The Last Man Standing [Part 6]

Judul : The Last Man Standing

Kategori : Romance, Angst

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Other member SNSD & SUJU

 

Yoona yang baru saja pulang diantar oleh Yuri langsung masuk kedalam rumah. Untung saja dia sudah meminta ijin agar pulang telat, kalau tidak malam ini dia pasti akan mendengar ayahnya berceramah sepanjang malam.

Tanpa dia sadari ada seseorang menatap tajam kearahnya. Tatapan yang penuh dengan kemarahan didalamnya. Entah darimana asalnya keberanian itu, diambilnya sebuah batu dan melempar kaca jendela dikamar Yoona.

“Bunyi apa sih itu?” tanya Yoona pada dirinya sendiri.

Traakkk..

Karena penasaran Yoona pun menghampiri jendela kamarnya, membuka sedikit korden dan melihat kearah luar. Karena tidak melihat apapun Yoona kembali menuju ranjangnya.

Traakkk..

“Aissh.. apa sih itu menganggu saja” kata Yoona dengan kesalnya dan kembali kearah jendela kamarnya dan kali ini membukanya. Betapa terkejutnya dilihat seorang namja yang beberapa hari ini selalu saja mengganggunya.

“Kau.. Kenapa ada disini? Dan darimana kau tahu rumahku? Aissh.. Aku lupa kalau dia bilang akan mengikutiku” Yoona menjawab pertanyaannya sendiri.

“Turun dan keluarlah sebentar” bisik namja yang ternyata adalah Kyuhyun.

“Kenapa aku harus menurutimu?” tanya Yoona kesal.

“Kalau begitu, aku akan minta ijin kepada ayahmu” ancam Kyuhyun yang sudah tidak sabar.

“Jangan.. Baiklah aku turun” akhirnya Yoona menyerah dan keluar diam-diam.

Setelah mengendap-endap akhirnya Yoona berhasil keluar dari rumah.
Dilihatnya Kyuhyun yang sudah tidak sabar, beberapa kali menghentak-hentakan kakinya kerumput yang tidak berdaya dibawah kakinya.

“Lama sekali kau ini, apa kau tidur dulu?” tanya Kyuhyun kesal.

“Ya!! Kau ini, tidak tahu sopan santun. Kau pikir ini masih jam berapa hah?!” jawab Yoona yang juga kesal karena dengan bodohnya mengikuti perintah Kyuhyun.

“Mianhae.. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu” kata Kyuhyun dengan nada lembut sekarang.

“Mau tanya apa? Dan cepatlah, aku tidak mau appa tahu kalau aku ada diluar. Apalagi tujuannya untuk menemui namja seperti kau” kata Yoona yang kesal dan juga mengantuk.

“Namja seperti apa maksudmu? Ah sudahlah.. Aku cuma mau tanya, sebenarnya kau dan namja yang mukanya seperti anak kecil dan cengeng itu ada hubungan apa?” tanya Kyuhyun dengan nada tidak suka saat menyebut namja yang tidak lain adalah Donghae.

“Ya.. Ya!! Apa urusanmu aku ada hubungan apa dengan namja itu. Dan satu hal lagi jangan pernah mengejek temanku” kata Yoona kesal lalu meninggalkan Kyuhyun.

“Berarti dia cuma teman ya? Hei.. Im Yoona, ayo kita pacaran” teriak Kyuhyun.

“Ssstt.. Apa-apaan kau berteriak seperti itu. Kau mau membangunkan semua tetangga dan juga appaku hah?!” kata Yoona sambil berlari dan menutup mulut Kyuhyun dengan tangannya.

“Kalau begitu, ayo kita pacaran” kata Kyuhyun sambil memegang tangan Yoona yang menutup mulutnya.

“Mwo.. Kau ini sudah gila ya? Aku tidak mengenalmu, buat apa aku mau jadi pacarmu” kata Yoona kesal sambil menepis tangannya yang dipegang Kyuhyun.

“Kalau begitu bagaimana kalau besok kita kencan? Jadi kita bisa mengenal satu sama lain, kau setuju?” tanya Kyuhyun masih memegang tangan Yoona.

“Mwo.. Kencan? Ani.. Aku tidak mau. Lepaskan tanganku, dasar gila!!” kata Yoona dengan kesalnya.

“Kalau begitu besok pagi aku akan menjemputmu, dandan yang cantik ya untuk kencan pertama kita” kata Kyuhyun sambil pergi begitu saja meninggalkan Yoona yang makin kesal melihat tingkah Kyuhyun yang seenaknya saja.

Yoona segera masuk kembali kerumahnya sebelum ayahnya melihatnya. Karena kejadian beberapa menit tadi Yoona tidak bisa tidur. Dibolak-balikkan tubuhnya, sesekali menghembuskan nafas panjang. Namun karena kelelahan akhirnya Yoona pun tertidur.

Keesokkan paginya..

Yoona sudah bangun sejak pagi, setelah selesai mandi dipilihnya beberapa pakaian yang akan dikenakan hari ini. Semua pakaian yang ada dilemarinya satu persatu dicobanya. Entah apa yang ada dipikirannya hari ini, menolak untuk pergi dengan Kyuhyun namun hati kecilnya mengatakan dia harus tampil sebaik mungkin dikencan pertamanya.

“Ya!! Apa yang aku lakukan? Kenapa harus repot seperti ini, aku kan sama sekali tidak mau kencan dengan namja itu” kata Yoona mengingatkan dirinya sendiri.

Beberapa menit kemudian Yoona memutuskan turun untuk sarapan. Saat tinggal 2 anak tangga lagi, betapa terkejutnya Yoona saat melihat sosok namja yang semalam menyatakan cinta kepadanya sedang asyik mengobrol dengan ayahnya.

“Ya!! Apa yang kau lakukan disini?” teriak Yoona yang terkejut melihat Kyuhyun begitu nekat menemuinya.

“Yoong, sopanlah sedikit” kata ayahnya Yoona mengingatkan.

“Mianhae appa” jawab Yoona yang hanya bisa melirik tajam kerah Kyuhyun yang hanya senyum melihatnya.

“Kyuhyun dari tadi menunggumu, tadinya appa mau menjemputmu dikamar tapi kata Kyuhyun kau pasti sibuk berdandan” kata ayahnya lagi.

Yoona masih saja berdiri ditangga, sampai ayahnya menyuruh untuk turun dan sarapan bersama.

Yoona PoV

Aku benar-benar tidak percaya, kalau namja yang sekarang ada dihadapanku ini berani datang kerumahku. Dan yang lebih mengagetkan aku, dia dan appa berbicara dengan akrabnya. Seperti pernah bertemu sebelumnya.

“Yoong, lihat nasimu. Dari tadi kau hanya mengaduknya sampai tumpah seperti itu” kata appa tiba-tiba yang membuat namja didepanku ini sekarang menatapku dengan evil smirknya.

“Oh mianhae appa, aku tidak sengaja” jawabku asal.

“Apa kau sakit Yoong?” tanya Kyuhyun berpura-pura tidak mengerti apa yang terjadi. Dan apa tadi aku tidak salah dengar? Dia memanggil aku Yoong? Benar-benar sok akrab.

“Anio.. Oh ya, jangan panggil aku Yoong. Sok akrab” kataku pelan takut appa mendengarnya.

“Aku sudah kenyang appa, sini aku cuci piringnya” kataku mengalihkan perhatian.

“Sudahlah Yoong, biar appa yang membereskan semuanya. Kau pergi saja dengan Kyuhyun, appa sudah tahu kalau kalian ada janji. Pergilah” kata appa yang membuatku semakin terkejut.

“Tapi..” kataku.

“Jangan mengingkari janji Yoong, itu tidak baik. Oh ya, ingat Kyuhyun tolong jaga Yoona dan jangan pulang terlalu malam” kata appa yang sepertinya sangat percaya dengan Kyuhyun.

Entah apa yang sudah dia ceritakan pada appa, sehingga appa mempercayakan putri tunggalnya pada namja gila ini. Kalau saja appa tahu pekerjaannya appa tidak mungkin memberi ijin atau bahkan namja ini sudah babak belur dipukul appa.

Saat selesai berpamitan, didepan rumahku sudah kulihat sebuah motor.

“Hei, kau.. Apa yang sudah kau lakukan pada appaku? Bagaimana bisa appaku mempercayakan putri tunggalnya ke namja sepertimu?” tanyaku kesal.

“Aku hanya mengobrol, layaknya dua orang pria dewasa. Kenapa? Memangnya kau curiga aku melakukan apa?” tanyanya dengan santai.

“Mungkin saja kau.. Kau.. Itu.. menghipnotis? Oh atau mencuci otak appaku?” tanyaku yang salah tingkah karena sejak tadi Kyuhyun hanya menatapnya.

“Ya!! Im Yoona.. Memangnya mencuci otak itu hanya pakai deterjen seperti mencuci baju apa? Dan hipnotis, kau pikir aku ini ada tampang orang yang bisa menghipnotis? Oh atau kau mau bilang kalau selama ini kau terhipnotis oleh pesonaku?” jawab Kyuhyun yang membuatku langsung salah tingkah.

“Aku.. Aku tidak.. Ya!! Harusnya kau jawab saja yang benar” teriakku kesal karena malu.

“Sudahlah kita pergi saja, ayo naik” kata Kyuhyun sambil menoleh kebelakang.

“Mwo.. Kita mau naik motor?” kataku lagi.

“Kenapa, takut?” tantangnya.

“Ani..” kataku langsung naik keatas motor sambil memakai helm yang diberikannya.

***

Sepanjang jalan Yoona selalu saja tersenyum, begitupun Kyuhyun.
Yoona yang dari tadi hanya berani memegang jaket Kyuhyun, kini dengan nyamannya memeluk pinggang Kyuhyun. Kyuhyun mengajaknya ketaman hiburan, walaupun Yoona sudah sering pergi kesana bersama Yuri dan Donghae tapi saat bersama Kyuhyun rasa bahagianya berbeda.

“Kau ini, seperti tidak pernah kesini saja” kata Kyuhyun yang heran melihat Yoona seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak ketaman hiburan.

“Ya!! Kau ini memang pandai merusak kesenangan orang lain” kata Yoona pura-pura kesal, dia tidak mau kalau Kyuhyun sampai tahu dia senang karena Kyuhyun.

“Baiklah, mianhae Yoong” kata Kyuhyun dengan nada manja.

“Sudahku bilang jangan panggil aku Yoong” teriak Yoona.

“Chagi.. Bisa tidak kau bersikap lebih manis lagi kepadaku?” kata Kyuhyun menggoda Yoona.

“Tidak boleh memanggil Yoong, bukan berarti kau boleh memanggil chagi” teriak Yoona sekali lagi. Kyuhyun hanya tersenyum lalu berjalan meninggalkan Yoona yang kesal.

“Chagi kalau berdiri disana terus aku tinggal nih” teriak Kyuhyun kali ini dengan tersenyum.

Yoona yang kesal segera berlari mengejar Kyuhyun yang berjalan menuju tempat parkir. Karena masih kesal Yoona hanya diam saja ketika Kyuhyun menarik tangannya untuk naik keatas motor.

“Seperti kataku, kau lebih cantik bila tersenyum” kata Kyuhyun yang mampu membuat muka Yoona memerah karena malu.

Dari taman hiburan Kyuhyun tidak langsung membawa Yoona pulang, tapi dia mengajak Yoona kesuatu tempat. Tempat yang jaraknya agak jauh. Setelah beberapa saat mereka sampai disuatu areal yang luas. Yoona turun dan melihat sekitarnya, dan dia menyadari kalau itu adalah kompleks pemakaman.

Dengan tatapan matanya Yoona bertanya kepada Kyuhyun, dan Kyuhyun hanya menarik tangan Yoona berjalan melewati beberapa makam yang ada disana. Berhentilah mereka disebuah makam yang terlihat sangat bersih.

“Omma.. Aku datang lagi. Kali ini aku membawa seseorang, kenalkan namanya Im Yoona. Dia cantik bukan? Aku saja langsung terhipnotis sejak pertama kali melihatnya. Omma, dia adalah yeojachinguku. Kau tahu hari ini kencan pertama kami” cerita Kyuhyun didepan makam yang ternyata adalah makam ibunya. Yoona yang kaget dengan perkataan Kyuhyun hanya bisa melotot kearah Kyuhyun.

“Lihat omma, dia yeoja yang sangat galak. Baru aku bilang dia yeojachinguku saja, dia langsung melotot begitu. Jadi kau tidak usah khawatir omma, dia pasti bisa membuatku kembali seperti dulu lagi” lanjut Kyuhyun.

Yoona PoV

Kyuhyun, namja ini sulit aku pahami atau mungkin karena aku yang belum mau untuk mengenalinya. Terkadang sikapnya akan sangat menyebalkan sekali, tapi dilain waktu dia akan sangat lembut. Seperti hari ini, dia menunjukkan sisi seorang namja yang baik namun terluka dan sangat kesepian. Aku merasa ada perasaan ingin memeluknya, memberi dia kekuatan. Dia tidak malu menangis didepanku, menangisi omma nya yang sudah meninggal.

“Ahjumma, aku Im Yoona. Aku baru saja mengenal putramu, tapi dia sudah bilang aku yeojachingunya. Bahkan dia mengatakan itu tanpa menyatakan cinta atau memintaku terlebih dulu. Putramu sangat menyebalkan” kataku sambil melirik dan tersenyum pada Kyuhyun. Bisaku lihat dia sangat kesal dengan kata-kataku tadi.

“Omma, kau tahu bagaimana aku kan? Aku bukan orang yang romantis, kalau aku harus belajar dulu pasti aku akan kehilangan yeoja ini. Aku tidak mau dia direbut oleh namja lain, apalagi kalau namja itu..” kata Kyuhyun membela dirinya.

“Namja yang mana maksudmu? Huh.. Kau ini menyebalkan” kataku kesal, dia seperti tidak suka dengan Donghae oppa.

“Baiklah omma, kami permisi dulu. Kapan-kapan kami akan kesini lagi. Jangan terlalu merindukanku ya” kata Kyuhyun pamit pada nisan omma nya.

Setelah menunduk untuk memberi salam, kami menuju motor yang diparkir tidak jauh dari makam tersebut. Meninggalkan kompleks pemakaman menuju kerumah. Saat tiba dirumah, aku melihat rumah sepi. Kurasa oppa keluar bersama temannya.

“Gomawo untuk hari ini, aku senang” kataku.

“Benarkah? Jadi kita sekarang sepasang kekasih kan?” kata Kyuhyun.

“Itu…” kataku yang bingung dengan perasaanku, aku mulai menyukainya tapi aku baru saja kenal dengannya.

“Aku anggap jawabanmu iya. Kalau begitu panggil aku chagi” katanya dengan nada setengah memaksa.

“Aku tidak mau” jawabku yang risih dengan panggilan itu.

“Aissh… Kau ini lebih tidak romantis dariku. Baiklah karena aku yakin usiaku lebih tua darimu, panggil aku oppa saja. Arasso?” katanya lagi.

“A..ra..sso..op..pa..” kataku dengan penekanan pada setiap kata-kataku.

“Ya!! Sopanlah sedikit, aku ini namjachingumu sekarang” katanya protes sambil mengacak-acak rambutku.

“Aissh.. Jangan mengacak rambutku” protesku.

“Aku tidak pernah merasa bahagia seperti ini sejak..” kata-katanya menggantung. Terdengar ada nada sedih dan beban yang berat saat dia mengatakan itu. Entah mengapa hatiku sakit melihatnya seperti ini.

“Oppa.. Sekarang kau punya aku, kau bisa menceritakan semua bebanmu kepadaku” kataku sambil memeluknya yang sedang terduduk dimotor.

“Gomawo Yoong” katanya sambil tersenyum.

“Aku pulang dulu, sampaikan salamku pada appa mu ya” lanjutnya lagi setelah itu memacu motornya menjauh dariku.

Dikamar aku belum bisa tidur, aku masih memikirkan Kyuhyun. Apakah karena kematian ommanya, dia jadi seperti sekarang ini. Sikapnya kadang dingin, kadang hangat. Dan kenapa dengan diriku? Apakah aku sudah jatuh cinta padanya?

Yuri? Astaga, aku lupa dengan janjiku akan menceritakan dan mengajaknya kalau aku ketemu lagi dengan Kyuhyun. Tapi apakah Yuri akan menerima kalau dia tahu Kyuhyun itu adalah namja yang dikeroyok waktu itu?

Kuraih handphoneku, berpikir apakah akan menelpon Yuri dan menceritakan kejadian seharian ini saat aku bersama Kyuhyun.

Bagaimana kalau dia tahu kalau aku sudah berpacaran dengan Kyuhyun? Sedangkan dia sangat ingin menjodohkan aku dengan Donghae oppa. Dan Donghae oppa, kenapa aku melupakan namja itu.

TBC

Advertisements

10 comments on “The Last Man Standing [Part 6]

    • Pasti dilanjutin, aku juga penasaran sbnrnya mw dibawa kemana cerita ini #nyanyialalaguarmada 😀
      Met tahun baru juga 🙂

      • Iya soalnya aku juga gk tw mau buat FF endingnya ntr kyk gimana.. Aku dapat cerita aja pas udah depan laptop.. Jd tergantung mood pas depan laptop ntr. Beda2 mood, bedalah jalan ceritanya 😀
        Jadi jangan kaget kalau authornya juga penasaran 😀 😀

  1. Eonni, makin seru aja..
    kasian Haeppa kalo ditinggal Yoona Eonni nanti..
    kasih yg happy juga yahh eonni buat Haeppa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s