The Last Man Standing [Part 9]

Judul : The Last Man Standing

Kategori : Romance, Angst

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Other member SNSD & SUJU

Dihentikannya kendaraan yang membawanya kesebuah rumah mewah. Dipandanginya beberapa saat, hingga akhirnya dia turun dari kendaraannya dan melangkah menuju gerbang rumah mewah itu.

“Mianhae, anda ingin mencari siapa?” tanya penjaga pintu itu.

“Aku mencari tuan Cho, bukankah dia ada didalam?” tanya namja itu dingin.

“Apa anda sudah ada janji? Kami tidak bisa membiarkan anda masuk, kalau tidak punya janji” jawab penjaga itu.

“Kau mau mengijinkan aku masuk secara baik-baik atau dengan cara ini” kata namja itu sambil memukul penjaga itu.

Perkelahian pun tak dapat dielakkan lagi, namja itu berusaha masuk dengan melawan beberapa penjaga. Tuan rumah yang rupanya ada didekat situ, mendengar keributan didepan rumahnya.

“Ada apa ini, siapa dia?” tanyanya pada salah satu penjaga rumahnya.

“Kami tidak tahu, dia mencoba menerobos masuk kedalam rumah” jawab penjaga itu.

“Singkirkan dia, jangan sampai aku melihat dan mendengar keributan seperti ini lagi” teriak tuan rumah itu dengan suara lantang.

“Baik tuan..” kata para penjaga itu.

“Cho Sang Gun, apa kau masih mengingatku?” teriak namja yang dipukuli tadi.

“Siapa kau berani sekali kurang ajar pada tuan kami?!” teriak penjaga itu sambil memukuli namja itu lagi.

“Sudah 20 tahun bukan..” kata namja tadi sambil tertawa.

“Ya 20 tahun dan kau tetap tidak berubah” katanya lagi dan kali ini berhasil disret oleh para penjaga untuk keluar dari rumah mewah itu.

Sementara tuan rumah yang ternyata bernama Cho Sang Gun itu hanya diam terpaku, kaget akan ucapan namja yang tidak kelihatan jelas wajahnya.

“Penjaga.. Bawa orang tadi keruang kerjaku” teriaknya setelah mengingat sesuatu.

Para penjaga yang heran atas perintah tuannya itu hanya bisa menuruti perintah tuan Cho. Dibawanya namja yang berlumuran darah itu menuju ruang kerja tuan Cho.

“Kenapa? Apa kau mengingat siapa aku?” tanya namja tadi dingin, masih dengan menunduk.

“Siapa kau?” tanyanya sambil diangkatnya kepala namja tadi, dipandanginya beberapa saat namun tidak juga mengetahui siapa sosok namja didepannya.

“Cho Kyuhyun..” kata namja tadi sambil menyeringai.

“Kyu.. Kyuhyun.. Kau masih hidup?” kata tuan Cho yang kaget mengetahui bahwa namja didepannya adalah anak laki-lakinya yang pergi dari rumah saat masih berumur 5 tahun.

“Apa kau berharap aku mati, seperti ommaku?” teriak Kyuhyun emosi.

“Tidak, aku tidak pernah berpikir seperti itu. Aku terus mencarimu, tapi kata orang-orangku kau sudah mati” jawab tuan Cho.

“Orang-orangmu yang mana? Kau bahkan menyuruh orang-orangmu untuk membunuhku dan teman-temanku” kata Kyuhyun dingin.

“Membunuhmu? Aku tidak pernah melakukan itu” protes tuan Cho.

“Yang menagih hutang keperusahaanmu tempo hari itu adalah aku dan teman-temanku” cerita Kyuhyun sambil tetap menyeringai.

“Jadi kau? Apa kau memilih menjadi lawanku Kyu?” tanya tuan Cho dengan wajah penuh senyum licik.

“Kalau iya, kenapa? Apa kau mau membunuhku?” tanya Kyuhyun tak kalah liciknya.

“Mundurlah agar kau tidak terluka” perintah tuan Cho.

“Aku tidak akan pernah mundur, aku akan melawanmu. Membalaskan rasa sakit hati ommaku” kata Kyuhyun sambil menodongkan pistol yang dari tadi disembunyikannya.

“Apa kau yakin bisa menarik pelatuk pistol itu? tanya tuan Cho yang masih tenang.

“Kenapa kau pikir aku tidak bisa melakukannya? Selama ini aku hidup sendirian diluar sana, dan aku mampu bertahan hingga sekarang. Kau bahkan tidak pernah tahu bagaimana rasanya mempertahankan hidup dijalanan sana, apalagi saat itu kau masih anak-anak. Jadi jangan pernah bertanya apakah aku sanggup menembakmu, karena jawabannya akan kau tahu sebentar lagi” kata Kyuhyun semakin marah.

“Aku tidak pernah mengusirmu dari rumah, kau sendiri yang memilih untuk keluar dari sini. jadi jangan pernah menyalahkan orang lain atas menderitanya hidupmu” kata tuan Cho.

“Aku tidak perlu berbasa-basi dengan orang sepertimu” kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Doorr…

Satu tembakan yang dilepas Kyuhyun membuat tuan Cho jatuh berlumuran darah. Suara pistol yang diredamnya hingga tidak mampu membuat para penjaga tuan Cho mendengar kalau tadi Kyuhyun sudah menembak majikan mereka.

Ditatapnya dengan tatapan jijik tuan Cho yang dengan sisa nafasnya menarik-narik kaki Kyuhyun. Tidak sedikit pun dia berniat menyelamatkan nyawa tuan Cho. Ditinggalkannya tubuh tuan Cho diruang kerja.

Saat melewati ruang tengah, Kyuhyun berhenti dan memandang foto keluarga yang ada disana. Kyuhyun tersenyum getir melihat foto keluarga itu. Merasa tidak tahan berada didalam rumah itu, dilangkahkan kakinya menuju pintu keluar.

“Siapa kau?” tanya seorang namja yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Kyuhyun.

“Apa kabar Lee Donghae? Atau haruskah aku memanggilmu dengan nama Cho Donghae?” jawab Kyuhyun dengan dingin.

Bisa dipastikan wajah namja yang tak lain adalah Donghae kaget bukan main, melihat Kyuhyun namja yang tadi siang mengancamnya dan yang juga telah membuat persahabatannya dengan Yoona hampir rusak kini berada didalam rumahnya tepatnya diruang tengah.

“Kau.. Bagaimana bisa kau ada disini? Dan dari mana kau tahu nama keluargaku yang sebenarnya?”tanya Donghae penasaran.

Wajar saja Donghae tidak pernah menceritakan soal nama keluarga Lee nya pada siapapun termasuk kedua sahabatnya disekolah Yoona dan Yuri.

“Aku disini ingin bertemu dengan ayah tirimu Cho Sang Gun. Dan tentang saja nama keluargamu, aku sudah mengetahuinya sejak lama. Sejak pertama kali kau dan omma murahanmu itu masuk kedalam rumah ini” jawab Kyuhyun penuh kebencian.

“Jangan pernah menghina ommaku. Kau tidak punya hak, dasar bajingan” kata Donghae sambil menarik kerah baju Kyuhyun bersiap untuk memukulnya.

“Kau mau pukul, ayo pukul.. Kalau tidak biar aku saja” teriak Kyuhyun lalu memukul Donghae hingga terjatuh ke lantai.

“Yoona.. Apa dia tahu kalau kau adalah namja brengsek?” tanya Donghae sambil membalas pukulan Kyuhyun.

“Dia tahu pekerjaanku apa, tapi tetap lebih memilihku dibanding namja bertampang baik-baik sepertimu” kata Kyuhyun lagi sambil saling pukul dengan Donghae.

“Mungkin dia tidak tahu semuanya, kalau dia tahu semuanya aku sangat yakin dia akan segera meninggalkanmu” kata Donghae yang tidak mau kalah.

“Apa kau mau bertaruh? Setidaknya aku adalah namja yang tidak menutupi identitasku padanya. Sedangkan kau, apa kau berani mengatakan bahwa kau dan omma murahanmu itu mendapat hidup mewah kalian sampai hari ini setelah membuat seorang wanita meninggal dan menghancurkan masa depan seorang anak kecil lainnya?” kata Kyuhyun tegas yang membuat Donghae langsung terdiam.

Dipukulnya wajah Donghae sekali lagi oleh Kyuhyun sebelum meninggalkan rumah itu. Donghae yang masih shock dengan perkataan Kyuhyun tadi hanya terdiam dilantai.

“Jadi inikah maksudnya dengan kata-kata merebut lagi miliknya” gumam Donghae.

Tanpa mengobati lukanya Kyuhyun mengendarai motornya kearah rumah Yoona. Sakit hatinya selalu bisa terobati dengan hanya melihat wajah manis dan lugu Yoona. Dilihatnya lampu kamar Yoona sudah mati, dia tahu Yoona pasti sudah tidur. Yeoja yang dicintainya itu pasti sangat lelah. Akhirnya setelah lama memandangi kamar itu, Kyuhyun pun pergi dari sana.

Yoona PoV

Pagi ini aku mendapat telpon dari Yuri kalau Appa nya Donghae meninggal. Aku memutuskan untuk menelpon Donghae oppa, namun handphonenya tidak aktif. Yuri dan aku akan kesekolah seperti biasa dan nanti akan minta ijin saat jam pelajaran kedua untuk melayat kerumah Donghae oppa.

Dirumah Donghae..

Aku dan Yuri melihat banyak sekali yang datang melayat, kulihat Donghae oppa dan omma nya sedang menerima pelayat yang datang. Kami pun segera memberi penghormatan terakhir pada appa nya Donghae oppa.

“Aku turut berduka cita oppa” kata aku dan Yuri bersamaan pada Donghae oppa.

“Gomawo” jawabnya sambil menutupi wajahnya yang penuh luka. Donghae oppa mengajak kami keruangan lain agar bisa berbicara.

“Oppa.. Kenapa dengan wajahmu? Kau berkelahi ya, apakah Kyuhyun oppa yang melakukan ini padamu?” tanyaku penasaran mengingat kejadian antara Kyuhyun oppa dan Donghae oppa kemarin.

“Ani.. Yoong, apakah kau sudah bertemu dengan Kyuhyun?” tanya Donghae balik.

“Anio.. Aku belum bertemu dengannya. Apa benar kau berkelahi dengan Kyuhyun oppa?” tanyaku mendesak Donghae oppa.

“Sebaiknya kau mengkhawatirkan namjachingumu saja” jawab Donghae oppa dingin.

“Apa maksudmu oppa?” tanyaku yang tidak mengerti.

“Namjachingumu yang membunuh appaku” jawab Donghae oppa yang kini menatap tajam kearahku.

“Mwo.. Oppa, apa hubungannya Kyuhyun oppa dengan ayahmu? Aku tahu Kyuhyun oppa bukan orang baik-baik tapi dia tidak akan membunuh appamu” kataku marah pada Donghae oppa.

Aku lalu pergi dari rumah Donghae tanpa berpamitan. Aku sangat kesal mendengar kata-katanya tadi. Kyuhyun oppa memang bukan orang baik, tapi dia tidak mungkin akan melakukan perbuatan seperti.

Segera kukeluarkan handphone dan mencari nomor telpon Kyuhyun oppa, tapi handphonenya tidak aktif. Karena kata-kata Donghae tadi, aku pun segera kerumah sakit. mungkin saja Kyuhyun oppa sedang sibuk menjaga hyung-hyungnya.

Dirumah sakit..

“Annyeonghaseyo..” sapaku saat membuka pintu ruangan tempat Heechul oppa dirawat.

“Oh annyeong Yoona. Kau kesini dengan Kyuhyun?” tanya Leeteuk oppa yang setia berjaga disana.

“Aku pikir Kyuhyun oppa ada disini. Tadi aku menoba menghubunginya, tapi handphonenya tidak aktif” kataku khawatir karena Kyuhyun oppa tidak ada disini.

“Kemana anak itu? Tidak biasanya dia mematikan handphonenya” kata Leeteuk oppa yang berusaha menghubungi Kyuhyun.

“Apa anak itu anak dirumah hyung?” tanya Heechul oppa.

“Iya juga, ayo kita cari kerumah saja” ajak Leeteuk oppa.

“Anio.. Biar aku saja oppa, berikan alamatnya padaku. Oppa kan harus menjaga Heechul oppa” kataku menolak secara halus.

“Iya benar juga, baiklah ini alamatnya. Nanti kalau kau bertemu dengannya kabari kami ya?!” kata Leeteuk oppa sambil memberikan kertas yang berisi alamat rumah Kyuhyun oppa.

Setelah berpamitan aku segera menuju alamat yang dimaksud Leeteuk oppa. Daerah itu seperti lingkungan kumuh. Dengan susah payah akhirnya aku menemukan rumah Kyuhyun oppa. Tidak dapat kubayangkan Kyuhyun oppa bertahan untuk hidup ditempat seperti ini.

Tok.. tok..

Beberapa kali mengetuk pintu, akhirnya aku melihat sosok yang sangat kucari dari tadi.

“Oppa.. Ini aku” kataku saat melihat Kyuhyun oppa yang membuka pintu.

“Yoong.. Bagaimana bisa kau ada disini?” tanya Kyuhyun oppa yang kaget melihatku didepan rumahnya.

“Aku menelponmu tapi handphonemu tidak aktif. Tadi aku juga sempat.. Oppa wajahmu kenapa?” tanyaku saat melihat wajah Kyuhyun oppa memar-memar. Sama persis dengan yang aku lihat diwajah Donghae oppa, apakah karena Donghae oppa memergoki Kyuhyun oppa yang sedang membunuh appanya lalu mereka berkelahi?.

“Gwenchana Yoong, pulanglah besok aku akan menemuimu” kata Kyuhyun oppa yang berusaha untuk menutup pintu rumahnya. Namun aku dengan cepat langsung memasukkan tubuhku kedalam rumahnya.

“Ya!! Im Yoona, apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun oppa protes.

“Biar aku obati dulu lukamu, setelah itu kau boleh mengusirku oppa” kataku memohon.

“Aissh.. Kau ini” kata Kyuhyun oppa melemah.

“Oppa, apa kau berkelahi dengan Donghae oppa?” tanyaku hati-hati.

“Nde.. Apa dia mengadu?” tanya Kyuhyun oppa.

“Ani.. Tadi aku melihat wajahnya memar seperti oppa sekarang ini. Apakah gara-gara aku?” tanyaku lagi.

“Aissh.. Sejak kapan kau jadi besar kepala begitu? Kami hanya berkelahi masalah lainnya” jawab Kyuhyun sambil menggodaku.

“Masalah lain? Apa kalian saling mengenal sejak lama?” tanyaku makin penasaran.

“Banyak tanya, jadi mengobatiku atau tidak?” teriak Kyuhyun kesal.

“Mian.. Sini aku obati” kataku sambil mengobati lukanya.

Aku sangat ingin menanyakan tuduhan Donghae oppa tadi, namun kuurungkan niatku. Aku takut Kyuhyun oppa merasa aku lebih mempercayai Donghae oppa dari pada dirinya. Biarlah Kyuhyun oppa yang akan menceritakan semuanya saat dia sudah siap untuk bercerita.

“Yoong..” panggil Kyuhyun oppa saat aku membantunya membereskan rumahnya yang berantakan.

“Nde oppa” jawabku.

“Apa kau mau tahu masalahku dengan Donghae yang sebenarnya?” tanya Kyuhyun oppa lagi.

Kuhentikan segera pekerjaanku tadi, duduk disampingnya yang menghela nafas panjang seperti memiliki banyak beban yang harus dia hadapi sendiri.

“Aku memang penasaran, kalau bukan karena aku kalian berkelahi karena apa. Tapi aku tidak akan memaksa oppa untuk bercerita sebelum oppa yang siap untuk menceritakan semuanya padaku” kataku tulus.

“Kau ingat cerita tentang laki-laki yang aku bilang sudah menyebabkan ommaku meninggal?” tanya Kyuhyun oppa sambil menunduk.

“Nde.. Laki-laki itu appa mu kan?” tanyaku hati-hati.

“Terserah kau saja mau menganggapnya apa, tapi bagiku dia hanya penjahat busuk” kata Kyuhyun oppa dengan emosi.

Bisa kulihat wajah dan tatapan mata Kyuhyun oppa penuh kebencian terhadap lelaki yang baru saja aku bilang appa nya.

“Dia membawa seorang wanita untuk masuk kedalam kehidupan aku dan omma. Wanita itu memiliki seorang anak namja. Dan kau tahu siapa namja yang aku maksud?” tanya Kyuhyun oppa sambil menatapku tajam.

“Ani.. Siapa dia oppa?”  tanyaku penasaran.

“Donghae.. Anak wanita yang menyakiti hati ibuku itu bernama Donghae” jawab Kyuhyun oppa penuh kebencian.

“Jadi itukah alasanmu membunuh appa nya Donghae, ani.. appa mu?” tanyaku yang membuat Kyuhyun oppa kaget.

“Kau.. Bagaimana kau tahu? Apakah Donghae yang menceritakannya?” tanya Kyuhyun oppa yang terlihat menyembunyikan kekagetannya.

“Tadi aku datang melayat kerumah Donghae oppa. Oppa.. Kenapa kau melakukan itu? Bagaimanapun juga dia itu appa mu. Kalaupun dia bukan appa mu, tapi dia itu manusia kau mana boleh mengambil nyawa orang lain” kataku sambil menangis, tidak mengira Kyuhyun oppa akan sanggup melakukan itu.

“Sudah kubilang dia bukan appaku, dia hanya manusia busuk yang menyebabkan omma ku meninggal dan aku yang masih kecil harus bertahan hidup dijalan” teriak Kyuhyun masih dengan rasa kebencian.

“Lalu apa bedanya kau dan appamu? Kau juga membunuh” teriakku histeris.

“Jadi sekarang kau menyesal mencintai seorang pembunuh sepertiku? Kau bisa meninggalkan aku sekarang juga, sebelum kau semakin terperosok jauh bersama penjahat ini” kata Kyuhyun oppa dengan nada sinis.

“Baik.. Aku akan pergi, tapi ada satu hal yang perlu kau tahu oppa. Appa mu tetap menyayangimu, fotomu masih dia simpan diruang kerjanya. Seharusnya kau tahu itu” kataku lalu berlalu dari hadapan Kyuhyun oppa.

TBC

Advertisements

7 comments on “The Last Man Standing [Part 9]

  1. Hmm ..
    aku lg galau bgt nih ..
    di satu sisi aku ksel bgt ma kyuhyun oppa ..
    tp aku juga ksian ma dia . T,T

    tp , aku mohon yoona unnie jgn ninggalin kyuhyun oppa y ..
    kalo kyu oppa mati baru unnie yoong ninggalin dia ,haha#dijitakkyuoppa
    nice ff thor .

  2. Pingback: Super Junior – Bonamana @ Mnet M Countdown « KPop Corner

  3. bingung nihh, kadang kasian kadang kesel sama kyuppa.. gimana kalau nanti kyuppanya nyesel yahh padahal dia sendiri yg udh bunuh appanya ..
    bingung nihh!! ya udh deh dari pada banyak omong lebih baik baca chap berikutnya ah #gak ada yg nanya + nyuruh 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s