The Last Man Standing [Part 8]

Judul : The Last Man Standing

Kategori : Romance, Angst

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Other member SNSD & SUJU

“Iya, presdir Cho Sang Gun. Kenapa, apakah itu ayahmu Cho Kyuhyun?” tanya Siwon menggoda Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum getir menatap para hyungnya. Dia berjalan mendahului para hyungnya, yang hanya bisa menatap Kyuhyun dengan bingung.

Kyuhyun PoV

Setelah dari perusahaan Cho, aku segera menuju rumah Yoona. Kuketuk pintu rumahnya untuk beberapa saat.

“Nde.. Oppa, ada apa malam-malam kesini? Kata Yoona yang membukakan pintu untukku.

“Ani.. Hanya ingin melihatmu saja” kataku lemah.

“Ya!! Oppa, aku ini sedang belajar kau malah mengganggu saja” kata Yoona setengah protes dan menggembungkan pipinya. Benar-benar membuatku terpana melihatnya.

“Kalau begitu ayo!!” ajakku sambil menarik tangannya.

“Oppa.. Mau kemana? Aku sedang belajar” teriaknya protes.

Tidak kuhiraukan teriakannya dan juga wajahnya yang sudah kesal karena perbuatanku ini. Dan akhirnya dia hanya bisa pasrah mengikuti keinginanku. Kubuka jaket yang aku pakai dan kuserahkan pada Yoona. Dia sudah berhenti berteriak, namun wajahnya masih cemberut. Aku hanya bisa memberikan senyumanku.

Kubawa dia menuju sungai Han. Duduk disalah satu kursi yang ada disana. Pandanganku tetap tertuju pada wajah cantiknya.

“Kenapa memandangku seperti itu?” tanyanya yang gusar karena sejak tadi kuperhatikan.

“Neomu yeppeo” kataku. Wajahnya memerah mendengar kata-kataku.

“Ya!! Oppa, kau membawaku jauh-jauh kesini hanya untuk mengatakan hal itu? Huh.. Membuang waktuku saja” ucapnya sambil menggembungkan pipinya. Sepertinya itu salah satu kebiasaannya.

“Baiklah aku antar kau pulang” jawabku dingin.

“Aku hanya bercanda oppa” katanya sambil tersenyum.

“Kau.. Kenapa menyukaiku? Bukankah kau tahu apa pekerjaanku yang sebenarnya. Yeoja lainnya setelah mengetahui latar belakangku langsung menghindar dariku. Tapi kau, kenapa mau saja dipaksa pacaran dengan orang sepertiku? Apa kau takut padaku?” tanyaku penasaran tentang Yoona.

“Awalnya aku takut padamu oppa, tapi setelah melihat matamu aku melihat ada ketulusan didalamnya. Sebenarnya dari awal aku mencintaimu oppa” kata Yoona dengan senyuman tulusnya. Tidak ada kebohongan didalam matanya.

“Tapi kau sama sekali tidak tahu siapa aku, bagaimana kalau aku ini adalah namja penculik dan pemerkosa yeoja-yeoja lugu sepertimu?” tanyaku setengah menakutinya.

“Benarkah kau orang yang seperti itu oppa? Aku mau pulang” kata Yoona sambil bercanda.

“Im Yoona.. Saranghae. Saranghae..” teriakku.

Kulihat wajah Yoona memerah, dia melihat kesana kemari sambil meminta maaf pada orang-orang disekitar kami yang sekarang menganggap aku gila. Aku memandang wajahnya seakan-akan besok aku tidak bisa melihatnya lagi.

***

Disebuah gang sepi itu, terlihat beberapa orang berbaju hitam sedang asyik mengawasi tempat yang tidak begitu jauh. Dari sebuat rumah keluarlah beberapa namja tampan yang terlihat sedang bercanda. Tidak berapa lama, orang-orang berbaju hitam itu pun mendekat.

Perkelahian pun terjadi, namja-namja tadi kekurangan jumlah sehingga dengan gampang dilumpuhkan.
Orang-orang berbaju hitam itu pun meninggalkan tempat itu setelah mengecek bahwa orang yang dipukulinya memang sudah tidak berdaya lagi.

Setelah beberapa saat..

Kyuhyun yang baru datang kaget melihat Siwon, Eunhyuk dan Heechul tergeletak didepan rumah. Dibangunkannya mereka, namun Kyuhyun segera sadar luka mereka sangat parah. Dengan segera ditelponnya ambulance.

Beberapa menit kemudian ambulance datang dan membewa ketiganya kerumah sakit. tidak lupa Kyuhyun menelpon Leeteuk agar segera kerumah sakit.

“Kyu.. Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan mereka?” tanya Leeteuk yang panik.

“Mereka masih didalam, luka-luka mereka cukup serius. Aku juga tidak tahu, waktu pulang tadi aku sudah menemukan mereka tergeletak didepan rumah” jawab Kyuhyun yang tertunduk lemah.

“Sialan.. Siapa orang yang melakukan ini pada mereka? Apa kau tahu kira-kira musuh kita yang mana yang melakukan ini?” tanya Leeteuk sambil memikirkan siapa dalang dibalik semuanya.

“Hyung.. Resiko pekerjaan kita adalah memiliki banyak musuh. Dan semua orang yang sudah kita datangi adalah musuh. Aku tidak..” jawab Kyuhyun terputus karena mengingat sesuatu.

“Tidak apa?” tanya Leeteuk yang melihat Kyuhyun tiba-tiba gelisah.

Tiba-tiba dokter datang dan mengatakan kalau Siwon, Enhyuk dan Heechul harus dirawat sementara karena luka mereka cukup parah. Beruntung mereka masih bisa diselamatkan. Mendengar itu Leeteuk meminta ijin untuk menjenguk ketiga temannya itu.

“Dasar bodoh.. Bagaimana seorang preman sepertimu bisa terbaring diranjang rumah sakit, hah? teriak Leeteuk saat melihat Heechul yang hanya bisa tersenyum melihatnya.

“Preman juga manusia hyung” jawab Heechul lemah.

“Kau.. Setelah seperti ini baru memanggilku hyung. Kalau tahu, dari dulu saja aku pukul kau sampai babak belur agar kau secepatnya memanggilku hyung” kata Leeteuk sambil mengis melihat sahabatnya terluka.

Kyuhyun hanya bisa terdiam, melihat mereka berdua. Diam-diam dia keluar dari ruangan itu. Mengepalkan tangannya, lalu segera pergi dari rumah sakit itu.

“Kyu.. Kau mau kemana?” tanya Leeteuk yang mengejarnya keluar.

“Aku ada urusan sebentar hyung, nanti aku kembali” jawab Kyuhyun.

“Kyu.. Berhati-hatilah” kata Leeteuk dengan senyum dipaksakan. Kyuhyun pun hanya bisa mengangguk dan segera pergi.

***

Kyuhyun PoV

Pikiranku sangat kacau, melihat para hyungku terbaring lemah dirumah sakit. Aku akan membalaskan dendam saudara-saudaraku. Namun kakiku melangkah ketempat yang salah. Kini aku sudah ada didepan sekolah Yoona.

“Oppa.. Kau menjemputku?” tanya Yoona yang berlari melihatku ada didepan sekolahnya.

“Annyeonghaseyo Kyu oppa” sapa Yuri yang berdiri disamping Yoona. Kulihat namja yang sering bersama Yoona juga ada disamping Yuri. Sorot matanya tajam menatapku. Aku pun membals tatapan matanya.

“Oppa.. Oppa…” teriak Yoona menyadarkan aku.

“Oh annyeong Yuri. Yoona kajja” kataku sambil menarik tangan Yoona untuk naik keatas motorku.

“Mian Yuri, aku pinjam Yoona sebentar” kataku pamit pada Yuri dan hanya menatap kerah namja yang dari tadi hanya diam itu.

Setelah Yoona naik, kulajukan motorku dengan sedikit kencang. Bisa kurasakan Yoona mengencangkan pegangan tangannya kepinggangku. Kubawa Yoona ke kuburan omma. Kulihat raut wajah Yoona yang tampak bingung.

“Aku hanya menepati janjiku untuk membawamu kesini lagi” kataku seolah-olah menjawab pertanyaannya.

“Oppa.. Apa kau ada masalah?” tanya Yoona. Dia memang yeoja yang pantas kucintai. Dia persis seperti omma, dengan hanya melihatku omma dan dia tahu kalau aku ada masalah.

“Ani.. Aku hanya rindu pada omma” jawabku berbohong.

“Benarkah?” tanyanya lagi seolah tak mempercayai ucapanku tadi.

“Yoong.. Pernahkah kau membenci seseorang? Sangat membencinya?” tanyaku sambil menerawang.

“Pernah, kau ingat malam saat pertama kali kita bertemu?” tanyanya yang aku jawab hanya dengan anggukan kepala.

“Saat itu aku melihat appa dan omma bertengkar. Mereka bilang akan bercerai. Aku sangat membenci mereka. Apalagi belakangan aku tahu kalau omma meninggalkan kami hanya untuk menikah lagi dengan pria kaya. Aku sangat membencinya. Namun aku sadar, kebencian itu hanya akan membuat aku dan appa menderita” jawab Yoona sambil menangis mengingat kejadian itu.

“Bagaimana kalau orang yang kau benci itu telah menyebabkan kematian seseorang yang sangat kau sayangi, apakah kau masih bisa memaafkannya?” tanyaku lagi.
Kulihat Yoona kaget dengan pertanyaanku tadi.

“Apakah itu..?” tanyanya yang hampir mengerti arah pembicaraanku.

“Nde.. Pria itu menyebabkan kematian ommaku. Dia adalah orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Dia hanya terobsesi menjadi orang sukses tanpa memikirkan aku dan omma. Saat omma sakit-sakitan, pria itu dengan tega membawa perempuan lain kerumah. Omma meninggal dengan menanggung kesedihan” ceritaku sambil menangis mengingat semua yang telah terjadi.

“Oppa.. Aku tidak tahu sebesar ini penderitaanmu. Mulailah hidup dengan baik oppa, aku akan terus disisimu” kata Yoona yang memelukku.

Entahlah kenapa pelukannya bisa membuatku tenang, hangat seperti pelukan omma.

***

Yoona PoV

Hari ini untuk pertama kalinya aku melihat seorang namja seperti
Kyuhyun menangis. Aku tidak pernah membayangkan penderitaan hidup yang selama ini dia tanggung seorang diri. Ternyata penderitaan hidup yang aku hadapi tidak sebanding dengannya. Dia kehilangan omma selamanya, sedangkan aku masih memiliki appa yang sangat mencintaiku.

Setelah dari makam ommanya, Kyuhyun oppa mengantarku pulang. Tidak ada sepatah katapun dari dirinya. Dia hanya tersenyum dan memelukku, lalu pergi begitu saja.

Kring..kring..

“Yoeboseyo..” kataku saat mengangkat handphoneku tanpa melihat nama penelponnya.

“Yoeboseyo Yoona” jawab seorang namja diujung sana.

“Oh.. Donghae oppa. Ada apa ya?” tanyaku.

“Itu, besok aku jemput ya?” katanya dengan ragu-ragu.

“Tidak perlu oppa, aku bisa pergi sendiri” tolakku.

“Apa karena namjachingumu? Ayolah Yoong, kita jarang bicara sejak kau punya namjachingu” katanya lagi sambil merajuk.

Donghae oppa benar, aku memang jarang berbicara lagi dengannya setelah aku pacaran dengan Kyuhyun. Aku hanya ingin menjaga perasaan keduanya baik itu Kyuhyun oppa maupun Donghae oppa. Tapi tanpa aku sadari telah menyakiti Donghae oppa.

“Baiklah oppa, kau jemput aku besok” jawabku setelah berpikir panjang.

“Gomawo Yoong” katanya lalu menutup telpon.

Keesokkan paginya..

“Appa aku pergi dulu ya” kataku sambil setengah berteriak.

“Yoong, kenapa buru-buru sih?” tanya appa yang sedang sibuk didapur.

“Donghae oppa sudah menjemputku, aku pergi” kataku lagi.

Kulihat Donghae oppa sudah berdiri disamping pintu mobilnya. Dibukakannya pintu mobil itu dan mempersilakan masuk bak seorang putri.

“Yoong.. Bagaimana kalau Kyuhyun menjemputmu” teriak appa yang kudengar samar-samar dari dalam mobil.

Dalam perjalanan kesekolah…

“Yoong, namja yang kemarin itu apa benar dia namjachingumu?” tanya Donghae oppa.

“Nde.. Namanya Kyuhyun oppa. Wae?” tanyaku.

“Aku hanya merasa semenjak kau dekat dengannya, kau menjadi jauh dariku” jawab Donghae oppa dengan nada sedih.

“Mianhae oppa, aku hanya merasa tidak enak saja” kataku.

“Maksudmu?” tanya Donghae oppa yang sesekali menoleh kesampingku.

“Aku hanya merasa oppa marah saat tahu aku sudah punya namjachingu” jawabku sambil menunduk.

“Sebenarnya aku tidak marah, aku hanya kecewa. Aku sudah lama menyukaimu, tapi karena aku belum yakin apakah kau juga menyukaiku makanya aku tidak pernah menyatakannya” pengakuan Donghae oppa.

“Mianhae oppa, sebenarnya aku sudah tahu kau menyukaiku. Tapi aku hanya menyayangimu sebatas oppa dan dongsaeng” jawabku jujur.

“Benarkah? Aku begitu bodoh, berharap lebih darimu. Tapi sikapmu tidak akan berubah setelah pengakuanku ini kan?” tanya Donghae oppa lagi.

“Nde.. Kau akan tetap menjadi oppa yang aku sayangi” jawabku mantap.
Bisa kulihat Donghae oppa memaksakan senyumnya kepadaku. Aku pun membalas senyumannya.

“Oh itu Yuri, oppa aku turun disini saja” pintaku saat melihat Yuri yang akan memasuki gerbang sekolah.
Donghae oppa menurunkan aku setelah melihat Yuri.

“Yuri… Tunggu aku” panggilku melihat Yuri. Bisa kulihat ekspresi wajah Yuri yang kebingungan melihatku turun dari mobil Donghae oppa.

“Semalam dia menelponku” kataku pada Yuri yang hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

***

Seorang namja menatap tajam kearah dua orang yeoja yang tengah berbincang sambil memasuki gerbang sekolah. Tatapan itupun beralih pada sosok namja yang keluar dari mobil, tatapan penuh kebencian. Setelah itu namja itu pun pergi dengan motornya.

Dirumah sakit..

“Hyung.. Bagaimana keadaan mereka?” tanya Kyuhyun yang baru tiba pada Leeteuk.

“Oh.. Siwon mungkin sekitar seminggu lagi bisa pulang. Sedangkan Eunhyuk dan Heechul masih harus dirawat lebih lama lagi” jawab Leeteuk yang terlihat lelah menjaga ketiga dongsaengnya itu.

“Mianhae hyung, hari ini aku tidak bisa berjaga lagi. Aku masih ada urusan lain” kata Kyuhyun menyesal.

“Aku tidak tahu sebenarnya urusanmu itu apa, tapi aku mohon Kyu jaga dirimu baik-baik. Ingat kau masih memiliki kami dan yeojachingumu” kata Leeteuk yang membuat kaget Kyuhyun.

“Aku tahu kau pasti sudah memiliki yeojachingu, lain kali bawalah dia menemui kami” kata Leeteuk yang mengetahui reaksi Kyuhyun.

“Baiklah, nanti aku akan memperkenalkannya kepada kalian” jawab Kyuhyun lalu pamit kepada Leeteuk.

Siang itu Kyuhyun menjemput Yoona kesekolah. Saat menunggu Yoona, Kyuhyun melihat mobil yang menjemput Yoona tadi pagi. Diikutinya mobil itu, hingga tiba dijalanan sepi dihentikannya segera mobil itu.

“Apa-apan kau ini? Kau.. Bukankah kau namjachingunya Yoona?” tanya Donghae yang keluar dari dalam mobilnya.

“Ternyata kau masih mengingat kalau aku adalah namjachingunya Yoona. aku pikir kau sudah kehilangan ingatanmu” jawab Kyuhyun dingin.

“Apa maksudmu? Tentu saja aku ingat, bukankah kita baru ketemu kemarin” jawab Donghae dengan tak kalah dinginnya.

“Maksudku kalau kau tidak ingat, aku akan mengingatkannya padamu. Kau.. Sebaiknya jangan pernah lagi mendekati Yoona” kata Kyuhyun sambil menunjuk kearah Donghae.

“Kau mengancamku? Yoona saja tidak melarangku untuk dekat dengannya, kenapa kau melarangku?” kata Donghae yang mulai emosi mendengar kata-kata Kyuhyun.

“Kau artikan saja ucapanku tadi. Jangan pernah merebut apapun lagi dariku, kalau sampai itu terjadi.. Kau akan kubunuh dengan tanganku sendiri” ancam Kyuhyun dengan mata penuh kebencian.

Segera dinyalakan motornya lalu melaju dengan kencang melewati Donghae yang diam terpaku masih kaget dengan ancaman Kyuhyun tadi.

“Lagi.. Apa maksudnya dengan lagi? Dasar orang gila, Yoona pasti tidak tahu tentang ini. Sebaiknya aku memberitahunya” kata Donghae berbicara sendiri lalu masuk kedalam mobilnya.

Kyuhyun kembali kesekolah Yoona, dilihatnya yeoja itu sedang menunggu dengan sabar.

“Yoong..” panggil Kyuhyun.

“Oppa.. Kenapa lama sekali?” kata Yoona yang menhampiri Kyuhyun.

“Mianhae, tadi aku ada urusan sebentar” jawab Kyuhyun pelan.

“Kajja, kita pulang” ajak Yoona yang sudah naik dibelakang Kyuhyun.
Kyuhyun segera memacu kendaraannya menuju kerumah sakit.

“Oppa.. Kenapa kita kerumah sakit?” tanya Yoona yang bingung.

“Ayo.. Aku ingin memperkenalkan kau dengan para hyungku” ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Yoona.

“Mereka bekerja dirumah sakit?” tanya Yoona yang tetap saja bingung.

“Kita menjenguk mereka tepatnya, mereka kemarin mengalami musibah” kata Kyuhyun sambil tetap berjalan keruang hyungnya.
Diketuknya pintu ruangan itu..

“Masuk..” suara Leeteuk mempersilakan Kyuhyun masuk.

“Hyung.. Ini aku” kata Kyuhyun.

“Oh kau Kyu” kata Leeteuk yang heran melihat Kyuhyun tidak datang sendiri.

“Hyung kenalkan ini Yoona, yeojachinguku. Yoona, ini Leeteuk hyung” kata Kyuhyun memperkenalkan Yoona.

Yoona membungkukkan badannya lalu tersenyum melihat Leeteuk. Heechul pun yang sudah bangun langsung ikut-ikutan menyapa Yoona.

“Aku Heechul, wah Kyu ternyata kau pintar memilih yeojachingu. Yoona apa kau punya saudara perempuan lainnya? Kenalkan padaku” kata Heechul yang membuat ruangan itu penuh tawa.

Setelah menjenguk Heechul, Kyuhyun membawa Yoona keruangan Siwon dan Eunhyuk. Cukup lama Yoona dan Kyuhyun ada dirumah sakit. Yoona yeoja yang sangat menyenangkan, karena itu baru saja berkenalan mereka sudah sangat akrab.

Kyuhyun PoV

Tidak terasa hari sudah malam, aku mengantar Yoona pulang. Saat tiba didepan rumahnya, aku melihat ada mobil yang tidak asing lagi. Donghae keluar dari dalam mobil itu masih menggunakan pakaian seragamnya.

“Donghae oppa.. Kenapa kau ada disini?” tanya Yoona yang kaget melihat Donghae.

“Ada yang ingin aku bicarakan Yoona” jawabnya sambil menatap tajam kearahku.

“Apakah kau menungguku dari tadi? Kau masih menggunakan seragam” tanya Yoona lagi dengan bingung.

Aku penasaran apa yang ingin dia bicarakan dengan Yoona, karena itu aku sama sekali tidak berniat beranjak dari tempat itu.

“Yoona sebaiknya kau putus dari dia” kata Donghae sambil menunjuk kearahku.

“Oppa.. Ada apa ini? Bukankah kita sudah membahas hal ini tadi pagi” teriak Yoona yang kesal.

“Namja ini bukan orang baik-baik, tadi siang dia mengancam akan membunuhku” kata Donghae.

“Cukup.. Kenapa kau tega memfitnah namjachinguku?” tanya Yoona yang menahan air matanya.

“Yoong, aku tidak memfitnah. Dia mengancamku agar tidak mendekatimu lagi” jelas Donghae lagi.

“Oppa.. Benarkah itu?” tanya Yoona kepadaku.

“Benar, aku mengancam akan membunuhnya” jawabku dingin.

“Kenapa.. Kenapa oppa melakukan itu? Aku tahu pekerjaanmu seperti apa, tapi apakah harus kau mengancam seseorang?” tanya Yoona yang kini menangis.

“Aku hanya ingin mempertahankan apa yang menjadi milikku. Aku tidak ingin kehilangan lagi orang yang aku sayangi. Apakah aku salah?” tanyaku balik.

“Kau tidak mempercayaiku? Aku tidak akan mencintai namja lain selain dirimu” katanya sambil terus menerus menangis.

“Aku sangat mempercayaimu Yoong, tapi tidak dengannya” kataku sambil menatap tajam Donghae.

“Baiklah aku mengerti, ini cuma salah paham saja. Mianhae Donghae oppa, tapi bisakah kau pulang saja?!” pinta Yoona pada Donghae.

“Tapi Yoong dia..” protes Donghae.

“Pulanglah oppa, aku mohon” pinta Yoona lagi.

Kulihat Donghae hanya bisa menuruti perkataan Yoona, meninggalkan kami berdua.

“Yoong, mianhae. Aku bertindak terlalu jauh, aku cemburu melihatmu dengan namja itu” kataku jujur.

“Aku mengerti oppa, tapi kumohon jangan bertindak terlalu jauh. Jangan melibatkan dirimu dalam bahaya” kata Yoona menangis.

“Pasti Yoong, aku berjanji ini untuk yang terakhir kalinya” kataku lalu segera pamit pada Yoona.

Kulihat dia tersenyum manis sambil melambaikan tangannya. Omma, jaga dia untukku.

TBC

Advertisements

10 comments on “The Last Man Standing [Part 8]

  1. “Hyung kenalkan ini Yoona, namjachinguku. Yoona, ini Leeteuk hyung” kata Kyuhyun memperkenalkan Yoona…. Itu kutipan waktu Kyuhyun memperkenalkan yoona ke teman2nya. Seharusnya Yoeja khan bukan namja??? Maaf author hanya mengkoreksi ^^V,,,

  2. hm , kok aku miris bgt ma donghae y ??
    ksian bgt ,lgsung dsuruh pulang 😦
    kyu oppa jgn gtu donk ,yoona unnie kn udah bilang kalo dia cuma cinta sama oppa ..
    mianhae mianhae mianhae , bru bisa comment ,ini aj ngebut baca ff.a ,hehe
    nice ff.

  3. wahhhhh… makin penasaran aja nih ceritanya..
    y udh deh dari pada banyak omong mending mau baca lanjutannya..
    tapi eonni, tetep kasian sama haeppanya..
    pasti ayahnya haeppa itu ayahnya kyuppa yah? #reader sok tau hehe ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s