The Last Man Standing [Part 4]

Judul : The Last Man Standing

Kategori : Romance, Angst

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Other member SNSD & SUJU 

Yuri dan Yoona yang diusir oleh Park soensaengnim sekarang lagi asyik mengobrol dikantin membicarakan tentang namja yang ditemui oleh Yoona semalam. Tanpa mereka sadari disamping mereka sudah berdiri seorang namja tampan yang tidak sengaja mendengar namanya disebut oleh kedua yeoja cantik ini.

“Namja mana yang kalian bandingkan denganku?” tanya seorang namja tampan yang kini ada disamping mereka.

“Oppa…” teriak Yoona dan Yuri bersamaan. Mereka kaget karena tertangkap basah sedang membicarakan namja tampan dan populer disekolah tersebut.

“Ya!! Kalian ini, biasa saja” kata namja yang bernama Donghae itu menghadapi kelakuan Yoona dan Yuri.

“Mianhae” jawab mereka hampir bersamaan.

Yoona PoV

Gara-gara Yuri yang menyebut nama Donghae oppa, sekarang orangnya ada dihadapan kami. Semoga saja dia tidak mendengar semuanya.

“Jadi.. Siapa namja yang yang katanya lebih tampan dariku itu?” tanya Donghae oppa lagi.

“Anio… Kami tidak membicarakan namja manapun” jawabku gugup. Donghae oppa yang mengernyitkan dahinya seakan-akan mengatakan bahwa dia tidak percaya jawabanku tadi. “Sepertinya telingaku masih normal, dan dengan jelas aku mendengar Yuri bertanya padamu” selidik Donghae oppa kembali.

“Itu oppa, Yoona bertemu seorang namja semalam. Makanya aku bertanya apa dia tampan sampai-sampai membuat Yoona melamun didalam kelas” jawab Yuri dengan lancarnya, yang refleks membuatku berteriak “Ya!! Kwon Yuri!!”. Tapi sia-sia Donghae oppa sudah mendengar curhatan Yuri.

“Jadi itu sebabnya sekarang kalian ada dikantin padahal ini masih jam pelajaran? Benarkah? Woow.. Yoona ssi, hebat sekali namja itu. Membuat seorang siswa teladan sepertimu, dikeluarkan dari kelas dijam pelajaran seperti ini” kata Donghae oppa setengah mengejekku.

Aku hanya bisa tertunduk malu mendengar kata-kata Donghae oppa. Memang benar ini semua bukan diriku sebenarnya. Baru saja aku mengenal namja bernama Kyuhyun itu, nasib sial sudah aku alami. Melamun dikelas dan akhirnya diusir dari kelas oleh Park soensaengnim.

Donghae PoV

Saat sedang asyik dikelas, aku melihat dua orang yeoja berjalan didepan kelasku. Aku tidak salah lihat itu pasti duo Y, Yoona dan Yuri. Aneh, kenapa mereka berjalan menuju kantin disaat jam pelajaran begini. Yang aku tahu mereka berdua adalah siswa teladan disekolah kami. Karena penasaran aku minta ijin pada soensaengnim untuk kekamar mandi.

Benar saja mereka sedang asyik berbincang-bincang dikantin yang masih sepi. Saat aku ingin mendekati mereka, tiba-tiba Yuri menyebut namaku. Karena penasaran aku menguping sebagian pembicaraan mereka. Tampaknya mereka tidak sadar saat aku sudah berada disamping mereka dan bertanya “Namja mana yang kalian bandingkan denganku?”. Tampak ekspresi kaget diwajah keduanya karena orang yang mereka sebut namanya ada dihadapan mereka. Dan yang parahnya mereka harus berteriak
“Oppa” secara bersamaan yang membuat telingaku sedikit terganggu.

Yoona tidak menjawab pertanyaanku tadi, tapi sahabatnya Yuri menjelaskan panjang lebar mengapa mereka ada diluar jam pelajaran sekarang. Aku penasaran namja seperti apa yang membuat seorang Im Yoona tidak berkonsentrasi didalam kelas.

Jujur dalam hatiku ada rasa cemburu, karena sudah sejak lama aku menyukai Yoona. Hanya saja disekolah ini aku terkenal sosok idola dikalangan siswa yeoja, hal ini menyebabkan rumor bahwa aku seorang playboy. Padahal aku belum pernah jadian dengan yeoja manapun.

“Donghae oppa.. oppa.. “ teriak Yuri membuyarkan lamunanku.

“Oh.. Ada apa?” tanyaku kaget.

“Kenapa sekarang jadi kau yang melamun oppa? Aish… Sial sekali aku hari ini, harus melihat orang melamun sampai 2 kali” kata Yuri menyindirku dan Yoona. Kulihat wajah Yoona langsung merah karena malu.

“Ani.. Aku tadi hanya mengingat-ingat sesuatu” jawabku.

“Ingat apa oppa?” giliran Yoona yang bertanya.

“Itu.. Tadi aku keluar kelas dengan alasan kekamar mandi, ternyata aku sudah disini hampir 30 menit. Mana ada kekamar mandi selama ini, jadi sepertinya aku harus kembali ke kelas” jawabku panik, takut soensaengnim marah. “Baiklah aku kembali kekelas dulu, nanti kita ketemu lagi pas jam istirahat. Bye..” teriakku sekarang sambil berlari menuju kelas. Masih bisa kulihat kedua yeoja itu tertawa melihatku.

Yoona PoV

Aku dan Yuri tertawa melihat Donghae oppa, si playboy sekolah yang ternyata takut dengan soensaengnim. Donghae oppa adalah senior kami di Kirin High School. Dia sangat populer dikalangan yeoja disini, dan banyak juga yang merasa patah hati dengannya. Entah darimana awalnya aku dan Yuri menjadi teman dekat dari Donghae oppa. Tapi sangat sulit untuk menjadi teman dari seorang namja tampan dan terkenal ini, banyak yeoja-yeoja yang iri dan kadang mereka akan mendatangi kami untuk mengancam dan terkadang main fisik pada kami. Dan sebagai teman Donghae oppa langsung akan menjadi malaikat pelindung untuk kami berdua.

“Yoona, kau tidak mau melanjutkan ceritamu tadi?” tanya Yuri yang menyadarkanku.

“Apa? Ani.. Kau tidak bisa jaga rahasia” tolakku segera.

“Ya!! Yoona, kau tahu tidak kalau kita tidak boleh mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah. Jadi ceritakan padaku siapa dan bagaimana kau bertemu dengan namja itu” tanya Yuri semakin penasaran.

Aku tidak bisa menolak permintaan Yuri, bagaimanapun setiap kejadian yang aku alami akan selalu aku bagi dengan Yuri. Begitupun sebaliknya, dan mungkin saja Yuri bisa membantuku kalau ternyata namja yang bernama Kyuhyun itu akan berbuat jahat.
“Baiklah Kwon Yuri” jawabku dengan diiringi senyum.

Setelah mendengar ceritaku, Yuri hanya bisa diam dan mengangguk-anggukan kepala seperti seorang detektif yang menganalisa kejadian. Setelah menunggunya berpikir akhirnya suara itu keluar juga “Baiklah bila kau bertemu lagi dengannya segera hubungi aku, arraso?” tanya Yuri dan belum aku menjawab dia sudah memotongnya “Ani… Mulai hari ini kau harus bersamaku. Jangan keluar sendirian. Itu lebih baik arraso?” ulangnya lagi. Dan aku hanya bisa mengangguk tanda setuju dengan saran gilanya itu.

***

Jam sekolah pun berakhir. Donghae sudah didepan kelas kedua yeoja itu untuk mengajak mereka kesuatu tempat. Yoona dan Yuri janji akan menemani Donghae untuk mencari kado buat ibunya Donghae yang akan berulang tahun. Seperti biasa dimana ada Donghae disitu pula akan ada yeoja-yeoja yang menatap dengan penuh kekaguman. Namun setelah melihat dua orang yeoja disamping Donghae tatapan mereka berubah menjadi sinis.

Setelah lelah berkeliling mencari kado, akhirnya mereka masuk kesebuah kafe. Mereka bertiga duduk dimeja yang dekat dengan jendela.

“Hari sabtu kalian harus datang keulang tahun omma ku” kata Donghae sambil menunggu pesanan mereka.

“Nde oppa” jawab Yoona yang diiyakan dengan anggukan dari Yuri.

“Tapi oppa, omma mu seperti anak kecil saja. Pakai acara merayakan ulang tahun segala” tanya Yuri sambil senyum-senyum. Yoona yang kaget mendengar kata-kata Yuri langsung menyenggol tangan Yuri. Dan Yuri hanya bisa mendengus dengan kesal.

“Ani.. Ini bukan perayaan ulang tahun seperti yang kau kira Yuri. Kami sekeluarga hanya akan makan malam” jawab Donghae.

“Kalau begitu apa sebaiknya kami tidak datang saja oppa? Kami takut mengganggu” tanya Yoona ragu-ragu.

“Tenang saja kalian sama sekali tidak mengganggu, omma yang menyuruhku mengundang kalian. Omma tahu kalau kalian ini teman baikku” jawab Donghae menyakinkan Yoona agar mau datang kerumahnya. Donghae mau dihari spesial ibunya, Yoona yeoja yang juga spesial untuknya ini juga datang.

Tidak berapa lama pesanan mereka pun datang. Karena kelaparan Yuri dan Yoona langsung menyantap hidangan didepan mereka. Donghae hanya bisa tersenyum melihat kelakuan dua yeoja cantik ini, yang sama sekali tidak pernah malu memperlihatkan sisi jelek mereka dihadapannya. Hal itu yang membuat Donghae mau berteman dengan mereka, tidak seperti yeoja-yeoja lain yang akan menjaga mati-matian image mereka didepan namja.

Yoona PoV

Karena kelaparan aku dan Yuri langsung menyantap makanan yang ada didepan kami, kulihat Donghae oppa hanya tersenyum melihat kelakuan kami. Donghae oppa tidak pernah protes dengan kelakuan kami yang kadang-kadang membuat image namja terpopulernya hancur berkeping-keping karena memiliki teman-teman seperti kami.

Saat asyik menyantap makanan kami, tiba-tiba diluar ada suara orang berisik. Pengunjung kafe tempat kami sekarang semua berhambur keluar. Begitu pun kami yang penasaran karena semakin banyak saja orang yang berkumpul diluar.

Aku dan Yuri langsung menerobos kerumunan berusaha untuk melihat apa yang sedang mereka lihat. Donghae oppa hanya mengikuti kami sambil berusaha menjaga kami. Sepertinya ada orang yang berkelahi, atau lebih tepatnya yang aku lihat kini ada seseorang yang dikeroyok segerombolan orang. Dan anehnya tidak ada satupun orang disini yang melerai atau berusaha menyelamatkan orang itu.

***

Ternyata keributan didepan kafe itu berasal dari segerombolan orang yang berkelahi dengan seorang namja. Tidak ada satupun yang berusaha untuk memisahkan perkelahian tersebut. Namja yang hanya seorang diri itupun akhirnya harus ambruk dan dikeroyok begitu saja. Yoona yang tidak tega melihat semua itu berusaha untuk melerai perkelahian didepannya. Tidak peduli dia bersalah atau tidak, Yoona tidak tega melihat ketidakadilan itu.

“Sudah.. Hentikan!! Kenapa kalian mengeroyok orang yang sudah tidak berdaya lagi” teriak Yoona mencoba menghentikan orang-orang yang memukul tersebut.

“Kalau memang dia bersalah, sebaiknya bawa kekantor polisi. Jangan main hakim sendiri” ucap Donghae membela Yoona.

“Orang ini selalu berbuat onar” teriak orang-orang itu.

“Bagaimana pun orang ini sudah tidak berdaya lagi. Kalau sampai dia mati, apa kalian mau bertanggung jawab?” kata Yoona lagi. Orang-orang yang tadi berkumpul disana akhirnya membubarkan diri masing-masing, berfikir tentang ucapan Yoona.

Yoona segera menghampiri namja yang sudah babak belur dan penuh dengan darah ini. Dia menundukkan kepalanya dan berusaha menahan sakit.

“Kau seharusnya tidak ikut campur” katanya lalu berusaha bangkit. Yoona yang ingin berusaha membantunya berdiri ditepis begitu saja, dia dengan keadaan yang sudah mengenaskan seperti ini berusaha kembali untuk berdiri.

“Mari aku bantu” kata Yoona menawarkan tangannya lagi. Dan lagi-lagi tangan Yoona hanya ditepiskannya begitu saja.

“Sudah Yoong, jangan membantu orang yang tidak tahu terimakasih seperti dia” kata Yuri yang kesal karena orang tadi seperti tidak ingin dibantu.

“Yoona kajja” kata Donghae menarik tangan Yoona meninggalkan namja yang terluka itu. Yoona hanya bisa menuruti keinginan kedua sahabatnya, meninggalkan namja terluka parah itu. Sesekali Yoona menoleh kebelakang memastikan namja itu akan baik-baik saja.

Dengan tatapan tajam namja tadi bergumam “Yoona..” sambil melihat ketiga orang yang menolongnya menghilang dari pandangannya.

TBC

Advertisements

7 comments on “The Last Man Standing [Part 4]

  1. lanjut…lanjut…lanjut #teriak teriak gaje

    Hehehe seruuu kyuna..yang ditolong yoona siapa sih??

  2. wahh, itu pasti kyuhyun oppa, aik makin seru..
    tapi kasian Haeppa kalo nanti Yoona sama Kyu oppa! ya udh mau baca selanjutnya dulu ah ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s