Mianhae [Part 3]

Judul : Mianhae

Kategori : Angst

Cast :

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

Im Yoona

Kim Taeyeon

Yoona PoV

“Yoong, kau percaya takdir?” tanya appa lembut.

“Nde..?” tanyaku yang tidak mengerti.

“Kau menghindari Jungsoo sejauh apapun, kalau takdir berkata kau akan bertemu dengannya lagi maka kau akan bisa bertemu dengannya dimanapun dan kapanpun itu. Sebaiknya biarkan dia tahu tentang Yonghwa, dia berhak mengetahui tentang anaknya. Dan Yonghwa juga membutuhkan kasih sayang seorang ayah” kata appa menasehatiku.

“Aku belum siap appa, tapi kalau memang sekarang saatnya biarkan dia tahu dengan sendirinya” kataku menyerah.

***

Leeteuk PoV

Aku ditugaskan oleh kantor untuk mensurvey lokasi perusahaan cabang didesa. Tanpa pikir panjang aku menerima tugas itu, aku ingin menghindari Taeyeon. Dia selalu saja membuat keadaan rumah menjadi tidak nyaman. Inilah jalan satu-satunya agar aku bisa tenang walaupun sesaat.

Saat aku berjalan-jalan untuk melihat lokasi, aku sekalian mampir ketoko untuk membeli perlengkapan selama aku tinggal disini. Maklum Taeyeon tidak mengurusi hal-hal seperti itu.

Aku memasuki sebuah toko yang kelihatannya cukup lengkap. Suasana toko yang ramai membuatku agak bingung untuk mencari perlengkapan yang aku butuhkan.
Jadi aku putuskan untuk berkeliling dari satu rak ke rak yang lain. Namun mataku tiba-tiba terfokus pada seorang pelayan yang wajah dan postur tubuhnya mirip seorang yang sangat aku kenal. Kudekati sosok yeoja itu.

“Yoong… Kaukah itu?” tanyaku.

“Oppa? Kau.. Bagaimana bisa ada disini?” jawabnya gugup saat melihat aku sudah ada didepannya. Ya Tuhan, dia memang benar Yoona.

“Kantorku akan membuka cabang disini, dan aku disini dalam rangka survey. Kau kerja disini?” tanyaku melihat keadaan toko tempatnya bekerja. Aku sungguh tidak menyangka, dia bekerja sebagai pelayan.

“Nde.. Aku kerja disini. Baiklah aku tinggal dulu” katanya sambil berlari menghindariku.

“Yoong… Tunggu!” teriakku tapi tidak digubris olehnya.

Mungkin dia tidak menyangka aku bisa ada disini. bagaimana bisa dia bekerja ditempat seperti ini. Dia itu lulusan terbaik dikampusnya, kenapa dia tidak melamar diperusahaan besar. Dia masih seperti yang dulu, cantik.

Kulihat dia dengan senyum ramahnya melayani pembeli ditoko itu, aku tidak ingin mengganggunya kerja jadi aku putuskan untuk melihatnya dari kejauhan diluar toko. Sudah malam, tapi dia belum beranjak dari dalam toko, apakah hari ini dia lembur? Dia memang selalu pandai menyimpan kelelahan maupun kesedihannya dibalik senyum manisnya.

Jam menunjukkan pukul 20.00, kulihat dia bersiap untuk pulang. Setelah berpamitan dengan seseorang ahjumma dia keluar dari toko. Aku ingin mendekatinya, tapi aku tahu dia pasti akan menghindar. Jadi kuputuskan untuk mengikutinya saja.

Aku ingin tahu dimana dia tinggal, bagaimana keadaan appanya. apakah mereka hidup dengan baik. Setelah beberapa saat kami berjalan, kulihat dia memasuki sebuah rumah kecil yang halamannya tertata rapi.

Ternyata tuan Im yang membuka pintunya. Yoona pasti sangat menjaganya, dia kelihatan sehat.
Setelah Yoona masuk, aku putuskan untuk kembali ketempat aku tinggal. Besok pagi saja aku akan mengunjungi tuan Im.

***

Keesokan paginya Leeteuk sudah bersiap untuk pergi kerumah Yoona, dia tidak peduli bagaimana nanti reaksi Yoona. Yang dia tahu sekarang dia ingin meninta maaf pada keluarga Im karena kesalahannya dimasa lalu.

Sesampainya disana, dilihatnya tuan Im sedang bermain dengan seorang bocah laki-laki yang umurnya kira-kira 2 tahun.

“Siapakah anak kecil yang digendong tuan Im itu? Apakah dia anak Yoona? Jadi Yoona sudah menikah lagi? Tapi kapan? Kenapa dia sudah memiliki anak sebesar itu? Batin Leeteuk penasaran.

“Appa.. Sampai kapan kau akan main dengan Yonghwa? Sini biar aku yang menjaganya, appa sarapan saja dulu” kata Yoona yang keluar dari dalam rumah.

“Sebentar lagi Yoong, appa masih ingin bermain dengan cucu appa” tolak ayah Yoona.

“Appa, kau sudah bersama Yonghwa seharian. Aku jadi iri” kata Yoona dengan nada manjanya.

“Baiklah..” kata ayahnya Yoona mengalah sambil melangkah kedalam rumah.

“Annyeonghaseyo..” kata Leeteuk memecah suasana dirumah itu.

“Ann..” jawab Yoona yang kaget melihat Leeteuk ada didepan rumahnya.

“Annyeong, masuklah Jungsoo” jawab ayah Yoona dengan tenang.

“Apakah aku mengganggu?” kata Leeteuk yang canggung melihat Yoona yang sekarang hanya bisa diam ditempat dia duduk tadi.

“Tidak, sama sekali tidak. Ayo masuklah, kebetulan aku ingin sarapan. Ayo kita sarapan bersama” ajak ayah Yoona menarik tangan Leeteuk masuk kedalam rumah.

Yoona yang dari tadi kaget akhirnya sadar dan mengikuti mereka masuk kedalam rumah. Disiapkannya alat makan untuk Leeteuk, lalu bersiap meninggalkan mereka berdua.

“Yoong… Kau juga sarapan bersama kami” kata ayah Yoona memanggil putrinya.

Yoona hanya bisa mengikuti kata ayahnya. Selama makan tidak ada yang berbicara, suasana meja makan itu pun menjadi canggung. Sampai ayahnya Yoona yang mengakhirinya.

“Jungsoo, aku dengar dari Yoona kau disini untuk tugas kantor. Berapa lama kau akan tinggal disini?” tanya ayah Yoona memecah kecanggungan diantara mereka.

“Nde.. Mungkin aku disini selama sebulan” jawab Leeteuk sambil melihat ekspresi Yoona yang kaget.

“Mmm.. Kalau kau butuh apa-apa, jangan sungkan kesini” kata ayah Yoona lagi.

“Kamsahamnida.. Apakah suami Yoona tidak keberatan kalau aku sering berkunjung kesini?” selidik Leeteuk yang dari tadi penasaran.

“Uhuk..uhuk..” Yoona yang kaget mendengar pertanyaan Leeteuk langsung tersedak. Refleks Leeteuk menyerahkan air minumnya ke Yoona. Yoona menolaknya dengan halus dan mengambil minuman yang diserahkan ayahnya.

“Pelan-pelan Yoona” kata ayahnya sambil menyerahkan air minum.

“Appa, aku berangkat kerja dulu” kata Yoona langsung bergegas mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Leeteuk yang bengong.

“Sudahlah.. Biarkan saja dia, kau mau menemaniku berjalan-jalan dengan Yonghwa?” kata ayah Yoona.

“Nde..” jawab Leeteuk.

Leeteuk PoV

Aku dan appa nya Yoona berjalan ketaman bersama anak yang bernama Yonghwa. Mungkin kalau sekarang aku masih dengan Yoona, mungkin anakku mirip dengan Yonghwa.

“Appa.. Oh maksudku tuan Im, apakah Yoona menikah lagi?” tanyaku yang masih penasaran dengan reaksi dari Yoona tadi.

“Sudahlah, kau boleh memanggilku appa” jawab appa nya Yoona yang mengetahui kecanggunganku.

“Yoona lah orang yang paling berhak menceritakan itu padamu. Tapi mohon tunggulah sampai dia siap” kata appa Yoona.

Aku tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Mungkin benar kata tuan Im, Yoona lah yang harus menceritakan semuanya.

Hari ini aku sangat bahagia, Yonghwa membuatku tertawa sepanjang hari melihat tingkah lakunya yang lucu. Hal yang sangat ingin aku miliki dalam kehidupanku. Andai saja Taeyeon memberiku anak, mungkin aku adalah pria paling berbahagia didunia ini.

Aku sengaja tidak pergi dari rumah Yoona sampai malam, aku penasaran dengan suami baru Yoona. Namun sampai selesai waktu makan malam, tidak ada tanda-tanda seorang laki-laki yang akan datang.

“Suamimu tidak pulang?” tanyaku ragu-ragu pada Yoona.

“Aku tidak menikah” jawab Yoona yang kaget mendengar pertanyaanku.

“Lalu Yonghwa?” tanyaku semakin penasaran.

“Oppa.. Aku tahu kau mungkin penasaran tentang Yonghwa. Tapi aku mohon, jangan pernah bertanya apa-apa lagi. Aku belum siap” jawab Yoona yang langsung meninggalkan aku.

“Sebaiknya kau pulang, dan jangan terlalu sering kemari. Aku tidak ingin menjadi gunjingan orang-orang desa” kata Yoona kembali.

Aku pun pamit pada appa Yoona. Dan melangkahkan kaki menuju rumah.

***

Hampir sebulan ini Leeteuk berada didesa ini, kehadiran Yoona dan anak yang bernama Yonghwa membuatnya kembali bahagia. Walaupun Yoona sudah sering kali mengingatkan Leeteuk untuk janagan datang kerumahnya, Leeteuk tetap bisa bertemu dengan Yonghwa.

Dia merasa berada dekat dengan Yonghwa, seperti bersama anaknya sendiri. Dan itu yang menjadi kekhawatiran Yoona. Yoona takut kalau sampai Leeteuk tahu Yonghwa adalah anak kandungnya, dia akan mengambilnya.

“Sebulan ini aku bertanya-tanya, kalau kau memang tidak menikah lagi lalu Yonghwa itu anak siapa?” tanya Leeteuk suatu hari saat mereka bertemu.

“Dia anakku, dan jangan pernah menanyakan hal ini lagi” kata Yoona sinis.

“Apakah tidak ada kemungkinan kalau dia adalah anakku?” tanya Leeteuk tiba-tiba yang membuat Yoona kaget bukan main.
Digendongnya Yonghwa yang sedang main, lalu meninggalkan Leeteuk ditaman.

“Yoong.. Tunggu!! Kenapa kau seperti itu?” teriak Leeteuk yang berlari menyamakan langkahd dengan Yoona.

“Oppa.. Kumohon jangan ganggu kami. Aku sudah hidup bahagia disini, kenapa kau harus muncul lalu menanyakan hal seperti ini? Kenapa kau dan omma mu tidak pernah membuat hidupku tenang sedikitpun” teriak Yoona pecah dengan tangisannya.

“Omma? Apa yang dia lakukan padamu? Katakan Yoong!! Apakah itu alasanmu meninggalkanku?” tanya Leeteuk yang kaget melihat Yoona yang tiba-tiba histeris.

“Nde.. Kau ingin tahu yang sebenarnya kan? Omma mu, dia menyuruhku menjauhimu dengan alasan kesehatannya dan juga hubungan kalian berdua. Dia juga menceritakan tentang yeoja yang sekarang ini menjadi istrimu, dan omma mu lah alasan aku harus meninggalkan kota Seoul sejauh ini” teriak Yoona yang semakin keras. Melepaskan semua beban yang selama ini ditanggungnya sendiri.

“Omma.. Jadi ini semua perbuatan omma. Lalu Yonghwa? Yoong.. Kumohon katakan Yonghwa itu anak siapa? Kau tidak mungkin mengandung Yonghwa setelah kita bercerai, usia Yonghwa?” tanya Leeteuk yang semakin penasaran.

“Yonghwa anakmu, saat meninggalkanmu aku baru tahu kalau aku lagi hamil. Saat aku kembali, yang aku lihat kau dengan mudahnya melupakan aku karena kehadiran yeoja lain. Karena itu aku tidak jadi menceritakan tentang kehamilanku padamu” jawab Yoona dengan terisak.

“Jadi benar dia anakku” kata Leeteuk seolah menjawab semua dugaannya selama ini, diambilnya Yonghwa dari gendongan Yoona. Diciumnya Yonghwa seperti baru pertama kali bertemu.

“Kumohon oppa, pulanglah ke Seoul. Lanjutkan hidupmu sendiri, anggap kau tidak pernah mengalami apapun disini” kata Yoona lemah.

“Ani.. Aku tidak mungkin menelantarkan anakku dan dirimu untuk yang kedua kalinya” tolak Leeteuk.

“Lalu kau mau melakukan apa? Kau tidak ingat kalau kita sudah bercerai, kau tidak ingat kau mempunyai istri? Lupakan kami oppa” kata Yoona.

“Baiklah kalau kau menolakku, tapi bagaimanapun juga Yonghwa adalah anakku. Aku harus bersamanya” kata Leeteuk egois.

“Kalau kau ingin aku bahagia, tinggalkan kami” kata Yoona sambil mengambil Yonghwa dari tangan Leeteuk dan segera meninggalkan tempat itu.

Leeteuk hanya bisa menahan tangis dan amarahnya. Dilangkahkan kaki meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru.

“Aku akan menebus kesalahanku Yoong” kata Leeteuk seorang diri.
Malam itu Leeteuk meninggalkan desa untuk kembali ke Seoul. Selama perjalanan tidak hentinya dia menghela nafas panjang.

Beberapa jam kemudian..

Leeteuk PoV

“Omma.. Omma.. Dimana kau omma?” teriakku yang sudah sampai di Seoul tepatnya dirumah omma ku.
Aku tidak sanggup harus menahan perasaanku setelah mengetahui kebenarannya dari Yoona. Aku ingin omma menjelaskan semuanya.

“Jungsoo, kenapa kau berteriak-teriak seperti itu? Kapan kau pulang?” tanya omma dengan nada yang membuat aku jijik setelah tahu kenyataan bahwa dia tega membuat aku bercerai dengan Yoona.

“Apa benar omma yang membuat Yoona meninggalkan aku? Apa benar omma merencanakan semuanya sehingga aku bercerai dengan Yoona dan menikah dengan Taeyeon? Jawab aku omma!!” teriakku yang sudah kalap.

“Jungsoo.. Darimana kau dengar omong kosong seperti itu? Omma tidak mungkin bertindak sejauh itu terhadap pernikahanmu” jawab omma.

“Yoona.. Dia sudah memberitahuku yang sebenarnya” kataku masih dengan nada keras.

“Yeoja itu, dimana kau bertemu dengannya? Apakah dia menemuimu dan mengatakan kebohongan ini setelah melihat kau bahagia dengan yeoja lain, apakah begitu” tanya omma masih tetap membela dirinya.

“Yeoja mana yang omma maksud? Oppa ada apa ini sebenarnya? Kenapa kau tidak pulang kerumah?” tanya Taeyeon yang tiba-tiba sudah ada dibelakangku.

“Aku yang bertemu Yoona didesa saat aku melakukan survey perusahaan cabang kita, dan aku yang memaksanya untuk mengatakan semuanya. Dan perlu omma tahu, aku tidak pernah bahagia menikah dengan Taeyeon” kataku kasar.

Plakk..

Taeyeon menamparku. Tamparan yang cukup keras, namun tidak mampu membuat hatiku tenang. Rasa sakitnya tidak mampu mengalahkan rasa sakit telah mengkhianati Yoona.

“Kau tidak bahagia denganku? Kenapa kau tega mengatakan itu padaku? Aku selalu menahan diriku, setiap malam harus mendengar kau menyebut nama yeoja itu dimimpimu dan kau bilang tidak bahagia denganku? Aku yang seharusnya bilang seperti itu!!” teriak Taeyeon sambil menangis.

“Jungsoo.. Kenapa kau harus mengungkit masalah yang sudah lama ini? Yeoja itu memang selalu membuat masalah” kata omma membela Taeyeon.

“Cukup omma.. Jangan pernah mengatakan hal buruk tentangnya. Omma tidak tahu sebesar apa penderitaannya selama ini” kataku sambil menangis.

“Bisa-bisanya kau membela yeoja murahan itu didepan omma dan juga istrimu” teriak omma kali ini.

“Aku punya anak dari dia omma.. Seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan lucu. Dia harus membiayai anakku dan juga appa nya hanya dengan gaji pelayan. Apa omma tidak kasihan dengannya?” kataku lemah.

“Anak laki-laki? Kau yakin Jungsoo, itu anakmu? Bisa saja dia..”

“Anio.. Usianya hampir 2 tahun. Dia anakku dan Yoona omma” potongku.

***

Setelah kejadian malam itu hubnugan Leeteuk dan Taeyeon semakin renggang dan dingin, begitupun Leeteuk dan ibunya. Leeteuk hanya bekerja seharian dikantor dan terkadang tidak pulang. Dia lakukan itu untuk menghindar dari Taeyeon.

Suatu hari..

“Annyeonghaseyo” suara seorang yeoja didepan rumah Yoona.

“Annyeonghaseyo… Nyonya Park? Silakan masuk” Yoona yang kaget dengan kedatangan tamu yang tidak diharpkannya sama sekali.

“Siapa Yoong?” tanya ayahnya Yoona dari dalam. Betapa terkejutnya dilihat ada dua orang wanita sedang duduk diruang tamunya. Yang satu dia mengenal sebagai mantan besannya, tapi yang satunya dia belum pernah melihatnya sama sekali.

“Appa kau pasti tahu ini nyonya Park, omma nya Leeteuk oppa dan yang ini adalah menantunya” kata Yoona memperkenalkan tamunya.

“Nyonya apa kabar?” tanya ayah Yoona setelah memberi salam.

“Baik tuan Im” kata ibunya Leeteuk dengan dingin.

“Baiklah aku tidak akan berbasa-basi lagi, aku dengar kau punya anak dari Jungsoo. Mana dia? Aku tidak ingin kau membohongi Jungsoo dengan mengaku memiliki anak darinya” tanya ibunya Leeteuk dengan tegas.

“Aku tidak membutuhkan pengakuan apapun nyonya Park, jadi kumohon kalian tinggalkan tempat ini” kata Yoona tak kalah tegasnya.

“Sudah kau tunjukkan saja anak yang kau bilang anakmu dengan Leeteuk oppa itu. Atau jangan-jangan anak itu kau sewa selama Leeteuk oppa tinggal disini? Kau memang yeoja murahan!!” teriak Taeyeon.

“Nona Taeyeon, jangan berbicara sembarangan dirumahku. Sekarang kalian berdua pergi dari sini” teriak Yoona yang sakit hati mendengar omomgan ibu dan menantu ini.

Namun tiba-tiba ibunya Leeteuk berdiri dan berjalan, Yoona dan Taeyeon pun mengikuti pandangan mata ibunya Leeteuk. Betapa kagetnya Yoona dilihatnya Yonghwa sedang merangkak menuju dia sekarang.

TBC

Advertisements

8 comments on “Mianhae [Part 3]

  1. Akhirnya leeteuk udah tau kalo yonghwa anaknya.. n.n
    ampun dah.. hati eomma-nya teukppa gak luluh juga -__- bikin gregetann –a

    #YoonTeuk jjang n.n9

  2. Huahhh.. makin penasaran aja…
    Eommanya jadi parah bnget kirain udh sadar ternyata –___–”
    sama aja.. ya udh deh mau baca kelanjutannya dulu hehe 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s