The Last Man Standing [Part 5]

Judul : The Last Man Standing

Kategori : Romance, Angst

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Other member SNSD & SUJU

 

 

Kyuhyun PoV

Seperti biasa kalau sedang suntuk begini aku akan jalan-jalan menikmati suasana jalanan Seoul yang hampir tidak pernah tidur. Hari ini setelah bertemu kembali dengan yeoja yang bernama Yoona itu, pikiranku makin tak tenang. Ini pertama kalinya aku seperti ini. Yeoja itu sekilas mirip ommaku. Yang pasti lebih cantik omma ku. Tiba-tiba saat aku berjalan didepanku sudah ada segerombolan orang yang menghadangku. Wajah-wajah tidak bersahabat diperlihatkan mereka.

Sial pasti mereka orang-orang yang sakit hati dengan pekerjaanku selama ini. Perkelahian pun tak dapat dielakkan, aku berusaha melawan mereka. Namun sayang jumlah mereka yang terlalu banyak membuatku kelelahan dan kalah juga. Aku yakin, aku tidak akan selamat kali ini. Mereka pasti sangat dendam dan akan memukuliku sampai mati.

Namun tiba-tiba antara sadar dan tidak ada suara seorang yeoja yang berteriak “Sudah.. Hentikan!! Kenapa kalian mengeroyok orang yang sudah tidak berdaya lagi”. Orang-orang ini pun berhenti memukulku, aku berusaha melihat siapa yeoja yang dengan berani membelaku.

“Kalau memang dia bersalah, sebaiknya bawa kekantor polisi. Jangan main hakim sendiri” ucap seorang namja yang tampaknya teman dari yeoja ini.

“Orang ini selalu berbuat onar” seru orang-orang itu membela diri mereka.

“Bagaimana pun orang ini sudah tidak berdaya lagi. Kalau sampai dia mati, apa kalian mau bertanggung jawab?” kata yeoja yang belum bisa aku lihat wajahnya. Orang-orang yang tadi berkumpul disana akhirnya membubarkan diri masing-masing.

Yeoja itu segera menghampiriku yang sudah babak belur dan penuh dengan darah ini. Aku hanya bisa tertunduk menahan sakit.

“Kau seharusnya tidak ikut campur” kataku sambil berusaha bangkit. Aku menepis tangannya yang berusaha membantuku berdiri. Aku tidak sudi dibantu oleh seorang yeoja. Aku berusaha bangkit lagi, tapi rasa sakit ini membuat aku terjatuh lagi.

“Mari aku bantu” kata yeoja ini sekali lagi menawarkan bantuan kepadaku. Dan aku lagi-lagi menepis tangannya.
“Sudah Yoong, jangan membantu orang yang tidak tahu terimakasih seperti dia” kata yeoja lainnya dengan kasar.

“Yoona kajja” kata namja tadi yang dari tadi berdiri disana. Aku terkejut mendengar nama yang disebut oleh namja itu. Kulirik yeoja tadi dan benar saja itu adalah Yoona. Aku semakin terkejut setelah melihat namja yang tiba-tiba sudah menggandeng tangan Yoona menjauhiku.

“Yoona..” lirihku sambil melihat dia pergi bersama seorang namja dan yeoja itu.

***

Kyuhyun dengan gontai dan sesekali menahan sakit memasuki ruangan itu. Luka ditubuhnya memang tidak terlalu parah, tapi entah mengapa langkah kakinya begitu sangat berat.

Dibersihkannya luka-luka yang ada ditubuhnya itu dengan handuk kecil, mengobati dan menutupinya dengan perban. Fisik dan hatinya sangat sakit, dia menghembuskan nafas panjang berkali-kali. Dibaringkannya tubuh lemah itu kekasur tipis yang ada dikamarnya. Pikirannya melayang keperistiwa tadi.

“Yoona, kenapa kau ada disana? Kenapa kau harus melihatku dengan tatapan kasihan seperti itu?” batin Kyuhyun. “Dan namja tadi..” lanjutnya membatin. Dihela nafasnya sekali lagi dan mulai mencoba untuk mengistirahatkan badannya yang lelah.

Pagi ini Yoona sudah bersiap untuk berangkat sekolah, dia bangun lebih awal dari biasanya. Entahlah, otaknya memerintahkan dia melakukan hal itu. Setelah siap dia lalu berpamitan pada ayahnya yang heran putri tunggalnya itu berangkat lebih pagi.

Saat memasuki area sekolahnya tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. “Yoona..” panggil namja yang wajahnya tertunduk dan menyandar di tembok sekolahnya. Yoona melirik kesana kemari mencari orang yang memanggilnya, namun karena dia tidak mengenal siapapun disana dia berlalu begitu saja.

“Ya!! Im Yoona.. Apa kau tidak ingat dengan namamu sendiri?” tanya namja itu dengan kesalnya.

“Nugu?” tanya Yoona yang langkahnya langsung terhenti. Dia mendapati seorang namja yang tertunduk dan bersandar ditembok itu kini berjalan menghampirinya.

“Kau…” lanjut Yoona setelah melihat namja itu ternyata Kyuhyun.

“Apa kau mengharapkan orang lain? Atau mungkin namja yang kemarin itu?” tanya Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Kenapa kau ada disini? Dan bukan urusanmu, siapa saja namja yang ingin aku temui” jawab Yoona kesal.

“Bukankah kemarin aku bilang akan mengikutimu terus, kau tidak lupa kan? Tapi sepertinya kau yang dari kemarin mengikutiku?” tanya Kyuhyun dengan tatapan tajam dan evil smilenya.

“Mwo.. aku mengikutimu? Kapan? Kau terlalu banyak berkhayal” ucap Yoona sewot, karena Kyuhyun selalu bisa membuatnya salah tingkah seperti sekarang ini. Seharusnya dia sekarang ketakutan karena namja didepannya ini adalah seorang preman, bukannya malah terbuai kata-kata dari namja ini.

“Sore itu, didepan kafe. Bukannya kau mengikutiku?” tanya Kyuhyun lengkap dengan senyumannya.

“Kafe? Aku tidak… Tunggu, apa kau yang kemarin di..” jawab Yoona yang langsung diiyakan dengan anggukan oleh Kyuhyun.

“Bagaimana lukamu, apakah parah?” tanya Yoona dengan nada panik.

“Apa kau mengkhawatirkan aku?” selidik Kyuhyun penasaran. Belum sempat Yoona menjawab, Kyuhyun langsung menjawab sendiri dengan nada sinis “Kau hanya kasihan padaku” lalu berjalan menjauhi Yoona yang masih bengong dengan peristiwa pagi ini.

“Apa yang kau pikirkan Kyuhyun” batin Kyuhyun memaki dirinya sendiri, lalu berjalan menjauhi area sekolah Kirin.

Yoona PoV

“Kau hanya kasihan padaku” kata Kyuhyun sinis. Orang itu aneh sekali, dia bertanya padaku tapi belum sempat aku menjawab dia sudah menjawab sendiri. Tapi apa iya, aku memang mengkhawatirkannya atau hanya kasihan padanya seperti yang dia bilang tadi. Entahlah yang jelas saat melihat dia kemarin yang babak belur dipukul orang aku kasihan padanya. Tapi saat tadi aku tahu kalau orang yang dipukuli itu dia, ada perasaan khawatir dalam diriku. Aku ingin membantunya menyembuhkan luka-lukanya. Yang aku lihat dia baik, walaupun tampangnya seperti penjahat tapi tidak sekalipun dia berbuat kasar padaku.

Aku melangkah kedalam kelas, manjatuhkan badanku diatas kursi dan menunduk dengan lemas. Entah sudah berapa lama aku tertidur didalam kelas, karena tiba-tiba sudah banyak teman-temanku yang berdatangan termasuk Yuri yang dari jauh sudah berteriak dan bersiap memelukku.

“Yoong… Bogoshipo” teriak Yuri yang langsung memelukku.

“Ya!! Yuri.. Apa kau sakit?” kataku sambil melepaskan pelukannya yang membuatku sesak.

“Ani.. Aku hanya merasa rindu saja padamu” jawab Yuri sambil memeletkan lidahnya dan duduk dengan tenang disampingku.
Aku hanya bisa tertawa melihat kelakuan sahabatku yang aneh ini. Kalau tidak ada dia mungkin hidupku tidak akan pernah lengkap.

“Oh ya, nanti malam kau mau aku jemput atau kau berangkat sendiri ketempat Donghae oppa?” tanya Yuri tiba-tiba.

“Jemput” jawabku cepat.

“Baiklah tuan putri” katanya sambil tangannya memberi hormat. Aku dan dia pun langsung tertawa memecah keramaian didalam kelas.

***

Jam menunjukkan pukul 7 malam. Yoona sudah bersiap dari tadi menunggu Yuri datang menjemput. Setelah beberapa menit, Yuri datang. Menggunakan mini dress berwarna hijau muda yang lembut dan hiasan tipis membuatnya terlihat sangat cantik. Yoona dan Yuri bergegas pergi kerumah Donghae.

Rumah besar itu sangat megah dengan lampu-lampu taman yang menyala disana sini. Yoona dan Yuri kagum dengan rumah sahabat mereka Donghae. Maklum walaupun mereka sudah bersahabat selama 2 tahun tidak pernah sekalipun mereka mengunjungi rumah Donghae.

Donghae PoV

Sudah jam 07.30 malam, aku menoleh kearah pintu namun belum juga melihat tanda-tanda duo Y itu datang. Akhirnya aku berbasa-basi dengan para tamu yang datang.

Beberapa menit kemudian pandangan mataku terpana kearah pintu masuk, kulihat dua yeoja yang kedatangannya sudah aku tunggu dari tadi. Yuri yang cantik seperti biasanya dan Yoona yang terlihat begitu berbeda. Hiasan tipis dengan rambut yang digerai sangat cocok dengan mini dress berwarna pinknya. Aku langsung melambaikan tanganku dan menghampiri mereka.

“Wow.. Kalian berdua neomu yeopo” godaku pada mereka.

“Oppa, yang neumu yeopo kami berdua tapi kenapa matamu hanya memandang kearah Yoona?” tanya Yuri dengan wajah cemberut yang langsung membuatku gugup. Bisa kulihat wajah Yoona pun memerah mendengar kata-kata Yuri tadi.

“Aish.. Kau ini” kataku sembari tanganku ingin menjitak kepala Yuri. Dan dengan cepat Yuri berlari menghindar kebelakang Yoona.

“Oppa, kau bilang ini hanya makan malam keluarga, tapi kenapa begitu banyak orang sih?” tanya Yoona yang melerai pertengkaran kecil aku dan Yuri. Yuri pun ikut mengangguk mendengar pertanyaan Yoona.

“Itu.. Kalau aku tidak bilang begitu, mana mau kau datang kepesta” jawabku ragu-ragu takut Yoona akan marah.

“Begitu ya, sudahlah antarkan aku dan Yuri menemui omma mu” jawab Yoona dengan senyuman.

***

Pesta semakin meriah dengan banyaknya tamu yang datang. Ternyata mereka adalah rekan bisnis dari ayah donghae. Pesta ini lebih tepat kalau disebut pertemuan bisnis, karena mereka semua hanya membicarakan tentang bisnis yang mereka jalani. Donghae mengajak kedua yeoja cantik ini kesebuah ruangan yang terletak tidak jauh dari ruangan tempat pesta berlangsung. Walaupun hanya dilihat sekilas orang pasti sudah tahu kalau itu adalah ruang kerja.

Disana banyak terdapat foto-foto keluarga Donghae, mulai Donghae masih kecil hingga foto Donghae sekarang semuanya tergantung dan tertata dengan rapi. Yoona dan Yuri kagum melihat ruang kerja ayah Donghae.

“Hahaha… Donghae oppa, apakah ini kau?” tanya Yuri sambil tertawa melihat kesebuah foto anak kecil yang berpose sangat lucu.

“Nde.. Omma yang menyuruhku berpose seperti itu” jawab Donghae malu-malu. Yoona yang disamping Yuri pun ikut tertawa melihat pose Donghae yang sangat berbeda dari dirinya yang sekarang.

“Sudah jangan dilihat terus” kata Donghae lagi sambil mendorong Yuri dan Yoona menjauh dari foto memalukan tersebut.

“Oppa, apa kau punya saudara?” tanya Yoona saat melihat sebuah foto yang terdiri dari empat orang yang sedang berpose.

“Oh itu, kata omma itu anak ayah dari perkawinan sebelumnya. Tapi sekarang sudah meninggal” jawab Donghae setelah melihat foto yang dimaksud oleh Yoona.

“Mianhae aku tidak tahu” kata Yoona yang menyesal telah bertanya lebih jauh.

“Ani.. Itu sudah lama sekali, waktu itupun aku masih kecil jadi tidak ingat sama sekali” jawab Donghae tenang.

Yoona terus saja melihat foto anak kecil yang katanya saudara tiri dari Donghae. Dia merasa wajah anak kecil itu seperti tidak asing lagi. Tapi dia tidak ingat dimana dia pernah melihat anak kecil itu.

TBC

Advertisements

9 comments on “The Last Man Standing [Part 5]

    • Iya aku juga penasaran ini ff sampai part berapa ya? :)) #authorgaje #plakkk
      YoonHae lagi dalam proses nh, tp selalu mentok pas gk dapat momentnya 😦
      #gara2authorntnmomentMAMA #gkngaruh 😀

  1. aghhh frustasi liat tulisan TBC … thor cepet lanjutin berpart-part pun aku sanggup bacanya wehhehehehe…

    • Iya aku juga frustasi sendiri bwt nya, kenapa gk selesai2 ff nya hehehe..
      Secepatnya aku pasti post part lnjtn nya 🙂

  2. Eonni.. kayanya Kyu oppa itu saudaranya haeppa yah?
    #reader sok tau..
    makin penasaran nih.. yau udh deh mau baca kelanjutanya dulu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s