The Last Man Standing [Part 7]

Judul : The Last Man Standing

Kategori : Romance, Angst

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Other member SNSD & SUJU

Yoona yang masih memegang handphonenya dengan ragu-ragu menekan no Yuri, namun belum juga dia menekannya Yuri sudah menelponnya duluan.

“Yoeboseyo” jawab Yoona.

“Ya!! Yoona, kau ini seharian kemana saja? Aku menelpon tidak aktif, menelpon kerumah tidak ada yang mengangkat” teriak Yuri yang kesal.

“Mianhae Yuri, aku lupa mengaktifkan handphoneku. Dan dirumah tidak ada orang, appa sepertinya pergi dengan temannya. Dan seharian ini aku..” jawab Yoona dengan ragu-ragu dan sedikit menyesal.

“Bagaimana bisa kau tidak mengaktifkan handphone seharian ini? Dan kau kemana seharian ini?” tanya Yuri lagi semakin kesal.

“Aku.. Aku pergi kencan Yuri” kata Yoona malu.

“Mwo… Kencan? Nugu? Donghae oppa? Ah ani.. Donghae oppa tadi juga mencarimu” kata Yuri yang penasaran dengan temannya itu.

“Kau masih ingat dengan namja yang aku ceritakan tempo hari itu? Aku berkencan dengannya hari ini” jawab Yoona dengan sedikit khawatir mendengar reaksi dari Yuri.

“Mwo.. Namja yang baru kau kenal itu? Bagaimana bisa Yoona? Lalu apakah kalian sekarang pacaran?” tanya Yuri membabi buta.

“Iya Yuri, kami pacaran sekarang. Mianhae Yuri, aku sudah mengantuk. Bisakah besok pagi disekolah aku menceritakan detilnya?” kata Yoona yang sudah mengantuk dan lelah dari tadi.

“Kau benar-benar baru pulang kencan dengannya? Baiklah, besok pagi-pagi kau harus menceritakan semuanya dari awal” kata Yuri mengalah.

“Siap, gomawo Yuri” kata Yoona lalu memutuskan sambungan teleponnya dengan Yuri.

Yoona pun langsung tidur, berharap besok pagi semuanya akan berjalan lancar.

Keesokan paginya…

Setelah siap untuk berangkat sekolah, Yoona turun dan menuju meja makan. Ayahnya ternyata sudah menyiapkan sarapan, dan berangkat duluan. Dengan malas dimakannya sarapan itu. Selesai sarapan dilangkahkan kakinya menuju sekolah. Namun betapa kagetnya, Kyuhyun sudah ada didepan menunggunya dengan motornya yang kemarin.

“Oppa.. Kenapa pagi-pagi kau sudah ada didepan rumah orang sih?” kata Yoona kesal.

“Untungnya kau masih mengingat panggilanmu ke aku, tapi apa setelah itu kau langsung hilang ingatan?” kata Kyuhyun sinis.

“Mwo… Hilang ingatan? Ani.. Aku baik-baik saja” jawab Yoona yang belum mengerti sindiran dari Kyuhyun.

“Aissh.. Sudahlah, ayo naik. Aku antar kau kesekolah” ajak Kyuhyun dingin.

“Siapa yang menyuruhmu menjemputku? Aku bisa kesekolah sendiri” jawab Yoona dengan tampang lugu.

“Ya!! Jangan membuatku emosi Im Yoona. Cepat naik, aku ini namjachingumu. Jadi mulai hari ini aku yang akan bertanggung jawab atas dirimu” teriak Kyuhyun yang semakin kesal melihat Yoona yang lupa kalau kemarin mereka sudah pacaran.

“Mianhae, aku lupa. Lagipula kau tidak mengatakan tentang acara jemput ini padaku kemarin” jawab Yoona dengan tersipu malu.

“Bukannya sudah kubilang tadi, ayo cepat naik. Nanti kau terlambat” jawab Kyuhyun seenaknya.

“Ya!! Mana bisa seperti itu, huh dasar menyebalkan” omel Yoona sambil menaikin sepeda motor Kyuhyun.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengantar Yoona kesekolahnya. Ditambah Kyuhyun yang membawa motor dengan ngebut.

“Ayo turun.. Ya!! Im Yoona, mau sampai kapan kau diatas motorku?” teriak Kyuhyun dengan kesal.

“Mianhae.. Aku sampai tidak sadar kalau sudah sampai” kata Yoona yang kelihatan ketakutan akibat perjalanan tadi.

“Kenapa kau? Apakah kau sakit?” tanya Kyuhyun yang panik melihat wajah Yoona yang pucat.

“Ani.. Tapi tadi aku sangat ketakutan saat kau membawa motor” jawab Yoona gemetaran.

“Mianhae Yoong, aku pikir kau terlambat jadi aku sedikit ngebut” kata Kyuhyun menyesal.

“Mmm..” jawab Yoona sambil mengangguk.

Yuri yang tiba disekolah melihat Yoona dikejauhan, saat ingin memanggilnya dilihat sahabatnya sedang bersama dengan seorang namja yang tidak dia kenal. Diurungkan niatnya memanggil dan berpikir bahwa mungkin itu adalah namja yang dimaksud Yoona saat ditelpon semalam. Ditunggunya Yoona didekat gerbang sekolah.

Yoona berjalan memasuki sekolahnya, tiba-tiba Yuri langsung menhampirinya.

“Yoona, apakah itu namja yang semalam kau ceritakan?” tanya Yuri penasaran.

“Iya, apakah kau melihatnya?” tanya Yoona balik.

“Mmm.. Aku melihatnya, dia namja yang sangat tampan. Siapa namanya?” tanya Yuri yang semakin penasaran.

“Kyuhyun” jawab Yoona singkat.

“Aigo.. Lalu dia menjemputmu tadi? Oh romantis sekali” kata Yuri yang sekarang sudah senyum-senyum sendiri. Yang hanya diberi anggukan oleh Yoona.

“Siapa yang dijemput? Siapa yang romantis” tanya seorang namja yang tiba-tiba sudah ada dibelakang mereka yang tak lain adalah Donghae.

“Ya!! Oppa kau mengagetkan aku saja” teriak Yuri yang kaget.

“Ani.. Bukan siapa-siapa. Iyakan Yuri?” kata Yoona yang memberi tanda agar Yuri tutup mulut.

“Benar oppa, bukan siapa-siapa. Kami hanya membicarakan murid lain yang kami lihat diparkiran tadi” kata Yuri berbohong.

“Oh aku pikir salah satu dari kalian” jawab Donghae lega.

“Memangnya kalau ada salah satu dari kami, kenapa oppa?” tanya Yoona ingin tahu.

“Aku cemburu, terutama denganmu Yoong” jawab Donghae sambil berlari menuju kekelasnya.

Yoona yang kaget hanya bisa saling berpandangan dengan Yuri. Inilah yang dikhawatirkan Yoona sejak semalam.

Yoona PoV

Aku kaget denga perkataan Donghae oppa tadi. Aku takut dengan reaksinya nanti saat tahu kalau aku sudah memiliki namjachingu. Rupanya Yuri menyadari kegelisahanku.

“Nanti kita harus menceritakannya pada Donghae oppa” kata Yuri mantap.

“Tapi..” jawabku ragu-ragu.

Yuri hanya bisa memberi isyarat lewat senyuman dan anggukan kepalanya, menyakinkan aku bahwa ini adalah jalan satu-satunya.

Setelah bel istirahat kami menuju kantin. Kulihat Donghae oppa datang dengan tersenyum kearah kami. Dan seperti biasa penghuni kantin terutama yeoja melihat kearah kami dengan tatapan sinis.

“Hei kalian berdua ini bisa tidak sekali-kali berpisah? Seperti kembar dempet saja” canda Donghae oppa yang melihat kami duduk bersebelahan.

“Oppa.. Ada yang ingin Yoona sampaikan” kata Yuri tanpa basa-basi.

Aku yang kaget menyenggol lengannya dan Yuri hanya bisa menatap tajam kearahku.

“Ada apa, sepertinya serius?” tanya Donghae oppa penasaran.

“Itu.. Aku sudah punya namjachingu oppa” jawabku gugu.

“Mwo.. Namjachingu? Sejak kapan?” tanya Donghae oppa dingin.

“Kemarin, baru kemarin” kataku sambil menunduk.

“Lalu kenapa harus menceritakannya padaku? Kau mau punya pacar atau tidak itu kan urusanmu” kata Donghae oppa sedikit kasar.

“Ya!! Oppa, kenapa nada bicaramu jadi seperti itu? Kami menceritakan ini hanya karena kau adalah sahabat kami” kata Yuri yang protes.

“Sahabat? Benar kita adalah sahabat. Chukae Yoong” kata Donghae oppa dengan tatapan mata tajam sambil berlalu dari kantin.

“Oppa..” teriak Yuri memanggil Donghae oppa, yang sama sekali tidak berbalik lagi.

“Yuri.. Bagaimana ini?” tanyaku yang dari tadi hanya bisa diam tidak tahu harus berbuat apa.

“Sudahlah, kau tahu kan Donghae oppa itu seperti apa. Sebentar lagi dia akan membaik, dia hanya kaget saja” kata Yuri menenangkan aku.

Aku tahu pasti Donghae oppa sangat kecewa, karena aku tidak menceritakannya lebih dulu. Tapi aku juga tidak bisa disalahkan, Kyuhyun menyatakan cinta begitu mendadak.

Kyuhyun.. Kenapa aku merindukannya? Apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya.

***

Sepulang sekolah Yuri dan Yoona segera berlari kearah gerbang sekolah. Kyuhyun sudah berjanji akan menjemput Yoona, dan Yuri memaksa ingin mengenal namjachingu sahabatnya itu. Setelah beberapa saat mecari, ternyata Kyuhyun sudah ada disana menunggu diatas motornya.

“Oppa, kau sudah lama menunggu?” tanya Yoona sumringah.

“Mmm.. Cukup lama hingga membuat pantatku sakit” jawab Kyuhyun sinis.

“Ya!! Aku kan sudah bilang, kalau aku pulang jam 4. Memangnya kau datang jam berapa?” tanya Yoona sedikit protes.

“Dasar yeoja bawel” kata Kyuhyun setengah berbisik. Yoona pun hanya bisa mendengus kesal melihat sikap Kyuhyun yang kembali keasal.

“Mmmm… Mianhae disini masih ada satu orang” kata Yuri yang merasa terganggu dengan sepasang kekasih ini.

“Oh.. Mianhae Yuri. Oppa kenalkan ini sahabatku Yuri, Yuri ini Kyuhyun oppa yang aku ceritakan” kata Yoona mengenalkan Yuri.

“Yuri” kata Yuri memberi salam.

“Yuri.. Aku Kyuhyun namjachingunya Yoona, sahabatmu yang bawel ini” kata Kyuhyun bercanda.

“Hahaha.. Kau baru sehari saja mendengar kebawelannya, aku sih bertahun-tahun dan sekarang sudah kebal” kata Yuri mengejek Yoona.

Mereka tertawa bersama, namun disebuah sudut sekolah ada seorang namja yang memperhatikan keriangan mereka bertiga dengan tatapan tajam yang menunjukkan ketidaksukaannya. Namja itu adalah Donghae.

Kyuhyun PoV

Setelah menjemput Yoona, aku langsung pamit karena ada urusan penting. Segera kupacu motorku membelah keramaian kota Seoul. Hingga aku tiba disebuah sudut kota. Bertemu dengan Hyung-hyungku yang dari tadi menungguku.

“Ya!! Kyuhyun dari mana saja kau ini, apakah kau tidak ingat kalau kita ada janji disini?” tanya Leeteuk hyung saat meilhatku baru datang.

“Mianhae Hyung, aku ada urusan tadi” jawabku setengah berbohong. Iya aku memang ada urusan itu benar, namun para hyungku tidak tahu kalau urusan itu melibatkan seorang yeoja. Yeoja yang sekarang menjadi namjachinguku.

“Kau ini belakangan sudah jarang berkumpul bersama kami, apakah urusanmu itu sangat penting?” kali ini Heechul hyung yang bertanya.

“aku benar-benar minta maaf hyung, aku janji besok tidak akan seperti ini lagi” jawabku yang merasa bersalah. Benar sejak dekat dengan Yoona, aku terlalu terobsesi dengan dia hingga aku berusaha untuk menjadi seseorang yang baik dihadapannya. Namun ternyata para hyungku merasa kehilanganku.

“Sudah.. Yang penting Kyuhyun sudah disini, ayo kita bahas tugas baru kita” kata Siwon yang mengalihkan pembicaraan tadi.

Aku merasa Siwon hyung sudah tahu urusan apa yang selama ini membuatku sibuk hingga jarang berkumpul dengan para hyungku ini.

Kali ini kami memiliki klien sebuah perusahaan besar. Namun tugas ini sedikit aneh, karena tugas kami menagih tapi jangan sampai berhasil. Kami harus membuat peminjam ketakutan hingga menyerahkan saham perusahaannya. Cara kotor untuk mendapatkan perusahaan orang lain. Tapi itu bukan urusan kami.

***

Kyuhyun dan para hyungnya pun segera menjalan ugas yang diberikan klien mereka. Dilihatnya situasi kantor tempat target mereka. Kyuhyun sempat kaget melihat kantor yang dimaksud kliennya, namun dia tetap memasuki gedung berlantai 30 itu.

“Aku ingin bertemu dengan direktur perusahaan ini” kata Kyuhyun pada resepsionis.

“Mianhae apakah anda sudah membuat janji?” tanya resepsionis itu.

“Sudah bilang saja dimana ruangan direktur utama kalian” kata Heechul yang sudah tidak sabaran.

Kyuhyun yang sejak tadi hanya diam, segera memasuki lift. Para hyungnya mengikuti kemana Kyuhyun pergi. Dengan mantap ditekannya angka yang ingin dituju. Semuanya hanya bisa diam memandang Kyuhyun.

“Memangnya kau tahu dilantai berapa kita harus menagih?” tanya Leeteuk penasaran melihat Kyuhyun.

“Kalau kita diam saja dibawah, tugas kita tidak akan pernah selesai hyung. Kau tahu resepsionis itu hanya akan menanyakan apakah kita sudah ada janji, ada keperluan apa dan sebagainya. Kita ini preman hyung, tinggal masuk saja” jelas Kyuhyun yang langsung disetujui oleh semua hyungnya dengan anggukan kepala.

Sesampai lantai yang dituju, giliran para hyung Kyuhyun yang bertindak mereka menanyakan ruangan presdir. Semua karyawan disana ketakutan dan akhirnya memberi tahu ruangan yang dimaksud.

Leeteuk, Heechul, Siwon dan Eunhyuk langsung masuk keruangan presdir sedangkan Kyuhyun hanya diam berjaga diluar. Namun Kyuhyun bisa mendengar samar-samar suara dari para hyungnya yang lagi mengancam presdir itu.

Kyuhyun malas mendengar, diambilnya ipodnya. Dengan mata tertutup didengarnya lagu yang sekarang diputarnya. Kadang dia merasa bosan dengan pekerjaan ini, apalagi semenjak mengenal Yoona. Teringat akan Yoona, segera diambilnya handphonenya. Ditulisnya pesan singkat ke Yoona. Namun setelah berpikir sedikit, diurungkan niatnya. dia berniat untuk bertemu dengan Yoona setelah pekerjaannya selesai.

Beberapa jam kemudian..

Dilihatnya para hyungnya sudah keluar dari dalam ruangan presdir. Mereka hanya memberi isyarat pada Kyuhyun untuk meninggalkan tempat itu. Kyuhyun masih menoleh kearah ruangan presdir.

“Bgaimana hyung, semua sudah beres?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Kau tenang saja, presdir Cho itu ketakutan setengah mati” jawab Heechul dengan tertawa.

“Benar, coba kau lihat ekspresinya saat kami membentaknya. Lucu..” kata Eunhyuk menambahkan.

“Presdir Cho.. “ kata Kyuhyun.

“Iya, presdir Cho Sang Gun. Kenapa, apakah itu ayahmu Cho Kyuhyun?” tanya Siwon menggoda Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum getir menatap para hyungnya.

TBC

Advertisements

13 comments on “The Last Man Standing [Part 7]

  1. aku tahu-aku tahu pasti presdir Cho Sang Gun itu bapaknya kyuhyun marganya aja udah sama #plak #soktau lanjutt thorr makin seru ada perang ni antara kyu vs hae kekeke #plakk


  2. Seru thor…
    Cho sang gun itu appanya kyu ya.?
    Makin seru aja….
    Lanjut secepatnya ya thor…

  3. firts , aku minta maaf bgt y bru bisa comment d part ini , soal.a ptama nemu ni blog lgsung ktemu ff ni .
    n aku SUKA BGT sama ff ni ..
    soal.a aku cuma suka pairing yoonhae ma kyuna ..
    tp d ff ini aku mau.a kyuna ,end nya kyuna y ?
    next part asap y thor,aku pnasaran ..
    hehe
    annyeong .

  4. nice ff thor ,aku suka bgt ..
    hehe
    ad tmen qw xg ksih tau blog ni k quw , lgsung ktemu ff ni .
    aku suka bgt pairing yoonhae ma kyuna ..

  5. wahh jgn2 itu appanya Kyuhyun oopa..
    ah kasian kyuppa nya …
    penasaran ya udh deh mau lanjut baca dulu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s