Ahjussi, I Love You [Part 3] End

Judul : Ahjussi, I Love You

Kategori : Romance

Cast :

Im Yoona

Lee Donghae

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Jung Soo Yeon a.k.a Jessica

 

Setelah menginap semalam ditempat Donghae, Yoona pulang ke Mokpo. Begitupun Donghae melanjutkan rekaman albumnya bersama Eunhyuk. Hari-hari sibuk mereka lewati ditempat terpisah. Donghae terlihat bekerja keras.

Hari ini adalah konser pertama Donghae dan Eunhyuk. Donghae mengundang ibunya dan juga Yoona. Gadis yang selama ini diam-diam memotivasi diri Donghae agar berhasil.

“Oh ibu kau datang ya, dengan siapa?” tanya Eunhyuk yang melihat ibu Donghae datang.

“Aku bersama Yoona, dimana dia ya?” kata ibu Donghae sambil mencari sosok Yoona yang tiba-tiba menghilang.

“Tenang saja bu, dia tidak akan hilang. Aku sepertinya tahu dimana dia” kata Eunhyuk sambil meminta ijin pada ibu Donghae untuk mencari Yoona.

Diruang ganti..

“Hwae.. Selamat ya” kata Yoona yang sudah ada dibelakang Donghae.

“Yoong.. Terima kasih. Kau kesini dengan siapa?” tanya Donghae melihat Yoona sendiri.

“Nenek, tapi tadi aku tinggal didepan bersama Eunhyuk” jawab Yoona polos.

“Kau ini, bisa-bisanya meninggalkan gadis tua itu sendiri didepan. Dia pasti mengacau” kata Donghae kesal.

Yoona hanya tersenyum melihat Donghae yang selalu saja seperti itu. Dan kini Donghae menjadi salah tingkah dilihat oleh Yoona.
Donghae mendekat kearah Yoona, memeluknya erat lalu mencium kening Yoona. wajah Yoona tiba-tiba berubah menjadi merah.

“Wajah itu, bisa tidak kau sembunyikan?” tanya Donghae masih memeluk Yoona.

“Wajah apa? Ya!! Hwae mana bisa aku sembunyikan wajahku” teriak Yoona sambil melepaskan pelukan Donghae. Namun Donghae makin mengeratkan pelukannya.

“Wajah merah saat aku menciummu, tolong jangan perlihatkan padaku. Seperti kepiting rebus yang siap aku makan” kata Donghae menggoda Yoona.

“Paman..” teriak Yoona kesal.

“Aissh.. Kau ini, jangan memanggilku paman. Mau kuhukum ya?” kata Donghae sambil tertawa bersama Yoona.

Tiba-tiba Eunhyuk masuk sambil membawa buket bunga yang besar kedalam ruang tempat Donghae dan Yoona bercanda.

“Kalian ini, aku cari kesana kemari ternyata sedang pacaran disini” kata Eunhyuk yang cemburu.

“Siapa yang pacaran, jangan mengada-ada” protes Donghae.
Yoona hanya tertawa geli melihat dua sahabat ini saling menggoda.

“Ini ada kiriman bunga dari penggemarmu” kata Eunhyuk sambil menyerahkan buket bunga lili yang besar itu.

“Wah.. Hwae hebat, sudah punya penggemar rupanya” kata Yoona sambil ikut melihat pengirim bunga itu.

Hattchi…

“Ya ampun aku lupa, kau kan alergi bunga lili. Maaf Donghae, sini biar aku singkirkan” kata Eunhyuk saat melihat Donghae bersin.

“Tidak usah Hyuk, biarkan saja. Bagaimana pun ini pemberian orang, tidak boleh dibuang” kata Donghae dingin sambil menatap kosong buket bunga didepannya.

Donghae pun keluar dari ruangan itu mengacuhkan Yoona yang dari tadi hanya diam kebingungan. Dia sama sekali tidak tahu kalau Donghae alergi bunga lili. Merasa dirinya bukan seorang kekasih yang baik untuk Donghae.

“Aku juga tahu dia alergi bunga lili saat kuliah semester satu. Mantan pacarnya senang sekali memakai parfum dengan aroma lili” kata Eunhyuk menjelaskan.

“Jadi Hwae punya pacar” kata Yoona sedih.

“Mantan.. Mereka putus saat naik semester tiga. Tapi sepertinya Donghae belum melupakan dia sampai sekarang” kata Eunhyuk menceritakan kisah cinta Donghae.

“Kasihan dia, masih muda sudah meninggal. Donghae pasti sangat terpukul, sampai sikapnya berubah menjadi dingin pada tiap gadis yang mendekatinya” lanjut Eunhyuk.

“Siapa yang meninggal?” tanya Donghae yang tiba-tiba sudah ada dibelakang mereka.

“Jessica, siapa lagi. Memangnya siapa lagi mantanmu? Jangan bilang kau tidak tahu tentang ini?” tanya Eunhyuk kaget.

“Jessica sudah meninggal? Kapan, kenapa aku tidak tahu?” tanya Donghae merasa bersalah.

“Sekitar setahun yang lalu. Sudahlah Donghae lanjutkan hidupmu, jangan memikirkan Jessica lagi. Sekarang kau kan punya Yoona. jangan menyia-nyiakan dia, atau aku akan merebutnya” jawab Eunhyuk sambil mengedipkan matanya ke Yoona dan berlalu dari ruangan itu.

Yoona yang masih kaget dengan cerita Eunhyuk hanya diam, begitupun Donghae yang terpukul saat tahu bahwa Jessica telah meninggal. Dia ingat saat mereka pacaran dulu, dia dan Jessica sering bertengkar. Sikap manja Jessica kadang-kadang keterlaluan belum lagi parfum kesukaannya aroma bunga lili yang membuat alergi Donghae selalu kumat.

Yoona PoV

Aku tidak tahu ternyata Donghae punya pacar. Benarkah dia tidak bisa melupakan gadis itu? Entah kenapa aku jadi cemburu setelah mendengar cerita Eunhyuk tadi. Aku bahkan sama sekali tidak mengenal Donghae.

“Yoong, ayo kita kedepan” kata Eunhyuk menggandeng tanganku.
Kulihat Donghae masih saja menatap buket bunga itu, tatapan matanya yang menyiratkan kesedihan. Apakah Donghae belum bisa melupakan Jessica? Dan aku, apakah pantas bersanding dengan seorang Donghae?

“Hyuk, bagaimana sosok Jessica itu?” tanyaku yang penasaran.

“Kami bertiga bersahabat sejak SMA dan Jessica sudah menyukai Donghae sejak SMA. Hanya saja Donghae itu laki-laki yang susah untuk didekati. Tapi akhirnya Jessica berhasil meluluhkan hatinya juga. Mereka pasangan yang serasi. Jessica cantik dan modis, sedangkan Donghae ya begitulah tampan sih tapi tidak setampan aku” kata Eunhyuk sambil tertawa.

Selalu saja memuji dirinya, membuatku semakin kesal. Kulihat Donghae sudah keluar dari ruang ganti, segera dia menghampiriku melepaskan pegangan tangan Eunhyuk yang tanpa kusadari masih memegangku.

“Kau itu, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan” kata Donghae kesal.

“Aku kan hanya ingin bersama dengan Yoona, kau ini tidak bisa melihat temanmu senang” protes Eunhyuk yang membuatku tertawa geli.

Aku dan Hwae berjalan mencari nenek, yang tadi aku tinggalkan didepan. Ternyata benar kata Donghae, nenek mengacau.

“Terima kasih sudah membimbing anak tampanku itu” kata nenek sambil membungkuk memberi hormat pada setiap orang yang datang kekonser.

“Ya!! Im Yoona, ini semua salahmu” kata Donghae dengan tampang kesal dan menahan malu melihat kelakuan ibunya.

“Maafkan aku Hwae..” kataku menyesal sambil tertawa geli melihat nenek.

Tiba-tiba aku merasa seperti ada yang mengawasi kami. Namun aku tidak melihat siapa-siapa disana. Setelah selesai konser, aku dan nenek kembali ke Mokpo. Dengan berat hati aku berpamitan pada Donghae.
Sisa liburan ini, hanya tinggal dirumah sangat membosankan. Aku berharap bisa tinggal dekat dengan Donghae.

Kring.. kring..

“Hallo” jawabku setengah hati mengangkat handphoneku tanpa melihat nama penelponnya.

“Yoona, ini aku si ganteng Eunhyuk” kata suara diseberang sana.

“Ah kau Eunhyuk. Ada apa?” tanyaku malas-malasan.

“Kenapa kau tidak bersemangat begitu sih? Pasti karena Donghae” kata Eunhyuk yang mengetahui isi hatiku.

“Sok tahu” jawabku mengelak.

“Terserah kau saja, aku menelponmu ingin memberimu peluang untuk lebih dekat dengan Donghae. Bagaimana. Kau mau?” kata Eunhyuk yang membuatku penasaran.

“Memangnya peluang apa? Aku tidak mau sampai Donghae marah lagi denganku, gara-gara ide gilamu itu” jawabku berbohong, padahal aku senang bisa bertemu dengan Donghae.

“Kau kan masih libur, aku mau menawarkan kau menjadi asisten pribadiku selama sisa libur ini. Bagaimana, apa kau mau? Tawar Eunhyuk.

“Aku mau..” jawabku dengan cepat.

“Sudah kuduga, pasti kau akan menerimanya” jawab Eunhyuk dengan tertawa.

Terserah apa kata Eunhyuk, yang penting aku bisa bertemu Donghae.
Saat tiba di Seoul, aku langsung diajak Eunhyuk ketempat syuting MV mereka. Dan ternyata menjadi asisten artis itu tidak mudah, apalagi kalau artisnya seperti Eunhyuk. Katanya kalau aku menjadi asistennya, aku akan sering bertemu Donghae tapi sampai malam begini aku belum melihat sosok Donghae.

“Eunhyuk, dari tadi aku tidak melihat Donghae. Kau yakin dia ada syuting hari ini?” tanyaku penasaran dan juga kesal.

“Oh, maaf Yoona. Hari ini, hanya aku saja yang ada jadwal syuting. Donghae baru besok mulai ambil gambar” kata Eunhyuk tanpa merasa bersalah.

“Ya!! Kenapa tidak bilang dari tadi? Aku tidak perlu menunggu seharian ditempat ini” kataku semakin kesal.

“Bukannya kau itu bekerja sebagai asisten pribadiku? Kalau mau ketemu Donghae dirumah saja, jangan disini. membuat orang lain cemburu saja” kata Eunhyuk yang ikut-ikutan kesal.

“Aissh.. Orang itu seenaknya saja membohongi aku” kataku sambil berlalu dari artis narsis itu.

Malam itu aku pulang diantar Eunhyuk kerumah Donghae. Entahlah bagaimana reaksi Donghae kalau tahu aku ada disini dan bekerja dengan Eunhyuk.

Tok.. Tok..

“Iya, tunggu” jawab Donghae dari dalam.

“Eunhyuk.. Ada apa kau kesini, tumben sekali?” tanya Donghae yang heran melihat Eunhyuk ada didepan pintu rumahnya.

“Mmm.. Sebaiknya kau tanya dia saja” kata Eunhyuk sambil mundur kebelakang, membuat aku yang tadi bersembunyi dibelakang punggung Eunhyuk jadi terlihat oleh Donghae.

“Ya!! Yoong.. Kenapa kau bisa ada disini? Bersama Hyuk lagi?” tanya Donghae yang kaget melihatku.

“Mmm.. Itu… Aisshh.. Eunhyuk kau ini, tadi katanya kau yang akan bicara dengan Hwae. Kenapa jadi aku sih yang repot?” kataku protes karena Eunhyuk sekarang hanya senyam-senyum tidak jelas.

“Maaf semua, aku pergi dulu ya. Kalian berdua uruslah rumah tangga kalian didalam rumah, jangan ribut-ribut diluar ya” kata Eunhyuk yang langsung lari sambil tertawa keras.

“Sial.. Aku dibohongi Hyuk” kataku merutuki kebodohanku.

“Bisa kau jelaskan semuanya Yoong?” tanya Donghae dengan tatapan mata tajam.

Aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang, pasrah dengan apa yang akan terjadi.

“Jadi.. Kau selama liburan ini akan bekerja sebagai asisten pribadinya Eunhyuk?” tanyanya masih tak percaya dengan penjelasanku.

“Iya.. Maaf aku baru memberitahumu” kataku menyesal.

“Kau ini, sudah kubilang jangan pernah kesini. Apa kau tidak takut aku akan menerkammu saat kau tidur?” tanya Donghae yang membuatku langsung memukul kepalanya.

“Pletakk..

“Ya!! Im Yoona, apa-apaan kau ini?” teriaknya menahan sakit.

“Jangan berpikiran macam-macam Hwae, atau aku akan lebih kasar lagi” jawabku ketus lalu meninggalkannya sendiri diruang tamu.

***

Donghae malam itu gelisah, tidak menyangka gadis yang disukainya tinggal seatap dengannya. Gadis itu benar-benar sudah membuat hati dan pikirannya kacau. Saat jam menunjukkan pukul 5 pagi, baru Donghae bisa tertidur.

Trang..

“Suara apa sih itu?” kata Donghae sambil menutup telinganya dengan bantal.

“Hwae… Ayo bangun.. Bukannya hari ini kau ada syuting” teriak Yoona dari dapur.

“Aishh.. Suara itu sepertinya tidak asing buatku. Apa aku benar-benar sudah gila, gara-gara Yoona. Berada jauh dari Mokpo, tapi aku masih bisa mendengarnya” kata Donghae lagi.

“Hwae.. Apa kau benar-benar tidak mau bangun? Ini sudah jam 7, ayo bangun” teriak Yoona lagi yang kini sudah berjalan menuju kamar Donghae.

“Aarrgh.. Yoona, kenapa kau begitu menyusahkan aku. Kenapa kau selalu menghantuiku, cukup kau membuatku tidak bisa makan. Jangan menambah dengan menyiksa tidurku” teriak Donghae makin kesal, mengira dia sedang berhalusinasi dengan sosok Yoona.

“Hwae..” teriak Yoona kali ini sudah ada didepannya.

“Ya!! Im Yoona, bagaimana bisa kau? Aishh.. Aku lupa kau semalam ada disini” jawab Donghae yang sudah sepenuhnya sadar dari halusinasinya.

“Memangnya kau tidak ingat semalam aku kesini? Hwae.. Kau terlalu banyak pikiran” kata Yoona sambil berjalan meninggalkan Donghae yang masih bengong diatas tempat tidurnya.

“Gadis itu, tidak sadar apa kalau dia penyebab semua ini” kata Donghae mengeluh dan segera kekamar mandi.

Selesai mandi, dilihatnya dimeja sudah ada makanan yang terhidang.

“Ternyata Yoona bisa masak juga” kata Donghae sambil tersenyum menatap makanan yang ada.

“Ayo sarapan, terus berangkat ke lokasi syuting. Eunhyuk pasti sudah menungguku” kata Yoona yang tiba-tiba sudah berdiri didekat Donghae.

“Kau ini, didepan kekasihmu masih saja mengkhawatirkan pria lain” kata Donghae kesal.

“Maaf, tapi ini adalah pekerjaan pertamaku. Jadi aku harus melakukannya sebaik mungkin” kata Yoona yang masih tidak sadar kalau wajah Donghae berubah menjadi dingin.

“Bisakah kau tidak bekerja untuk Eunhyuk? Bukankah sebaiknya kau pulang ke Mokpo? Kalau kau tetap disini, hanya akan merepotkan aku” kata Donghae dengan nada dingin.

“Hwae.. Aku janji tidak akan merepotkanmu. Lagipula alasan sebenarnya aku kesini itu untuk..” jawab Yoona yang menahan air matanya.

“Apapun alasanmu, pulanglah!!” teriak Donghae memotong kata-kata Yoona.

Tanpa menyentuh masakan yang dibuat Yoona, Donghae segera berangkat ke lokasi syutingnya. Yoona yang masih kaget mendengar ucapan Donghae hanya bisa menangis melihat orang yang dicintainya berkata keras seperti itu.
Eunhyuk yang menjemput Yoona, melihat mata Yoona sembab.

“Kau kenapa?” tanya Eunhyuk ragu-ragu.

“Tidak ada apa-apa” jawab Yoona pendek.

“Pasti karena Donghae? Jangan menyembunyikannya dariku. Aku tahu sifat sahabatku itu. Tapi dulu saat bersama Jessica, dia tidak pernah seperti itu” kata Eunhyuk lagi.

Membuat hati Yoona semakin miris. Dan meragukan, apakah Donghae benar-benar mencintainya atau tidak.

Saat tiba dilokasi syuting, dilihatnya Donghae sudah bersiap-siap untuk pengambilan gambar. Sekejap Yoona terpukau akan pesona dan ketampanan Donghae. Namun dilihatnya Donghae pagi ini aneh.
Saat adegan menuruni tangga, tiba-tiba Donghae terjatuh. Yoona yang kaget dengan refleks berlari kearah Donghae. Namun Donghae menepis tangannya, dan berjalan dibantu oleh para kru disana. Eunhyuk yang meilhat Yoona segera menghampirinya.

“Sudahlah, mungkin Donghae lelah” kata Eunhyuk menghibur Yoona.

“Iya Hwae pasti lelah” jawab Yoona tertunduk lemah.

“Aku akan membawanya kerumah sakit, nanti aku akan menjemputmu” kata Eunhyuk.

Yoona hanya tertunduk menyalahkan dirinya, atas kejadian tadi. Namun tiba-tiba seperti ada seseorang memandangnya dari kejauhan, dan ada aroma bunga lili yang sepintas tercium saat semilir angin berhembus.

“Apakah Jessica masih sangat mencintainya, sampai rohnya tidak bisa melepaskan Donghae sedikit pun?” tanya batin Yoona.

Beberapa saat kemudian..

“Hwae.. Apa kau baik-baik saja?” tanya Yoona saat masuk kedalam rumah, dilihatnya pergelangan kaki Donghae dibalut.

“Tenang saja, kakinya hanya terkilir. Istirahat sebentar pasti sembuh, oh ya aku lupa menebus obatmu” kata Eunhyuk yang segera pergi ke apotik.

“Maaf Hwae.. Kau pasti terluka karena aku” kata Yoona menyesal.

“Kalau begitu pergilah” perintah Donghae masih dengan nada dingin.

“Tidak.. Aku tidak akan kemana-mana sampai kau sembuh” kata Yoona mantap.

“Aishh.. Kau ini plin plan” kata Donghae sambil tersenyum melihat Yoona.

“Sini aku bantu mengompres kakimu” kata Yoona yang sudah duduk didepan Donghae.

“Ya!! Pelan sedikit, itu sakit” teriak Donghae yang mengerang kesakitan.

“Oh maaf, aku tidak sengaja menekannya” jawab Yoona panik.

“Ada hal yang bisa membuatnya berhenti sakit” kata Donghae.

“Apa?” tanya Yoona polos.

Donghae mendekatkan tubuhnya ke tubuh Yoona. Dipegangnya dagu Yoona dan makin mendekat. Wajah Yoona pun panas dan memerah. Semakin dekat hingga menyisakan jarak beberapa inchi.

“YoonHae.. Ini obatnya” teriak Eunhyuk yang langsung membuat kaget Donghae dan Yoona. refleks mereka mengubah posisi saling berjauhan.

“Ya!! Kalian tadi mau melakukan apa?” tanya Eunhyuk yang mencurigai gerak-gerik keduanya.

“Tidak, kami tidak melakukan apa-apa” jawab Donghae gugup.

“Aku hanya mau mengompres kaki Hwae” jawab Yoona sambil tertunduk malu.

“Kalian ini, aku ini lebih berpengalaman dibanding kalian, bukankah tadi kalian mau melakukan itu” kata Eunhyuk sambil memperagakan kedua tangannya seperti orang berciuman.

“Ya!! Eunhyuk sudah jangan bicara sembarangan. Mana obatnya?” teriak Donghae yang malu karena ketahuan Eunhyuk.

“Setidaknya jangan lakukan didepanku” kata Eunhyuk kesal sambil memberikan obat untuk Donghae dan meninggalkan tempat itu tanpa pamit sedikit pun.

Setelah meminum obat Donghae pun istirahat. Kata Eunhyuk, Yoona harus menjaganya malam ini karena kemungkinan Donghae akan demam karena sakit dipergelangan kakinya itu.

Kecelakaan tadi, apakah karena kehadiran roh Jessica yang masih menghantui Donghae? Aroma bunga lili itu tercium sangat tajam ditangga tempat Donghae terjatuh.

“Sica… Sica..” igau Donghae dalam tidurnya.

“Sepertinya Hwae sangat menyesal dan masih memendam rasa pada Jessica” batin Yoona.

Dengan telaten dikompresnya kepala Donghae hingga panasnya turun. Akhirnya setelah hampir pagi, suhu tubuh Donghae kembali normal. Yoona berniat untuk beristirahat, saat akan keluar dari kamar Donghae dilihatnya sebuah album kenangan masa SMA nya Donghae.

Diraihnya album itu, penasaran dengan sosok seorang gadis bernama Jessica. Mata Yoona tertuju pada sebuah nama Jessica Jung. Dilihatnya foto itu, lalu tersenyum miris.

“Ternyata dia gadis yang cantik” batin Yoona lagi.

Keesokan paginya..

Donghae yang merasa lemah tertatih keluar mencari sosok Yoona. Dicarinya disekeliling rumah itu, namun tidak menemukan Yoona dimana-mana. Saat akan keruang makan yang letaknya tak jauh dari dapur, dilihatnya meja itu sudah penuh dengan makanan.

Dilihatnya secarik kertas..

Hwae, sarapan dan obatmu sudah aku siapkan. Setelah makan dan minum obat beristirahatlah. Jangan memaksakan diri untuk berjalan. Aku pergi sebentar. Aku akan ketempat Jessica untuk mendoakannya, semoga dengan begitu kau tidak diganggu lagi oleh rohnya.

Yoona..

Setelah membaca pesan Yoona tadi, Donghae segera menelpon Eunhyuk.

Sementara dilain tempat..

Yoona sampai disebuah rumah yang lumayan besar. Ditekannya bel beberapa kali, hingga muncul seorang gadis muda menyapanya.

“Iya.. Mau cari siapa? Oh kau, ayo masuk” kata gadis itu yang awalnya kaget melihat Yoona didepan rumahnya, namun segera mengajaknya masuk.

“Maaf apakah kau mengenalku?” tanya Yoona yang bingung.

“Tentu saja aku mengenalmu, kau pacar barunya Donghae bukan?” tanya gadis itu dengan tatapan tidak suka.

“Bagaimana kau tahu? Tunggu dulu, bukannya kau Jessica mantan pacar Donghae?” tanaya Yoona yang sudah menyadari kalau orang yang didepannya itu adalah Jessica.

“Iya kau benar” kata Jessica dengan senyuman dinginnya.

“Bukankah kau sudah meninggal?” kata Yoona yang masih terlihat kaget.

“Meninggal? Siapa, aku? Apakah Donghae senang, setelah tahu aku sudah meninggal?” tanya Jessica dengan nada dingin.

“Kau salah, Donghae merasa bersalah setelah mendengar dari Eunhyuk bahwa kau telah meninggal” kata Yoona yang kesal melihat gadis yang dianggap sudah meninggal ini sekarang ada didepannya dalam keadaan sehat.

“Sudah seharusnya bukan? Selama pacaran dia sama sekali tidak pernah menganggap kalau aku ada. Berbeda denganmu, dari sorot matanya terlihat kalau dia sangat mencintaimu” kata Jessica dengan nada kesal.

“Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti, kenapa kau dan Eunhyuk membohongi kami?” tanya Yoona semakin kesal.

“Jadi saat Donghae dan Eunhyuk konser, aku datang kesana. Saat aku ingin menemui Donghae diruang ganti, aku melihat kalian sedang bermesraan. Aku terbakar cemburu melihat tatapan mata Donghae yang sangat berbeda saat melihatmu. Sedangkan selama dia berpacaran denganku, dia sama sekali tidak pernah memandangku seperti itu. Jadi saat akan meninggalkan tempat itu, aku bertemu Eunhyuk dan kami merencanakan itu semua” cerita Jessica panjang lebar.

“Eunhyuk juga ikut merencanakan ini” kata Yoona yang tidak percaya, Eunhyuk bisa membohongi dia dan Donghae.

Sementara Jessica dan Yoona sedang terlibat pembicaraan yang seru, dibalik pagar tanaman ada dua orang yang sedang mengintip mereka.

“Hyuk, bisa kau jelaskan semuanya padaku?” tanya Donghae yang sangat marah mendengar penjelasan Jessica tadi.

“Itu.. Itu.. Ya!! itu semua karena kau selalu saja bermesraan didepanku. Aku merasa cemburu” teriak Eunhyuk yang sudah tertangkap basah.

“Kau..” kata Donghae bersiap akan memukul Eunhyuk.

Eunhyuk pun bersiap untuk berlari, namun ditarik oleh Donghae sehingga kini posisi mereka terlihat oleh Yoona dan Jessica.

“Kalian, apa yang kalian lakukan disana?” tanya Jessica yang melihat dua orang sahabat itu sedang mengendap-ngendap ditaman rumahnya.

“Ini Donghae” kata Eunhyuk.

“Aku sudah mendengar semuanya, jadi kau dan si Kunyuk ini merencanakan semuanya. Yang didekat tangga itu?” tanya Donghae masih penasaran.

“Aku menyuruh Eunhyuk menyemprotkan parfumku disekitar sana. Dan aku juga mengawasimu dari jauh” jawab Jessica sambil tersenyum.

“Tega sekali kalian berdua ini” kata Yoona yang kesal.

“Selamat Donghae, akhirnya kau memiliki kekasih yang benar-benar kau cintai. Oh ya satu lagi, minggu depan aku akan menikah. Karena kalian sudah ada disini, jadi sekalian saja aku mengundang kalian” kata Jessica.

Hari pernikahan..

Jessica terlihat bahagia menuju altar pernikahannya. Donghae dan Yoona yang masih kesal, namun tetap bahagia melihat kebahagiaan sepasang pengantin itu begitupun Eunhyuk.

Tiba waktunya sang pengantin wanita melempar bunga, Jessica mengedipkan matanya kearah Yoona. Dan bunga itu pun berhasil ditangkap Yoona. Donghae tersenyum melihat wajah Yoona yang memerah digoda oleh Jessica dan Eunhyuk.

“Jadi kau sudah siap jadi pengantin?” tanya Donghae menggoda Yoona.

“Siapa bilang aku mau jadi pengantinmu?” tanya Yoona yang ikut menggoda Donghae.

“Benarkah? Baiklah aku cari pacar baru saja” kata Donghae pura-pura marah.

“Jangan.. Hwae kau itu hanya milik Yoong” teriak Yoona kesal.

“Dan Yoong hanya milik Hwae seorang” Donghae menambahkan.

Donghae pun mencium Yoona dengan penuh kasih sayang.

 

THE END

Advertisements

15 comments on “Ahjussi, I Love You [Part 3] End

  1. Hahaha ada2 aja ya unyuk oppa ma jess tpi seru lho critanya thor, aku suka hehe…mian ya aq bru komen di part trakhir…di tunggu ff yoonhae lainnya ya 🙂

    • Makasi ternyata ada juga yg suka. Iya gpp, mw comment dimana aja it’s oke 😀

      Oke, ASAP akan ada ff yoonhae yg baru 🙂

  2. FFnya jeongmal daebak eonni, kirain Sica Eonni mau ngerebut haeppa ternyata mau nikah tohh.. akhirnya Happy end yeahhh Pyros jjang..
    bikin FF YoonHae lagi yahh eonni..
    KEEP WRITING!! FIGHTING *bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s