dia manusia. Ayo kesana” kata Siwon sambil menarik tangan Kyuhyun.

“Hei.. Kau. Kau bangun, kenapa tidur dijalanan seperti ini?” kata Kyuhyun sambil menendang-nendang tubuh yeoja yang tergeletak di jalan.

“Aish.. Kyu, kau ini. Memangnya dia bukan manusia, kenapa membangunkannya dengan kakimu?” kata Siwon kesal melihat Kyuhyun.

“Siapa tahu saja dia punya penyakit menular” jawab Kyuhyun dingin.

Siwon mencoba melihat sosok yeoja yang sedang tergeletak dijalan itu. Setelah membalikkan tubuh yeoja itu betapa kagetnya mereka. Ternyata itu adalah yeoja yang tadi mereka lihat ditaman.

“Kyu.. Dia kan yeoja yang tadi” kata Siwon setelah melihat yeoja itu.

“Aish.. Cepat bawa dia kerumah hyung” teriak Kyuhyun panik setelah sebelumnya memeriksa nafas dan nadi yeoja itu.

Siwon hanya bengong melihat Kyuhyun yang tiba-tiba sudah mengangkat tubuh yeoja tadi, padahal belum ada beberapa menit tadi dia tidak mau menyentuh yeoja itu.

Yoona PoV

Argh.. Perutku terasa sangat sakit sekali. Aku pun membuka mataku perlahan, ada sesuatu yang menempel dikeningku. Setelah aku meraba-raba ternyata itu adalah handuk basah. Kulihat sekelilingku, tapi tempat ini sangat asing untukku.

Ya Tuhan, aku dimana?

Tunggu dulu, aku mendengar ada seseorang yang datang. Kueratkan selimut yang menutupi tubuhku. Perlahan sosok itu masuk kedalam kamar yang aku tempati. Kamar gelap ini hanya menampilkan siluet sosok orang itu.

“Kau siapa? Jangan mendekat” teriakku ketakutan.

“Kau sudah sadar?” tanya suara namja.

“Mau apa kau? Kenapa kau membawaku kesini?” teriakku lagi.

Tiba-tiba lampu kamar itu dinyalakan, aku menyipitkan mataku karena silau.

“Harusnya aku yang bertanya, kenapa ada seorang yeoja seorang diri tidur dijalan? Apa kau mau diperkosa hah?!” teriak namja itu tak kalah kerasnya.

“Aish.. Itu, itu karena perutku sakit. Hei.. Aku bukannya sengaja tidur dijalan” teriakku kesal mendengar kata-kata namja ini.

“Kau sepertinya turis lokal ya, cih.. Turis lokal selalu saja seperti itu. Melihat banyak makanan langsung kalap. Semuanya dimakan tanpa memikirkan akibatnya” katanya dingin.

“Ya!! Jangan asal bicara” kataku protes.

“Memangnya aku salah?” tanyanya masih dengan suara ketus.

“Iya sih, aku memang memakan semua yang aku lihat disini” jawabku malu.

“Sudah kuduga” katanya semakin mengejekku.

“Itu.. Itu karena aku sudah dibohongi sahabatku sendiri. Dia membujukku ketempat ini untuk berlibur bersama, ternyata dia hanya memanfaatkan aku agar diijinkan oleh orang tuanya ke Busan. Setelah sampai disini, dia malah pergi bersama pacarnya” kataku menceritakan semuanya dengan uraian air mata.

“Ternyata selain rakus, kau juga bodoh” katanya ketus.

Aku pun yang kesal hanya bisa menangis keras. Namja ini benar-benar menjengkelkan. Seharusnya dia prihatin akan kondisiku tapi dari awal aku melihatnya, dia hanya menyalahkan aku saja.

“Ya!! Kyu.. Kau apakan dia?” tanya seorang namja tampan yang tiba-tiba berlari kearah kamar ini.

“Aish.. Aku tidak melakukan apapun padanya. Dia saja yang cengeng. Ditolong, bukannya berterimakasih malah membentakku seenaknya saja” jawab namja bernama Kyuhyun itu dengan kesal.

“Kau tidak apa-apa agashi?” tanya namja ini sopan, beda  dengan namja bernama Kyuhyun ini.

“Nde.. Mianhae, aku mau tanya aku sekarang ini lagi dimana? Lalu bagaimana bisa aku ada disini?” tanyaku penasaran pada namja yang belum aku tahu namanya ini.

“Oh kau pasti bingung, setelah sadar malah bertemu si evil ini. Pantas saja kau menangis” kata namja itu sambil melirik kearah namja bernama Kyuhyun. Kyuhyun yang tidak terima dikatakan evil hanya bisa mendengus kesal, lalu duduk didekat jendela.

“Perkenalkan aku Siwon dan itu Kyuhyun sahabatku. Dalam perjalanan pulang, kami menemukanmu tergeletak di jalan sedang mengerang kesakitan. Jadi kami berinisiatif untuk membawamu kerumah. Oh iya, apa kau tidak mengingat kami berdua?” tanya namja bernama Siwon.

“Ani.. Aku baru pertama kali melihat kalian berdua” jawabku.

“Apa kau yakin?” tanya Siwon sekali lagi memastikan ingatanku.

“Sudah hyung.. Jangan menanyakan hal-hal seperti itu padanya. Dia itu bodoh dan juga rakus. Pasti diotaknya hanya ada makanan saja” jawab Kyuhyun dengan ketus sambil memberikan tatapan tajam kearahku yang mau memprotes kata-katanya tadi.

“Kau itu.. Kenapa sikapmu seperti itu? Kalau aku sangat menyusahkanmu, baiklah aku minta maaf telah membuatmu merasa terganggu. Terimakasih mau menolongku” kataku kesal sambil bangun dari tempat tidur.

“Ya!! Kau mau kemana? Badanmu belum sembuh benar, istirahatlah dulu” kata Siwon sambil memegang tanganku.

“Ani.. Aku sudah baikan. Aku mau mencari penginapan saja. Kehadiranku disini hanya membuat sahabatmu itu stres” kataku sambil menatap tajam kearah Kyuhyun.

“Sudahlah, jangan dengarkan kata-katanya. Lagi pula ini rumahku, kau boleh tinggal disini selama kau masih belum sehat. Ani.. Selama yang kau mau juga boleh” kata Siwon menyakinkan aku.

“Tidak apa-apa, aku pergi saja” kataku memaksa.

“Kalau kau pergi, kau akan mati” ancam Kyuhyun dengan wajah menakutkan.

“Apa.. Apa maksudmu? A..Ku..” kataku ketakutan.

“Baiklah sudah diputuskan kau tinggal disini sampai kau sembuh. Sudah beristirahatlah, oh ya namamu siapa?” tanya Siwon sambil berjalan kearah pintu.

“Yoona..” jawabku masih ketakutan.

“Yoona.. Nama yang bagus. Beristirahatlah. Selamat malam” katanya dengan tersenyum sambil mematikan lampu kamar ini dan menutup pintunya.

Masih bisa kulihat tatapan mata tajam dari Kyuhyun. Benar-benar namja berkepribadian aneh.

***

Pagi itu Yoona bangun lebih awal, dia ingin segera meninggalkan rumah itu. Alasannya hanya satu, dia ingin menghindari dua orang namja aneh yang semalam menolongnya. Yoona tahu itu tidak sopan, namun dia berencana pamit pada pembantu dirumah itu.

“Kau sudah bangun rupanya, mau kemana kau dengan koper itu?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Yoona.

“Ah.. Kau juga sudah bangun. Aku mau pulang” kata Yoona yang malu karena ketahuan akan pergi secara diam-diam.

“Jadi kau ini selain bodoh dan rakus juga tidak punya sopan santun ya” kata Kyuhyun sambil mengejek.

“Kau ini.. Bisa tidak jangan mengejekku seperti itu. Aku juga akan menitip pesan pada pembantu disini, sebelum aku pergi” jawab Yoona dengan kesal.

“Itu namanya tidak punya sopan santun” katanya lagi.

“Baiklah, karena kau sudah ada disini aku mau pamit. Terimakasih sudah menolongku” jawab Yoona sambil menarik kopernya dengan kesal.

“Tunggu.. Siapa bilang kau boleh pergi. Kau tinggal disini, jangan sampai kau lepas lagi dijalan dan kejadian semalam terulang lagi” katanya sambil mendekatkan wajahnya kearahku.

“A.. Pa maksudmu? Hei.. Tunggu dulu lepas, tadi katamu lepas? Kau pikir aku ini hewan peliharaan” teriak Yoona semakin kesal.

“Kau memang bodoh, menangkap kata-kataku seperti itu saja perlu waktu yang lama” kata Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Apa karena sahabat sendiri menipumu, kau berhak mengatakan orang itu bodoh? Aku juga merasa sakit hati saat tahu sahabatku sendiri tega menipuku dan meninggalkan aku sendiri ditempat yang asing bagiku. Tapi aku sama sekali tidak menyesal, karena bagaimanapun dia adalah sahabatku. Apapun yang dia lakukan padaku, dia tetap sahabatku” kata Yoona sambil menangis.

“Kyu.. Ada apa ini ribut-ribut? Kau apakan lagi Yoona?” tanya Siwon dengan kesal melihat kelakuan sahabatnya yang selalu dingin saat berhadapan dengan yeoja.

“Aku tidak melakukan apa-apa. Yeoja ini saja yang aneh. Marah-marah saat ketahuan akan pergi dari sini” jawab Kyuhyun membela dirinya.

“Ani.. Aku tidak bermaksud untuk pergi tanpa pamit pada kalian. Hanya saja, aku terlalu malu karena sudah banyak merepotkan kalian” kata Yoona sambil tertunduk.

“Kau sama sekali tidak merepotkan kami” jawab Siwon dengan senyum tulusnya.

“Aish.. Basa-basi sekali kalian ini. Aku pergi dulu” kata Kyuhyun kesal sambil berlalu dari hadapan Siwon dan Yoona.

“Cepat kembali, kau ingat hari ini kan?” teriak Siwon. Kyuhyun hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh sedikit pun.

Yoona pun diajak sarapan oleh Siwon. Mereka berbincang-bincang dan tampak semakin akrab.

“Oppa.. Apa Kyuhyun tidak menyukai kehadiranku?” tanya Yoona hati-hati.

“Kyuhyun memang seperti itu. Kami bersahabat sejak SMA, dan sejak pertama kali aku mengenalnya dia memang sudah seperti itu. Sikapnya akan berubah dingin kalau berhadapan dengan yeoja. Tapi entah mengapa, walaupun sikapnya seperti itu banyak yeoja yang ingin menjadi yeojachingunya. Termasuk adikku” jawab Siwon panjanga lebar.

“Adikmu? Lalu dimana dia, sepertinya dari tadi dirumah ini hanya ada kalian berdua dan beberapa pelayan. Aku bahkan tidak melihat yeoja, selain aku dan ahjumma Kim” tanya Yoona penasaran.

“Adikku sudah meninggal setahun yang lalu” jawab Siwon lemah.

“Mianhae oppa.. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih” kata Yoona merasa bersalah.

“Gwenchana.. Hari ini adalah hari peringatan kematiannya, karena itu aku dan Kyuhyun datang kesini. Dulu aku dan Kyuhyun tinggal di Busan, jadi adikku dimakamkan disini” kata Siwon.

“Oh begitu” ujar Yoona.

“Apa kau yakin tidak mengingat kami?” tanya Siwon tiba-tiba.

“Maksudnya? Aku benar-benar tidak pernah bertemu dengan kalian sebelumnya” jawab Yoona yakin.

“Ditaman.. Ada dua namja melihatmu, tapi kau tiba-tiba berlari” kata Siwon mengingatkan.

“Ah.. Jadi itu kalian rupanya?” jawab Yoona yang ingat kejadian kemarin.

“Hahaha… Apa kau pikir kami ini penjahat?” tanya Siwon menggoda Yoona.

“Itu karena aku sama sekali asing ditempat ini, jadi setiap ada orang yang mencurigakan pasti aku akan kabur” jawab Yoona malu.

“Sebenarnya Kyuhyun dan aku memandangmu seperti itu karena kau mirip dengan mendiang adikku. Kyuhyun yang pertama kali melihatmu, tadinya aku tidak percaya namun setelah melihat wajahmu kau memang sanga mirip dengan Seohyun” terang Siwon.

“Jadi karena itu, sikap Kyuhyun dingin kepadaku. Apakah aku sudah mengingatkannya pada mendiang adikmu?” tanya Yoona dengan nada sedih.

“Sebenarnya, Kyuhyun menerima adikku dengan terpaksa. Dia sama sekali tidak menyukai adikku. Tapi karena aku memohon kepadanya untuk membahagiakan Seohyun disisa waktunya, akhirnya Kyuhyun bersedia. Setahun mereka bersama, namun Seohyun bahagia sampai akhir hidupnya. Karena itu satu-satunya keinginan terbesarku adalah melihat Kyuhyun bahagia bersama yeoja yang dicintainya. Itu juga janjiku pada Seohyun” kata Siwon menjelaskan.

Setelah Kyuhyun kembali, mereka pergi bersama ketempat pemakaman Seohyun. Yoona pun diajak oleh Siwon. Tadinya dia menolak, namun karena Siwon mengatakan setelah acara itu selesai mereka akan mengajak Yoona berjalan-jalan. Mau tidak mau akhirnya Yoona pun meniyakan.

“Aku cari tempat parkir dulu, kalian duluan saja” kata Siwon yang langsung berlalu.

Sepanjang perjalanan dikebun bunga itu Kyuhyun dan Yoona sama sekali tidak berbicara. Mereka hanya sesekali terlihat saling melirik satu sama lain.

Sampai akhirnya..

“Kajja.. Kita kesana” ajak Kyuhyun sambil memegang tangan Yoona.

Yoona yang kaget hanya bisa menurut ditarik oleh Kyuhyun ketempat yang dimaksud.

“Lihat, bunga-bunga ini sebentar lagi akan mekar” kata Kyuhyun masih memegang tangan Yoona.

“Ehem.. Mianhae” kata Yoona sambil memberi isyarat kearah tangannya yang digenggam Kyuhyun.

Sontak Kyuhyun pun melepas pegangan tangannya. Mereka salah tingkah kerana kejadian itu.

Kyuhyun PoV

Entah mengapa sejak melihat yeoja ini jantungku berdegup kencang. Dia memang mirip dengan Seohyun, namun sifat mereka berbeda jauh. Wajahnya pun lebih membuatku tenang. Aku memang tidak pernah mencintai Seohyun, namun selama setahun bersama Seohyun membuatku merindukan wajahnya.

Setelah kedatangan Yoona, rasa rinduku pada Seohyun terobati. Namun ada perasaan lain yang tidak pernah aku rasakan saat bersama Seohyun. Jantungku seakan berlomba untuk keluar dari dadaku. Aku semakin bersikap dingin terhadapnya untuk menyembunyikan perasaanku ini.

“Apakah karena aku mengingatkanmu pada Seohyun makanya kau bersikap dingin padaku?” tanyanya memecah keheningan diantara kami.

“Kau sudah tahu?” tanyaku yang kaget dengan pertanyaannya tadi.

“Siwon oppa sudah menceritakan semuanya” jawabnya.

“Kalian memang mirip, namun sangat jauh berbeda” jawabku sambil mengalihkan pandanganku. Aku tidak sanggup untuk memandangnya.

“Itu pasti, anak kembar saja pasti akan berbeda sifatnya” kata Yoona sambil tertawa.

“Bukan itu..” kataku.

Entah setan apa yang merasukiku. Kudekatkan wajahku kearahnya. Bisa kulihat dengan jelas wajahnya memerah. Kuangkat dagunya dan mencium bibirnya dengan lembut. Merasakan manisnya bibirnya untuk beberapa saat.

Kurasakan Yoona memberontak, melepaskan ciumanku.

“Apa yang kau lakukan? Aku ini bukan Seohyun..” teriaknya sambil berlalu meninggalkanku yang masih belum sadar akan perbuatanku tadi.

“Yoona.. Yoona, mau kemana kau?” teriak Siwon hyung yang bingung melihat Yoona berlari melewatinya.

“Kyu.. Kau apakan lagi dia?” tanya Siwon hyung yang menhampiriku.

“Aku tidak tahu hyung” jawabku masih bingung dengan perasaanku.

Akhirnya kami pulang..

Dirumah kulihat Siwon hyung langsung mencari keberadaan Yoona. Namun ahjumma Kim mengatakan kalau Yoona ke stasiun. Ada rasa kehilangan yang sangat mendalam dihatiku. Aku takut kehilangan Yoona.

Ya.. Sekarang aku yakin, aku telah jatuh cinta padanya. Bukan karena dia mirip dengan Seohyun, namun aku jatuh cinta saat meilhatnya tersenyum.

“Ahjumma, kapan dia berangkat ke stasiun?” tanyaku ke ajumma Kim.

“Mungkin sekitar 5 menit yang lalu” jawab Ajumma Kim.

“Hyung.. Aku pergi dulu” kataku pamit pada Siwon hyung.

“Jadi, apa sekarang kau yakin dengan perasaanmu?” tanya Siwon hyung yang membuatku bingung.

“Aku tahu kau menyukainya, tapi apakah benar bukan karena dia mirip Seohyun?” tanyanya lagi tanpa menunggu jawabanku.

“Dia berbeda hyung, dia sama ssekali tidak sama dengan Seohyun” jawabku mantap.

“Baiklah.. Kejar dia dan bahagialah. Itu keinginan terakhir Seohyun dan aku” kata Siwon hyung sambil tersenyum.

Aku pun seperti mendapat energi lebih untuk mengejarnya. Kupacu mobil menuju ke stasiun. Berharap aku belum terlambat mengejar cintaku. Kudengar panggilan untuk ke Seoul, hatiku semakin takut kehilangan Yoona.

Saat sibuk mencari, kulihat Yoona sedang bersiap untuk naik. Tidak ingin kehilangannya.

“Yoona…” teriakku kencang sambil mengatur nafasku yang meburu.

“Yoona.. Saranghae” teriakku lagi. Semua mata kini tertuju kepadaku.

Yoona pun menoleh kearahku.

“Kyu…” katanya tidak percaya.

“Yoona, aku mencintaimu. Bukan karena wajahmu mengingatkan aku pada Seohyun. Tapi karena senyumanmu. Kau sama sekali berbeda dengan Seohyun. Kau lebih cantik, senyummu pun bisa membuatku langsung jatuh cinta. Hanya saat bersamamu, jantungku berdegup sekencang ini” kataku dengan tulus.

“Kyu.. Aku..” kata Yoona.

“Kau tinggal jawab, apakah kau juga mencintaiku?” tanyaku memotong perkataannya.

“Benarkah kau?” tanya Yoona.

“Benar.. Aku mencintaimu Yoona. Ini murni perasaanku, bukan karena apapun dan siapapun” kataku lagi-lagi memotong perkataannya.

“Aish.. Kau ini, jangan memotong perkataanku terus” teriak Yoona kesal.

“Jadi..” kataku penasaran.

“Nado saranghae Kyu..” jawab Yoona sambil tersenyum.

“Benarkah? Yeahh…” teriakku senang sambil memeluk Yoona erat.

“Kyu.. Kau membuatku malu” kata Yoona yang menunduk dengan wajah memerah.

Aku tertawa melihatnya. Hal yang tidak pernah aku lakukan, ternyata Yoona dapat melakukannya. Kucium keningnya dengan lembut dan memeluknya erat.

Saranghae Yoona….

 

 

THE END

 

Advertisements

17 comments on “Beautiful Summer

    • adiknya siwon disini imut trus klo liat dia bikin org gk bisa nolak, makanya kepilih seohyun. soalnya menurut author, soo itu orgnya strong gimana gtu. jd gk nyampe imajinasinya klo pke soo 😀

  1. wah kyuna haha aku suka pairing ini selain yoonwon haha
    buat lagi dong thor kyuna-kyuna yg lain
    oh iya aku new reader disini salam kenal 🙂

    • Salam kenal juga 🙂

      Semoga dapat waktu lagi bwt nulis, maklum lagi sibuk dikantor. Author juga lagi gk ada ide cerita nih, gr2 senin-sabtu liat laporan keuangan mulu 😀 #autorcurcolmulu

  2. kyuna~~ kyaaaa!! suka suka banget sama couple ini! ceritanya jugaaaa tp alurnya kecepetan *iyalah namanya aja oneshoot! -digepok author-
    ehehehe lanjut cerita cerita super yoong lagi yaaaa 🙂 suka banget sama yoonha and kyunaaa~~ semangat author ^^

    • Iya alurnya emang terlalu cepet, tadinya mw dibikin part. Tp author khawatir gk bs lanjutin, akhirnya dibuat oneshoot gtu 😀

  3. Daebak eonni, FFnya cmn alurnya aja yg kecepetan..
    Asikk Couple KyuNa selain KyuNa aku jga pyros hehe #gak ada yg nanya ^^
    KEEP WRITING buat bikin FF yah eonni..
    “bow

  4. ah…… uh…. co cuit…. akhirnya kau menyadari klu kau cinta pada yoona oppa….

    kyuna memang daebak deh….wkwwkwkwk

    keep writing ne… daebak…daebak… saranghae…:*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s