The Last Man Standing [Part 2]

Judul : The Last Man Standing

Kategori : Romance, Angst

Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun

Other member SUJU & SNSD

 

 

Yoona PoV

“Ya!! Namja kurang ajar, jangan pergi” teriakku dengan nada kesal karena namja itu meninggalkanku begitu saja, setelah apa yang dia perbuat padaku.

“Kyuhyun… Namja kurang ajar ini bernama Kyuhyun, ingat itu” teriaknya sambil menoleh sebentar melihatku dari kejauhan.

Aku terdiam sambil melihatnya menghilang dari pandanganku. Namja aneh itu, siapa dia. Kyu.. Kyu.. Ah ya, Kyuhyun. Katanya itu adalah namanya. Untuk apa dia harus menyebutkan namanya, memangnya aku ingin mengenal dia apa. Lagipula aku juga tidak akan bertemu lagi dengannya. Menyebalkan. Oh ya, aku harus kemana sekarang?

Kembali kerumah itu sama saja membuat kepalaku mau pecah. Tapi aku tidak punya tujuan lain, selain rumah itu. Appa!! Bodoh, kenapa aku menghukum Appa yang begitu menyayangiku. Pasti sekarang Appa bingung mencariku.
Aku pun melangkahkan kakiku kearah rumah. Perjalanan ini sangat berat, aku takut apa yang tadi aku dengar bahwa mereka akan bercerai benar-benar terjadi. Lampu ruang tengah masih menyala, pasti Appa menungguku. Dengan enggan aku memencet bel.

Ting tong..

“Yoong, kaukah itu sayang?” suara panik Appa dari dalam rumah terdengar jelas.

“Ne Appa, ini aku” jawabku.
Setelah pintu terbuka Appa langsung memelukku dan menangis, sungguh tidak tega aku melihat pria tua yang sangat aku sayangi ini terluka oleh dua orang wanita sekaligus.

“Yoong, mian.. Appa bersalah padamu. Appa egois, tidak memikirkanmu” Appa berkata sambil menangis. Aku tidak pernah sekalipun melihatnya menangis seperti ini. Appa yang aku kenal selama 17 tahun ini, adalah Appa yang tegar dan selalu tersenyum kepadaku.

“Aku yang harus minta maaf pada Appa, tidak seharusnya aku membuat Appa bingung dan panik seperti ini. Aku menyayangimu Appa” ucapku sambil menangis dan mengeratkan pelukanku.

“Baiklah, ayo masuk Yoong diluar dingin. Jangan sampai anak Appa yang cantik ini sakit” kata Appa menggodaku.
Kami pun langsung masuk kedalam, aku sempat melihat kesana kemari tapi omma tidak terlihat.

“Omma?” tanyaku ragu-ragu.
Appa hanya menunduk lesu, aku sudah tahu jawabannya apa jadi aku memutuskan untuk tidak bertanya lagi. Aku segera masuk kamar dan berusaha untuk tidur.

***

Sementara ditempat lain, Kyuhyun yang sudah menyelesaikan tugasnya segera melapor pada kliennya. Kliennya tersenyum puas, dan segera pergi setelah menyerahkan uang pembayaran atas jasa Kyuhyun. Setelah pembayaran, Kyuhyun dan teman-temannya pergi untuk membagi hasil yang mereka dapat. Tempat itu mirip gudang yang disulap seperti kamar.

Kyuhyun PoV

Setelah menerima uang, aku dan para hyungku pergi ketempat tinggalku. Gudang, lebih tepatnya itu gudang kosong yang aku ubah menjadi kamar untuk aku tinggali selama ini.

“Leeteuk hyung, kau saja yang bagi seperti biasa” perintahku pada hyung tertuaku.

“Baiklah, Siwon ini bagianmu” kata Leeteuk hyung sambil melempar amplop berisi uang pada Siwon hyung.

“Thanks hyung” jawab Siwon hyung dengan penuh pesona(?).

“Eunhyuk buatmu” teriak Leeteuk hyung pada Eunhyuk hyung yang hanya ditanggapi dengan senyuman.

“Heechul, dan ini bagianmu Kyu” kata Leeteuk hyung sambil melemparkannya kepada kami berdua. Heechul yang sedang asyik dengan handphonenya tidak memperhatikan amplop yang dilempar Leeteuk hyung sehingga mengenai kepalanya.

“Ya!! Leeteuk pabo, kau pikir kepalaku ini terbuat dari besi apa, main lempar-lempar saja” teriak Heechul hyung sambil memegang kepalanya yang tidak terlalu sakit.

“Kau Heechul, bagaimanapun aku ini lebih tua darimu panggil aku hyung” kata Leeteuk hyung dengan kesalnya.

“Beda 9 hari saja kau permasalahkan? Aku tidak mau” jawab Heechul hyung tak kalah kesalnya.

“Tetap saja aku lebih duluan lahir” ucap Leeteuk tak mau kalah.

“Ya!! Heechul mau kemana kau, aku belum selesai bicara” teriak Leeteuk hyung yang kesal karena ditinggal Heechul hyung begitu saja.

Mereka pun saling kejar-kejaran seperti anak kecil. Mereka memang selalu begitu, Leeteuk dan Heechul hyung akan selalu bertengkar siapa yang lebih tua diantara mereka. Aku sudah terbiasa dan bagiku sama sekali tidak menganggu. Malah kalau tidak ada mereka aku akan merasa hampa.

Aku merebahkan tubuhku dikasur, pikiranku pun melayang mengingat kejadian tadi. Yeoja itu, kenapa aku tidak menanyakan namanya. Wajahnya murung, apakah genggaman tanganku sangat menyakitinya. Aku harus bertemu lagi dengannya.

***

Pagi itu Yoona bersiap untuk berangkat sekolah, dilihat Appanya sudah menyiapkan sarapan buat mereka berdua. Setelah sarapan meraka berangkat bersama ke stasiun. Mereka berpisah setelah melihat bus mereka tiba. Untuk membunuh kebosanan Yoona pun mengeluarkan buku dan membacanya.

Bis yang mengantarkan Yoona akhirnya sampai, Yoona pun turun dan harus berjalan sedikit lagi untuk sampai kesekolahnya. Sepanjang jalan Yoona hanya menunduk dan tidak terlalu memperhatikan langkahnya, sampai dia menabrak sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.

Brukkk..

“Aduh.. Mianhae” kata Yoona sambil mencoba berdiri dengan tangan yang mengusap-usap pantatnya yang sakit akibat jatuh.

“Mwo?” jawab orang itu.

“Mianhae” ulang Yoona masih dengan kepala tertunduk. Dia sama sekali tidak memperhatikan lawan bicaranya.

Kyuhyun PoV

Aku sedang berjalan-jalan untuk membunuh rasa bosanku, karena para hyungku lagi sibuk dengan urusannya masing-masing. Entah kenapa kakiku melangkah sejauh ini. Sekarang aku sudah berada dilingkungan Kirin High School. Sesekali aku menggoda gadis-gadis Abg yang kurasa bersekolah disini. Saking asyiknya aku sampai tidak memperhatikan jalan dan..

Brukkk..

“Aduh.. Mianhae” kata seorang Yeoja yang berusaha berdiri dengan tangan yang mengusap-usap pantatnya yang sakit akibat jatuh.

“Mwo?” kataku yang kaget setelah melihat ternyata Yeoja didepanku ini adalah yeoja yang semalam. Aku tidak mungkin lupa suaranya yang merdu itu.

“Mianhae” ulangnya masih dengan kepala tertunduk. Dia sama sekali tidak memperhatikanku. Dia berlalu begitu saja dari hadapanku. Aku tidak ingin kehilangan yeoja ini lagi.

“Kau.. Kenapa selalu minta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kau perbuat?” tanyaku.

“Nugu?” tanya sambil menoleh memandangku.

“Namja kurang ajar, Kyuhyun” jawabku sambil tersenyum penuh arti.

TBC

Advertisements

6 comments on “The Last Man Standing [Part 2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s