Mianhae [Part 1]

Judul : Mianhae

Kategori : Angst

Cast :

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

Im Yoona

Kim Taeyeon

 

Suasana sebuah gereja kecil diluar kota Seoul itu terlihat sibuk tidak seperti biasanya. Didalamnya sudah cantik dengan hiasan bunga-bunga berwarna putih dan pink. Tampak kursi-kursi yang tidak begitu banyak itu sudah hampir terisi penuh oleh orang-orang yang memakai pakaian resmi.

Didepan altar ada seorang yeoja berwajah malaikat menggunakan setelan jas berwarna putih. Terlihat wajah tegang walaupun dia sudah berusaha untuk menutupinya dengan senyuman khasnya. Beberapa saat kemudian wajahnya berubah sumringah setelah melihat seorang yeoja dengan gaun putih memasuki gereja. Berjalan menghampirinya dengan digandeng oleh seorang ahjussi. Setelah sampai, pria tua itu lalu menyerahkan tangan yeoja itu kepada namja berjas putih itu.

Hari ini adalah pernikahan seorang laki-laki bernama Park Jungsoo atau yang biasa dipanggil Leeteuk dengan seorang yeoja bernama Im Yoona. Pernikahan sederhana yang mereka gelar disebuah gereja tua diluar kota Seoul. Walaupun hanya beberapa orang yang menghadiri, namun hal itu tidak mengurangi kehikmatan dan kesakralan acara pernikahan mereka.

Leeteuk PoV

Ini adalah hari pernikahanku dengan Im Yoona, kami melangsungkannya di sebuah gereja tua diluar kota. Pernikahan sederhana yang memang selalu kami impikan berdua. Tapi sayang aku tidak sempat untuk berbulan madu dengan Yoona, karena aku harus segera bekerja kembali.
Untunglah Yoona bukan tipe yeoja yang egois. Aku sungguh bahagia memiliki istri sepertinya. Cantik dan baik hati. Dan yang terpenting dia tidak pernah menuntut apapun padaku. Sudah 5 tahun kami menjalani hubungan sebagai kekasih, dan hari ini dia resmi menjadi istriku.

“Yeobo, kau ingin memiliki berapa anak?” tanyaku pada Yoona saat dia masih sibuk menghapus make-up nya.

“Mmm.. Aku ingin 2, tidak 3 oh 4” jawab Yoona dengan nada manja sambil terus menatap kaca didepannya.

“Ya!! Im Yoona, kau yakin mau anak sebanyak itu? Aku sih tidak masalah, karena kau yang akan melahirkan” kataku yang langsung dilempar tisue oleh Yoona. Aku hanya bisa tertawa melihat dia cemberut. Bahkan saat ini saja wajahnya begitu cantik.
Yoona langsung masuk kedalam selimut dan bersiap akan tidur

“Oppa, berapapun yang Tuhan berikan kita harus menerima dan bersyukur” kata Yoona dengan bijaknya.

“Sudahlah oppa, ayo kita tidur” ajak Yoona lalu mematikan lampu meja disampingnya.

***

Yoona pagi-pagi sudah bangun dan berkutat didapur membuat sarapan untuk suami tercintanya. Setelah beres dilihatnya jam sudah menunjukkan jam 8. Dia pun menuju kekamar untuk membangunkan suaminya yang masih lelap.

“Morning yeobo” sapa suara lembut Yoona membangunkan suaminya.

Namun tiba-tiba, Leeteuk menarik tangan Yoona hingga akhirnya kini Yoona berada diranjang. Dipeluknya erat Yoona seperti enggan untuk beranjak dari ranjangnya yang empuk.

“Ya!! Park Jungsoo, badanmu bau. Ayo cepat mandi” teriak Yoona yang kaget dengan kelakuan suaminya itu, sambil mencoba melepas pelukan erat suaminya.

“Sebentar lagi.. Aku ingin seperti ini 5 menit lagi ya” pinta Leeteuk dengan senyuman manisnya.
Yoona hanya bisa pasrah melihat kelakuan suaminya. Setelah 5 menit Yoona langsung melepaskan pelukan Leeteuk dan menariknya dari ranjang.

“Ayo cepat mandi, setelah itu sarapan. Kau tidak lupa kalau kita harus kerumah ibumu untuk memberi salam?” kata Yoona sambil mendorong Leeteuk kearah kamar mandi.

“Iya aku ingat yeobo” jawab Leeteuk sambil masuk kedalam kamar mandi.
Yoona lalu menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Leeteuk, merapikannya setelah itu meletakkan diatas tempat tidur. Setelah itu dia turun menunggu suaminya diruang makan.

***

Leeteuk PoV

Hari ini aku dan Yoona akan mengunjungi ibuku. Yoona menyiapkan makanan kesukaan ibuku. Didalam mobil, kulihat wajah gelisah Yoona. Ku raih tangannya dan menggenggam tangannya erat. Dia membalas dengan senyuman manisnya.

Setelah setengah jam, akhirnya kami sampai dikediaman ibuku. Rumah besar bergaya Eropa. Setelah pelayan mempersilakan kami masuk, kami diantar keruang tamu yang sangat mewah. Selera ibuku sangat tinggi. Aku dan Yoona duduk di sofa mewah sambil menunggu ibuku datang.

Aku lihat Yoona makin gelisah dan mengeratkan pegangan tangannya padaku. Aku menepuk punggung tangannya untuk membuatnya tenang. Beberapa menit kemudian ibuku datang dan langsung duduk dihadapan kami. Aku dan Yoona berdiri memberi salam.

“Ternyata kalian, ada apa?” Tanya ibuku saat melihat kami. Aku melihat Yoona hanya diam, sehingga aku berinisiatif untuk menyatakan maksudku.

“Omma, kami sudah menikah. Aku dan Yoona kesini untuk memberi salam pada omma” jawabku.

“Tidak perlu, kalian pulanglah. Aku muak melihat wajah yeoja ini” kata ibuku pedas. Yoona hanya diam menunduk, badannya bergetar. Lagi-lagi aku hanya bisa memberinya kekuatan lewat genggaman tanganku.

“Omma!!…” teriakku, yang langsung ditahan oleh Yoona. Dia tersenyum kearahku, seolah-olah menyakinkan aku semuanya akan baik-baik saja. Padahal aku tahu hatinya sangat terluka menerima perlakuan ibuku.

“Omma, aku hanya ingin memberikan salam. Kini aku adalah menantumu, aku mohon bimbingannya” kata Yoona gugup.Tapi ibuku adalah tipe wanita yang sangat keras kepala. Sebaik apapun Yoona, sekali dia tidak menyukainya berarti selamanya dia akan membencinya.

“Kau tidak punya hak berbicara disini, sekarang keluar!! Jungsoo bawa yeoja ini keluar dari rumahku sekarang juga” teriak ibuku semakin menjadi-jadi.

“Omma!!” teriakku yang tidak terima istriku diperlakukan kasar seperti itu. Bagiku mereka adalah dua orang wanita yang sangat aku sayangi.

“Baiklah setidaknya kami sudah menengokmu, jangan bilang kalau kami anak dan menantu yang tidak berbakti” kataku sekali lagi sebelum aku membawa Yoona keluar dari rumah ibu.

***

Pernikahanku kini sudah berjalan 6 bulan, aku bahagia mempunyai istri Yoona. Dia selalu melayaniku sepenuh hati. Dan ibuku masih saja tidak menerima Yoona sebagai menantunya. 2 kali sebulan aku dan Yoona pasti akan menjenguk ibuku, berharap dia akan luluh dan menerima Yoona. Tapi sampai sekarang tidak menunjukkan hasil sedikitpun.

Hari ini aku dan Yoona akan ketempat ibu lagi, Yoona memasak khusus untuk ibu. Kata sekretaris ibu, beliau kurang sehat. Tuhan, semoga kali ini hati ibuku luluh melihat kedatangan kami.

Dan disinilah kami berada, diruang tamu menunggu sekretaris ibu mengijinkan kami masuk kekamar. Muncullah Tuan Kim membawa pesan ibu “Im agashi, silakan masuk” kata Tuan Kim mempersilakan Yoona masuk kedalam kamar ibu. Aku kaget bukan main, dalam hatiku ada perasaan senang bercampur takut melihat reaksi ibu.

“Mianhae Tuan Park, nyonya ingin menemui Im agashi sendiri” kata Tuan Kim yang menghentikan langkahku.

Aku takut ibu akan melakukan hal kasar pada Yoona, jadi selama Yoona didalam sana berbincang dengan ibuku aku mondar-mandir gelisah.

Tuan Kim yang masih diruang tamu mencoba untuk menenangkanku tapi semua sia-sia. Aku semakin gelisah tak karuan.

Yoona PoV

Hari ini adalah jadwal aku dan Leeteuk oppa mengunjungi ibunya, aku dengar dari Tuan Kim ibunya Leeteuk oppa kurang enak badan. Jadi aku memasakkan bubur untuk dibawa kesana. Terus terang aku takut harus datang ketempat itu, tapi aku tidak mau menyerah begitu saja. Bagaimanapun ibunya Leeteuk oppa sekarang adalah ibuku juga.

Saat memasuki ruang tamu, Tuan Kim tiba-tiba mengatakan bahwa ibu menyuruhku masuk seorang diri kedalam kamar. Betapa takut dan tegangnya aku, mengingat perlakuan ibunya Leeteuk oppa padaku selama ini.

“Masuklah” perintah ibu saat mendengar aku mengetuk pintu.

“Nde” jawabku ragu.

“Duduk, aku ingin bicara denganmu” perintahnya sekali lagi. Aku hanya bisa menuruti perkataan ibu mertuaku ini.

“Kau tahu, aku ini sudah tua. Dan sekarang aku sakit karena memikirkan masalah putraku satu-satunya yang menikah dengan wanita sepertimu” kata ibu mertuaku yang membuat hatiku sedih.

“Jungsoo, aku ingin menikahkan dia dengan anak sahabatku. Yeoja itu bukan hanya cantik, pendidikannya bagus dan yang terpenting dari keluarga yang sederajat dengan kami” lanjut ibu mertuaku yang kali ini membuat aku tidak bisa menahan air mataku.

“Tapi omma, aku adalah istri Leeteuk oppa” jawabku sambil menangis.

“Siapa yang menyuruhmu menjawab. Kau memang yeoja yang tidak punya sopan santun sedikit pun” teriak ibu mertuaku.

“Dengarkan aku, kalau kau memang mau berbakti padaku hanya ada satu cara. Bercerailah dengan Jungsoo dan setelah itu tinggalkan dia sejauh mungkin” katanya dengan tegas yang membuat aku kaget mendengarnya.

“Omma kau boleh menyuruhku melakukan apapun sebagai tanda baktiku padamu, tapi jangan meminta hal yang satu itu. Aku mencintai Leeteuk oppa, aku tidak sanggup berpisah darinya” jawabku. Aku menangis mendengar ibu mertuaku menyuruhku untuk bercerai. Mungkin selama ini aku masih bisa tahan dengan perlakuannya padaku, tapi kali ini aku merasa ibu mertuaku ini sudah sangat keterlaluan.

“Jangan menangis!! Tangisanmu itu tidak akan pernah mengubah apapun. Kau memang yeoja jahat, yang tega membuat hubungan ibu dan anak rusak hanya karena keegoisanmu” kata ibu mertuaku dengan tatapan tajam.

“Pergi!! Dan jangan pernah kau kesini lagi, sampai kau bisa memenuhi permintaanku” lanjutnya lagi.

Aku pun melangkahkan kakikukeluar dari kamar ibu, namun sebelumnya aku mengusap air mataku. Aku tidak ingin membuat Leeteuk oppa khawatir dan ribut dengan ibunya. Saat aku sampai diruang tamu, kulihat Leeteuk oppa berlari menghampiriku.

“Kau baik-baik saja? Apa omma ku menyakitimu?” tanyanya panik.

“Anio.. omma hanya ingin berbincang denganku. Walaupun sepertinya omma masih belum menerimaku, tapi setidaknya dia sudah membuka hatinya dengan mengijinkan aku menemuinya. Sudahlah oppa masuk saja” kataku berbohong.

“Oh baiklah, aku masuk dulu” ucap Leeteuk oppa lalu berjalan kearah kamar ibu.

***

Leeteuk PoV

Setelah kunjungan terakhir kami dari rumah ibu, aku merasa Yoona agak berubah. Dia sering murung dan sikapnya kadang aneh. Dia yang tidak pernah menuntut apapun sekarang begitu manjanya dan selalu marah bila keinginannya tidak terkabul. Apakah perubahan sikapnya ini karena ibu, atau jangan-jangan dia hamil. Lebih baik nanti sepulang dari kantor akan aku tanyakan.

Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, aku buru-buru membereskan file yang berserakan diatas mejaku. Aku tidak ingin Yoona marah karena aku telat pulang. Segera kukendarai mobilku memecah kemacetan jalan raya. Tiba-tiba handphoneku berdering, kulihat dilayarnya tertulis Yoona.

“Yoeboseyo” jawabku.

“Kenapa sampai sekarang oppa belum pulang? Apa kau mampir ditempat yeoja lain dulu?” tanya Yoona dengan nada marah-marah.

“Ani.. Aku baru pulang dari kantor, sekarang aku masih dijalan. Tunggu sebentar yeobo, jalanannya macet” jawabku menenangkannya.

“Alasan” teriaknya lalu memutuskan sambungan telepon.

Ya begitulah Yoona sekarang, sudah 2 minggu ini dia bersikap kasar dan sangat tidak pengertian. Aku harus menanyakan hal ini segera. Jangan sampai karena kesalahpahaman hubungan kami jadi merenggang.

Sampai dirumah aku langsung mencari Yoona, tapi aku tidak menemukannya dimana-mana. Kucoba untuk menghubungi handphonenya ternyata tidak aktif. Aku bingung dia pergi kemana malam-malam begini. Akhirnya aku pun menelpon ayah mertuaku, siapa tahu saja Yoona lagi berkunjung kesana.

“Yoeboseyo” jawab ayah mertuaku.

“Yoeboseyo abeoji, apakah Yoona ada disana? Aku tidak menemukannya dirumah, dan handphonenya tidak bisa dihubungi” tanyaku pada ayah mertuaku.

“Oh kau Jungsoo, Yoona… Dia tidak ada disini. Ada apa nak, apa kalian bertengkar?” tanya mertuaku.

“Sebenarnya Yoona marah karena aku terlambat pulang. Tapi aku hanya terlambat 30 menit, karena jalanan macet. Saat tiba dirumah Yoona sudah tidak ada” jawabku jujur, berharap ayah mertuaku akan membantu masalahku dengan Yoona.

“Anak itu.. Baiklah nanti kalau dia menelpon kesini, aku akan membujuknya pulang” jawab ayah mertuaku dengan bijak.

“Kamsahamnida abeoji” kataku sebelum menutup telepon.

***

Ahjussi itu hanya bisa menghela nafas panjang, tidak mengerti dengan apa yang sedang dialami dengan putri dan menantunya. Dia memandang putri tunggalnya itu dengan tatapan penuh tanya.

“Appa.. Juesonghamnida, aku merepotkan appa dan terpaksa menyuruh untuk berbohong” kata Yoona sambil menahan tangisnya.

“Yoong, seharusnya kau menceritakan semuanya kepada Jungsoo. Kasihan , dia pasti sangat mengkhawatirkanmu” jawab ayahnya Yoona memberi pengertian pada Yoona.

“Aku tidak sanggup appa, menikah dengannya saja sudah membuat hubungan ibu dan anak menjadi renggang. Aku tidak mau karena aku mengadu tentang masalah ini hubungan Leeteuk oppa dan ibunya menjadi putus” ucap Yoona dengan tangisan yang makin keras.

Ayah Yoona hanya dapat menenangkan putrinya dengan pelukan hangat, membiarkan Yoona menangis untuk meluapkan kesedihannya.

Yoona PoV

Aku bersikap dingin selama 2 minggu ini pada Leeteuk oppa, berharap dengan caraku ini oppa akan membenciku dan akhirnya menceraikanku. Aku tidak sanggup bila harus aku yang memintanya pada Leeteuk oppa, karena bagaimanapun aku sangat mencintainya.

Tapi karena aku tidak ingin hubungan Leeteuk oppa dan ibunya menjadi dingin hanya karena aku, maka aku menerima permintaan ibu mertuaku. Saat oppa menceraikanku, aku akan pergi menjauh seperti yang diinginkan ibu mertuaku.

Hari ini badanku sakit sekali, untuk bangun dari ranjang saja rasanya berat. Aku putuskan untuk tidur sebentar lagi, berharap nanti setelah bangun badanku sudah segar kembali.

Tiba-tiba aku terbangun, kulihat jam dimeja sebelahku menunjukkan pukul 11 siang. Ternyata aku tidur lama sekali. Aku menuju kekamar mandi, berharap siraman air bisa menyegarkan tubuhku dan pikiranku.
Aku putuskan untuk menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan disekitar taman dekat rumahku. Udara yang tidak terlalu panas membuatku agak rileks. Namun saat aku ingin melangkahkan kakiku menuju bangku taman tiba-tiba kepalaku pusing dan semuanya gelap.

***

Disebuah ruangan yang bernuansa putih berbaring Yoona yang ditemani oleh ayahnya. Ayahnya mengenggam tangan Yoona erat. Yoona mulai membuka matanya perlahan-lahan.

“Dimana aku? Appa kenapa kau juga ada disini, aku kenapa?” tanya Yoona yang masih bingung.

“Tadi kau pingsan ditaman sayang” kata ayahnya.

“Pingsan? Benarkah, aku sakit apa?” tanya Yoona lagi.

“Kau tidak sakit sayang, dokter bilang kalau kau sekarang sedang hamil” jawab ayah Yoona dengan menahan tangis gembira, karena dia akan memiliki seorang cucu dari putri tunggalnya itu.

“Hamil..?? Benarkah appa?” tanya Yoona menyakinkan apa yang baru saja dia dengar. Dia tersenyum bahagia mengetahui kalau ternyata dia hamil. Ayahnya hanya mengangguk. Mereka berpelukan sambil menahan tangis yang hampir pecah.

“Kau harus memberitahu Jungsoo tentang kehamilanmu” kata ayah Yoona saat mereka sudah tiba dirumah.

“Tidak appa, keputusanku sudah bulat untuk meninggalkan Leeteuk oppa. Tolong jangan beritahu tentang kehamilanku” pinta Yoona berharap ayahnya akan mengerti keinginannya.

“Baiklah terserah padamu, appa akan selalu mendukungmu” jawab ayah Yoona sambil berjalan meninggalkan Yoona dikamarnya.

TBC

Advertisements

9 comments on “Mianhae [Part 1]

  1. wah new pairing ne. .
    Yoonteuk. .
    Poor yoona. .
    Psti yeoja yg djdhn ma teuk ntu taeyon? # sok tw
    Lanjut scpat.a y thor. .

    • Gpp kok kalo mau ditebak, otak2 author yg sering buat ff emang selalu kreatif 😀
      Iya lanjutannya lagi dalam proses penulisan nih 😀

  2. Huaaa.. gak tega baca peran yoong disini =(
    aishh.. jahat amat tuh mertuanya
    jungsoo jadi ayah sebentar lagi n.n

    #mian,barukomen *maklumbarunemuWP-nya

    • Iya gpp, makasi udh mampir 😀

      Iya makanya aku bikin ceritanya gk sampe berpart2, takut ntr imajinasinya keluar yg aneh2 trs makin menyiksa si cantik Yoona :))

  3. eonni, pairingnya baru nemu nih.. YoonTeuk kan biasanya TaeTeuk..
    eommanya Leeteuk oppa jhat bnget eonni, kasihan YoonA eonni/..
    ya udh eonni, aku mau baca part selanjutnya..
    hehe 😛

  4. Ya ampun cobaan berat banget , harus nya kan bahagia karna yoona hamil .. Satukan mereka dong thor , lanjut baca deh .. Penasaran ni 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s