Mianhae [Part 2]

Judul : Mianhae

Kategori : Angst

Cast :

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

Im Yoona

Kim Taeyeon

 

Leeteuk PoV

Hampir sebulan ini aku tidak tahu keberadaan Yoona, dia menghilang begitu saja. Aku sudah berusaha mencari kesemua teman-teman dan sahabatnya, tidak ada satupun yang mengetahui dimana Yoona sekarang.

Dan dalam sebulan ini pun aku makin sering kerumah ibu, karena saat aku putus asa begini hanyalah ibu tempat aku mengadu walaupun dia tidak menyukai pernikahanku dengan Yoona. Ibu hanya akan mendengarkanku, kadang-kadang dia mengajakku kebeberapa pertemuan bisnis. Tapi semuanya tidak bisa mengalihkan perhatianku pada menghilangnya Yoona sampai saat ini.

“Jungsoo, hari ini kau temani omma ke makan malam bersama keluarga Kim ya?” pinta ibu saat aku mengunjunginya.

“Aku sedang malas kemana-mana omma” jawabku malas.

“Dengar sayang, kau menyiksa dirimu seperti apapun istri tak tahu dirimu itu tidak akan kembali kalau dia memang tak mau kembali. Mungkin saja dia meninggalkanmu karena sudah menemukan namja lain yang lebih kaya darimu” kata ibuku yang selalu saja menghina istriku.

“Omma bisa tidak kau jangan menjelek-jelekkan istriku? Kita bahkan tidak tahu alasan dia menghilang. Kalau omma sampai menghinanya lagi, aku takkan sudi kesini lagi” ancamku yang sangat kesal mendengar ibu menghina dan menuduh Yoona seperti itu.

“Baiklah.. Omma tidak akan lagi membicarakan dia. Sekarang apa kau mau menemani omma atau tidak?” tanya ibuku dengan nada kesal.

“Nde” jawabku dengan setengah hati.

Aku dan ibu memasuki halaman depan rumah mewah itu. Rumah besar yang hampir sama besarnya dengan rumah ibu. Apakah orang yang tinggal dirumah ini sama dengan dirumah ibu. Hanya ada ibu dengan beberapa pelayan didalamnya. Aku heran kenapa mereka harus tinggal dirumah sebesar ini kalau didalammnya hanya tinggal satu orang, seperti ibuku sekarang.

Kami disambut si tuan rumah dan istrinya. Mempersilakan kami langsung kemeja makan. Berbincang-bincang tentang beberapa bisnis sambil menunggu sesuatu yang yang aku tidak tahu sama sekali.

“Nah ini yang kita tunggu dari tadi” kata tuan Kim tiba-tiba sambil mengarahkan pandangannya kearah pintu yang memisahkan ruang tengah dan ruang makan.

Kuikuti pandangan tuan Kim, ternyata ada sosok seorang yeoja manis sedang berjalan menuju kearah kami. Yeoja imut dengan mini dress warna pink. Sepertinya ini adalah putri tuan Kim.

“Wah.. Cantik sekali, jadi ini yang bernama Kim Taeyeon itu tuan Kim. Yeoja cantik yang sering kau ceritakan? Ternyata kau tidak berbohong ya” kata ibuku memuji anak tuan Kim. Ya, aku akui dia memang yeoja yang cantik. Tapi tidak secantik Yoona, istriku.

“Tentu saja aku tidak akan berbohong nyonya Park” jawab tuan Kim dengan bangga.

Sepertinya mereka sering membicarakan tentang anak tuan Kim, apakah ini adalah yeoja yang dulu ingin dijodohkan ibu padaku.

“Sayang anakku hanya satu, jadi aku tidak bisa berbesan denganmu tuan Kim” lanjut ibuku lagi dengan nada kecewa.

“Sudahlah nyonya Park, mungkin mereka belum ada jodohnya. Tapi walau begitu mungkin saja anak-anak kita bisa berteman, bukan begitu nak Jungsoo?” tanya nyonya Kim menyadarkanku dari lamunanku.

“Oh nde” jawabku gugup.
Acara makan malam itu berlangsung dengan membosankan. Aku yang memang menemani ibu dengan terpaksa kini merasa mengantuk. Terpaksa aku minta ijin kepada tuan Kim untuk keluar mencari udara segar. Dibelakangku ikut yeoja yang bernama Taeyeon.

“Apa kau merasa bosan tuan Park?” tanyanya.

“Sedikit, oh ya jangan panggil aku seperti itu rasanya seperti aku tua sekali” kataku mencoba untuk akrab dengannya. Dia lalu menaikkan alisnya “Panggil aku Leeteuk saja, itu nama panggilanku” jawabku yang mengerti arti raut wajahnya.

“Tapi rasanya tidak sopan, bagaimana kalau aku panggil kau oppa?” tanyanya kembali.

“Baiklah terserah kau saja” jawabku.

***

Sejak malam itu hubungan Leeteuk dan Taeyeon semakin dekat. Kadang Taeyeon menjadi tempat untuk curhat Leeteuk menceritakan masalah antara dia dan Yoona.

Flashback

“Oppa, kenapa waktu itu kau menolakku? Bahkan kau belum pernah sekalipun melihatku, tapi dengan cepatnya kau menolakku” tanya Taeyeon suatu hari.

“Saat itu aku sudah memiliki yeojachingu yang sekarang ini menjadi istriku. Kami berpacaran selama 5 tahun. Mianhae, seharusnya aku menemuimu untuk menolak perjodohan itu langsung. Aku malah meminta ibu yang mengatakannya, sungguh tidak sopan” kata Leeteuk menyesal.

“Aniyo oppa, lebih baik seperti ini. Kalau waktu itu kau yang datang langsung untuk menolak perjodohan itu, mungkin sekarang aku tidak akan berani bertemu denganmu seperti ini” jawab Taeyeon menutupi perasaannya yang terluka mengingat kejadian tersebut.

Flashback End

Tanpa disadari Taeyeon telah mengisi kekosongan dihati Leeteuk semenjak kepergian Yoona. Leeteuk selalu bisa tersenyum saat moodnya hancur karena rasa frustasinya saat mencari istrinya. Hari itu seperti biasa Leeteuk makan siang dengan Taeyeon disebuah kafe. Mereka tertawa lepas saat menceritakan cerita-cerita konyol satu sama lain.

Yoona yang saat itu lagi ada didaerah yang sama, tidak sengaja melihat mereka dari kejauhan. Dilangkahkan kakinya masuk kedalam kafe tempat suaminya sedang makan siang dengan yeoja lain.

“Oppa..” panggil Yoona.

“Yoona.. Kau kemana saja selama ini?” tanya Leeteuk sambil memeluk istrinya.

“Jadi seperti ini kelakuanmu selama aku tidak ada?” kata Yoona yang berusaha menahan tangisnya dan melepas pelukan dari Leeteuk.

“Maksudmu? Oh ini tidak seperti yang kau pikirkan, ayo duduklah aku perkenalkan kau dengan temanku” jawab Leeteuk yang mengerti arti pertanyaan dan pandangan mata Yoona. Ditariknya sebuah kursi yang ada disampingnya untuk Yoona.
Yoona hanya menuruti apa kata Leeteuk, disatu sisi dia memang cemburu. Namun dia juga menyadari ini semua adalah salahnya yang sudah meninggalkan Leeteuk.

“Ini adalah Taeyeon, dia sebenarnya yeoja yang pernah dijodohkan omma padaku” cerita Leeteuk terus terang kepada Yoona, yang memang tahu masalah perjodohan itu.

Kedua yeoja yang dibakar cemburu ini pun dengan basa-basi dan demi kesopanan saling membungkuk dan berjabatan tangan. Setelah makan siang yang begitu canggung itu, Yoona dan Leeteuk pulang kerumah mereka.

“Oppa.. Bisakah kau menjelaskan apa yang aku lihat tadi?” kata Yoona setengah berteriak.

“Apa yang harus aku jelaskan lagi Yoong, dia itu anak teman omma yang sebenarnya akan dijodohkan denganku. Aku bertemu dengannya pertama kali saat aku menemani omma makan malam dirumah keluarganya. Hanya itu saja” jawab Leeteuk.

“Lalu sejak kapan kalian menjadi akrab seperti tadi?” kata Yoona yang sudah terbakar cemburu.

“Sejak malam itu, entahlah aku tidak tahu bagaimana awalnya kami akrab. Yang jelas dia hanya teman untukku” jawab Leeteuk lagi.

“Apa kau menyukainya? Apakah dia alasanmu untuk berhenti mencariku?” tanya Yoona yang sudah tidak bisa membendung lagi tangisannya.

“Ani.. Aku masih mencarimu Yoong. Hanya saja..” jawaban Leeeteuk menggantung. Leeteuk juga baru menyadari kalau sudah selama seminggu ini dia memang tidak mencari Yoona. Kehadiran Taeyeon mengisi kekosongan hatinya.

“Hanya saja selama ada dia kau merasa tidak kesepian lagi, iya kan? Oppa, kau harus memilih antara aku atau dia. Jangan sampai kau menyakiti perasaan kami berdua” kata Yoona yang merasa bahwa Leeteuk mulai menyukai wanita itu.

“Kenapa kau menanyakan hal itu Yoong? Tentu saja aku akan memilihmu, kau itu istriku” kata Leeteuk.

“Istri? Kau memilihku hanya karena kita terikat pernikahan kan? Bukan karena kau masih mencintaiku?” kata Yoona dengan lemah.

“Aku.. Aku bingung Yoong, mianhae. Ayo kita mulai dari awal” jawab Leeteuk.

“Anio.. Oppa jangan bohongi perasaanmu lagi. Aku tidak mau kau tersiksa dengan perasaanmu sendiri. Kau ceraikan saja aku, aku ikhlas. Lagipula dalam masalah ini aku yang salah, aku meninggalkanmu” ucap Yoona dengan tangisannya.

“Tidak.. Aku tidak akan menceraikanmu. Aku mencintaimu Yoong” kata Leeteuk dengan perasaan hancur. Dia bingung, disatu sisi dia memang mulai merasakan cinta kepada Taeyeon tapi disisi lainnya dia tidak mungkin meninggalkan Yoona.

“Aku sudah tidak tahan oppa, sebenarnya alasan aku meninggalkanmu karena ku sudah tidak tahan dengan omma mu. Sekuat apapun aku berusaha untuk diterima olehnya, tetap saja dimata omma mu aku ini yeoja yang tidak pantas untukmu. Aku punya harga diri oppa, aku kasihan dengan appaku yang tiap hari selalu mencemaskanku” jelas Yoona.

“Jadi kau tidak ingin berkorban sedikit demi restu omma?” kata Leeteuk tidak percaya dengan kata-kata Yoona.

“Sedikit? Aku sudah berkorban banyak oppa, ceraikan aku” teriak Yoona yang sudah tidak tahan dengan perasaannya sendiri, ditinggalkannya Leeteuk yang masih kaget dengan pernyataannya tadi.

Sebulan kemudian…

Yoona resmi bercerai dengan Leeteuk. Dia memutuskan untuk kembali kedesa bersama ayahnya.

Yoona PoV

Aku memutuskan untuk membesarkan anakku jauh dari Leeteuk oppa dan omma nya. Aku tidak ingin kalau Leeteuk oppa tahu aku hamil, dia tidak akan menceraikanku. Atau yang lebih buruk lagi, ommanya akan memintaku untuk menggugurkan kandunganku.

“Yoong, apa kau yakin tidak ingin Jungsoo tahu tentang kehamilanmu itu?” tanya appa.

“Aku yakin appa, aku tidak ingin omma nya Leeteuk oppa akan memaksaku untuk menggugurkan kandunganku” jawabku sambil mengelus perutku.

“Aku dengar Jungsoo akan menikah lagi dengan yeoja yang pernah ingin dijodohkan dengannya, apakah kau sudah siap kehilangan Jungso selamanya?” tanya appa yang membuatku kaget, namun aku langsung berpura-pura tidak sakit hati.

“Anio.. Sudahlah appa, aku yakin aku pasti bisa membesarkan anakku sendiri. Lagipula aku punya appa, bagiku itu sudah cukup” kataku menenangkan appa.

***

Sebulan setelah perceraian, Leeteuk menikah dengan Taeyeon. Pesta besar-besaran diadakan oleh dua keluarga kaya ini. Yoona yang tinggal didesa dengan ayahnya berharap hidup mereka akan tenang, namun karena kehamilan Yoona dan ketidakhadiran suami membuat Yoona menjadi cibiran orang-orang didesa. Namun bukan Im Yoona kalau dia tidak kuat menghadapi semuanya.

“Kau benar-benar sudah bercerai dengan suamimu? Apakah itu bukan anak dari suamimu, makanya dia menceraikanmu?” kata seorang ahjumma yang ditemuinya dipasar.

Hal seperti itulah yang sering dialami oleh Yoona dan ayahnya. Namun satu hal yang menjadi tujuan Yoona kini adalah membesarkan anaknya, hingga suatu saat mereka tidak akan dihina lagi karena kemiskinan mereka.

Beberapa bulan kemudian..

“Yoong.. Appa tidak mengerti caranya memasang popok” kata ayahnya Yoona saat ingin mengurus cucu laki-lakinya.

“Aissh.. Sini biar aku saja” kata Yoona sambil tertawa melihat tingkah ayahnya yang sedang melilitkan tali popok kesana kemari.

“Yoong, kau benar-benar tidak ingin memberitahu Jungsoo tentang Yonghwa?” tanya ayahnya Yoona lagi.

“Appa…” kata Yoona sambil menatap ayahnya dengan penuh arti.

“Baiklah, appa tidak akan membahasnya lagi” kata ayahnya sambilmeberi gerakan menutup mulutnya.

Dilain tempat…

“Taeyeon.. Sudah beberapa bulan kau menikah dengan Jungsoo, tapi omma tidak melihat tanda-tanda kehamilan darimu. Omma ingin kau memberikan omma cucu laki-laki yang nantinya akan meneruskan perusahaanku” kata ibunya Leeteuk saat berbincang Taeyeon datang mengunjunginya.

“Omma, bukankah itu terlalu cepat? Tenang saja, orangtuaku juga menginginkan cucu. Aku yakin beberapa bulan lagi aku pasti hamil. Kalau sekarang aku dan Leeteuk oppa masih sama-sama sibuk, jadi bayi hanya akan mengganggu konsentrasi oppa dalam bekerja” jawab Taeyeon yang lelah ditanya soal anak.

“Sejak kapan bayi akan mengganggu kalian? Jungsoo itu sangat suka dengan anak-anak. Dia bercita-cita memiliki banyak anak sejak dulu, apakah dia tidak pernah mengatakan atau menanyakan padamu soal ini?” tanya ibunya Leeteuk yang kesal karena menantunya terlihat tidak terlalu peduli.

“Omma.. Maaf kalau aku kasar, tapi bukankah kau terlalu dalam mencampuri urusan pernikahanku dengan Leeteuk oppa? Mungkin mantan menantumu yang dulu bisa kau atur seperti itu, tapi aku berbeda” teriak Teyeon kesal dan segera meninggalkan ibu mertuanya yang kaget mendengar kata-katanya.

“Kau… Kenapa aku mendapatkan menantu seperti itu, aku pikir dia lebih baik dari yeoja yang dulu itu ternyata dia lebih buruk. Setidaknya Im Yoona itu tidak pernah membantah kata-kataku dan berkata kasar” ucap ibunya Leeteuk seorang diri, menyesali perbuatan dan keputusannya sekarang.
Dirumah Leeteuk..

“Oppa.. Aku ingin bicara denganmu” kata Taeyeon dengan nada kesal.

“Yeobo, kau darimana?” tanya Leeteuk yang melihat istrinya baru pulang.

“Aku dari rumah omma mu, dia memanggilku hanya untuk mengomeliku saja. Kau harus mengingatkan ommamu agar dia tidak ikut campur dengan rumah tangga kita” kata Taeyeon setengah berteriak.

“Omma mengomelimu, masalah apa?” kata Leeteuk penasaran. Karena ibunya akhir-akhir ini sering sekali memanggil Taeyeon kerumahnya.

“Soal anak, aku kan sudah bilang kalau aku masih ingin berkarier dulu. Anak hanya akan mengganggu kita berdua, iya kan oppa?” tanya Taeyeon.

“Mmm.. Itu… Bukankah omma benar, aku juga ingin punya anak. Usiaku sudah tidak muda lagi, aku tidak ingin saat anakku dewasa aku tidak bisa menemaninya” kata Leeteuk dengan nada sedih.

“Kau sama saja dengan omma mu yang pikirannya masih kuno. Kau mau mengurungku dirumah dalam usia mudaku ini hanya untuk mengurus bayi? Aku tidak mau” teriak Taeyeon.

“Taeng.. Kau boleh marah padaku, tapi jangan pernah membawa-bawa omma ku. Lalu soal anak, kalau memang kau tidak mau aku tidak akan memaksa” teriak Leeteuk tak kalah hebatnya sambil meninggalkan rumah.

“Oppa.. Kau mau kemana?” teriak Taeyeon mengejar suaminya.

Leeteuk PoV

Dulu saat aku bersama Yoona hal seperti ini tidak pernah menjadi masalah. Aku dan Yoona sama-sama menyukai anak. Aku ingat kami ingin memiliki anak sebanyak-banyaknya.

Tapi Taeyeon berbeda, dia adalah yeoja yang dibesarkan dengan cara barat. Dimana dia akan memantapkan kariernya lebih dulu, baru dia akan memikirkan kehidupan rumah tangga. Sangat berbeda dengan Yoona, yang lebih memilih menjadi ibu rumah tangga.

Yoona.. Dimanakah dia kini? Aku dan omma pasti sudah sangat menyakiti hati yeoja itu. Bagaimanakah dia menjalani hidupnya, karena aku tahu dia sudah lama berhenti dari pekerjaannya, hanya untuk menjadi istri yang baik untukku. Dia harus menanggung beban hidup dia dan appanya yang sakit-sakitan.

Tuhan.. Dimanapun dia, kumohon jaga dan lindungi dia.

***

Yoona PoV

“Appa, aku berangkat dulu ya. Titip Yonghwa” pamitku pada appa.

“Tenang saja, appa akan menjaga Yonghwa. Kau hati-hati ya?!” kata appa.

“Nde” jawabku.

Sejak melahirkan aku mulai bekerja disebuah toko sebagai pelayan. Pekerjaan inilah yang bisa aku dapatkan dikondisiku yang memiliki bayi. Aku tidak mau karena pekerjaan aku akan menelantarkan Yonghwa. Karena itu aku melakukan pekerjaan apa saja, yang penting aku bisa membiayai hidup appa dan Yonghwa.

Hari ini toko tempatku bekerja ramai sekali, jadi aku diminta lembur oleh pemilik toko. Aku tidak bisa menolaknya. Saat sedang melayani pembeli, aku melihat sosok orang yang sangat aku kenal. Namun aku menepis kemungkinan itu.
Tidak mungkin Leeteuk oppa ada ditempat seperti ini.

“Yoong… Kaukah itu?” tanya namja yang suaranya sangat familiar ditelingaku.

“Oppa? Kau.. Bagaimana bisa ada disini?” tanyaku gugup. Ternyata yang tadi aku lihat itu benar-benar dia.

“Kantorku akan membuka cabang disini, dan aku disini dalam rangka survey. Kau kerja disini?” tanya Leeteuk oppa sambil melihat keadaan tempatku bekerja dengan pandangan mata sedih.

“Nde.. Aku kerja disini. Baiklah aku tinggal dulu” kataku menghindari pertanyaan lainnya dari Leeteuk oppa.

“Yoong… Tunggu!” teriak Leeteuk oppa yang tidak aku gubris. Aku segera berlari kearah gudang. Tuhan kenapa aku harus bertemu dengannya lagi.

Hidupku, Yonghwa dan appa sudah tenang disini. kenapa dia harus muncul lagi? Bagaimana kalau dia tahu kalau aku mempunyai Yonghwa? Segera kutelpon appa tentang kehadiran Leeteuk oppa.

“Yoeboseyo” suara appa.

“Appa.. Leeteuk oppa ada disini, aku baru bertemu dia ditoko. Apa yang harus aku lakukan sekarang, bagaimana kalau dia tahu tentang Yonghwa?” tanyaku panik sambil menangis.

“Yoong, kau percaya takdir?” tanya appa lembut.

TBC

Advertisements

9 comments on “Mianhae [Part 2]

    • Pasti dilanjutin kok, tenang aja..
      Lagi mood nih setelah liat foto2 Yoona dan Donghae di GD kmrn #apahubungannya? 😀

  1. Omo.. mataku perih(?) baca part ini
    Omma teukie udah mulai menyesal kah?? huhuuu
    Ntar kalo udah gede anaknya yoona pasti jadi lead band CN Blue ekekek *eh

    #YoonTeuk jjang ._.

    • Sama.. Aku aja ngetik sambil nangis T.T
      Beda lah, kn leadernya CNBlue Jung Yonghwa klo ini Park Yonghwa 😀 😀

  2. Haduhh.. makin penasaran deh eonni..
    untungnya eommanya leeteuk oppa kayanya udh sadar…
    tapi gak tau tuh #hadehh, lebih baik gak ngomong kalo gitu –__–
    ya udh deh eonni, dari pada comment gak penting gini/.. lebih baik
    aku mau baca part selanjutnya dulu hehe 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s